<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885</id><updated>2011-11-27T16:17:00.575-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='motivation'/><category term='HukPol'/><category term='thaghut'/><category term='buku'/><category term='Terrible..'/><category term='Nice Article ^.*'/><category term='alloh'/><category term='FiqhudDaulah'/><category term='Dienul_Islam'/><category term='Jihad'/><category term='Tarbiyah Ruhiyah'/><category term='how to'/><category term='dienul islam'/><title type='text'>Tidak Ada Dien Yang Diridhai Allah Selain Islam</title><subtitle type='html'>Hidup adalah sebuah pilihan yang akan menentukan akhir perjalanan kita. Karena itu..hiduplah untuk Yang Maha Menghidupkan ^_^</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-4972806244775757933</id><published>2009-07-27T03:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T03:31:11.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thaghut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Merasakan Adanya Musuh</title><content type='html'>1. Waspada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna kehati-hatian terhadap bahaya dari musuh, kita harus menyadari bahwa taktik yang digunakan mereka dewasa ini sangat berbeda dari yang dipakai oleh musuh Islam pada zaman Nabi. Musuh-musuh Islam pada waktu itu umumnya bertekad menghapus Islam dengan cara yang radikal, berani menentang Islam dengan ucapan-ucapan yang kasar dan terang-terangan. Mungkin mereka melakukan keradikalan itu, karena memahami bahwa pemeluk Islam pada waktu itu masih dianggap sebagai kelompok yang masih kecil serta dapat dihancurkan secara kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu lain lagi dengan yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam pada abad sekarang ini. Yang mana mereka berusaha melenyapkan Islam dengan jalan berangsur-angsur, melalui politik yang lumat dan licin. Misalnya : menyebarluaskan kebudayaan yang merusak moral generasi umat, mengadakan proyek kemaksiatan, serta menciptakan aliran-aliran kepercayaan yang merongrong peribadatan umat Islam. Juga, cara-cara berselubung lainnya yang dianggap oleh mereka bakal merugikan potensi Islam. Jelasnya, bila hendak mengetahui tentang musuh-musuh Islam, maka tidak perlu terlebih dulu mengetahui akan adanya pernyataan yang terang-terangan anti terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun antara musuh pada zaman Nabi dan musuh yang kita hadapi dewasa ini dijumpai perbedaannya dalam taktik, namun “strategi musuh” adalah sama yaitu bertujuan supaya kita mengikuti ideologi mereka, dan paling tidak agar kita mencampuradukkannya dengan ajaran Islam. Seperti misalnya, berpuasa secara Islam sedang hubungan bermasyarakat dilandasi hukum kafir. Sehingga tidak terasa diri terperosok ke jurang kemusyrikan. Mestikah bahwa untuk melawan mereka itu kita harus menunggu terjadinya peristiwa-peristiwa seperti : di Spanyol,  Philipina,  Kamboja atau di negeri komunis lainnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dijelaskan bahwa bagi kita tidak asing bila mengetahui adanya antek-antek sebangsa iblis yang tidak melarang mengeluarkan zakat, pergi haji bahkan menyuruhnya karena mereka memperoleh keuntungan secara material maupun politis. Karena itu, bukan lagi persoalan mengenai Islam tidak dilarang, atau shalat dan berpuasa dibolehkan. Akan tetapi, apakah dalam keadaan demikian itu kita ini masih sama berperilaku sebagaimana mereka yang fasik, mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil. Yakni memakai sebagian ajaran Islam, namun memakai pula hukum-hukum yang berlawanan dengannya karena dipaksa oleh mereka. Bilamana kita telah dipaksa oleh kekuasaan mereka, maka kita berhak menyatakan bahwa pemerintah sedemikian itu musuhnya Islam. Dikiaskan dengan setan selaku musuhnya orang beriman (QS. 2 : 168), maka para penentang hukum-hukum Al-Qur’an pun adalah kawan-kawannya setan (QS. 7 Al-A’Raaf : 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bukti Ketidakwaspadaan yang Terjadi di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua telah memahami bahwa musuh yang paling berbahaya ialah yang menyaru sebagai muslim, membuat sebagian mu’minin terpedaya tidak dapat membedakan siapa kawan dan siapa lawan. Dalam hal ini kita perhatikan Firman Allah yang bunyi-Nya :&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ اْلاَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang di luar kalanganmu, mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu, mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sesungguhnya telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (kami) jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imron : 118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat itu sebagai bahan analisa bahwa tidak mustahil jika lemahnya perjuangan Islam, maka antara lain penyebabnya yaitu adanya kegiatan musuh yang tidak diketahui hingga sempat dibawa kerja sama oleh sebagian tokoh yang berpredikat Islam. Bukti sejarah telah terjadi di Indonesia, sebagian yang pada waktu itu belum dapat menilai yang bagaimana lawan Islam dan mana pembela Islam. Mereka menyukai bergabung dengan kekuatan pancasilais dari pada dengan yang mendirikan negara berazaskan Kitabullah dan Hadist SAW. Meskipun sesudah masa itu masih ditemukan lontaran kata “memperjuangkan Islam”, namun karena telah terbius…. oleh kepercayaan terhadap konsesi buatan manusia (parlementer ala Barat), akhirnya banyak yang terus terlena dibuai oleh beraneka ayunan kursi kepangkatan. Dan selanjutnya bersimpuh dalam lingkaran singgasana Nasakom (Nasional, Komunis, Agama). Walaupun sebagiannya telah memberontak setelah adanya apa yang mereka namakan “Kegagalan Konstituante”, namun memberontaknya itu hanyalah sebab tidak setuju terhadap Sukarno yang mendudukkan komunis dalam pemerintahannya, PRRI muncul karena politik Nasakom dan karena Pusat kurang memperhatikan pembangunan daerah, “kata Syafrudin” (“TEMPO”, 21 Desember 1985 hal. 14). Sungguh mereka menganggap seakan-akan bahwa musuh Islam itu hanya komunis (PKI). Karenanya masih bersedia pula berangkulan dengan kaum sosialis (PSI), sehingga masih saja membawa-bawa pancasila bahkan mendukungnya. “PRRI itu ‘kan mendukung Pancasila”, katanya” (Ibid (pem, ucapan Syafrudin Prawiranegara). Nyata, berontaknya itu (PRRI) tidak bertujuan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sebenarnya mereka telah merasakan pahitnya pengalaman tatkala bergabung dengan kaum sekuler pancasilais lainnya yang bersikeras dan curang dalam mempertahankan Ideologi. Akan tetapi, mungkin karena terlanjur komitmen terhadap Pancasila, atau gensi dan lainnya, maka kelanjutannya pun mereka mengambil kawan dari pihak yang tujuan perjuangannya lain Islam. Firman Allah yang bunyi-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ…(14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (juga) dari golongan mereka….” (QS. Al Mujadilah : 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) itu masih dalam kekuatan yang utuh, baik dari segi personal maupun persenjataan, namun karena tidak mempunyai ketegasan ideologi (tidak mempunyai furqon), maka setelah di antara pemimpinnya (dari pihak sosialis) melepaskan tangan, kemudian tokoh-tokoh yang lainnya pun berunding dan menyerah dalam waktu singkat. Dan memberikan persenjataannya kepada pemerintah yang sedang menumpas pejuang-pejuang Islam. Akhirnya persenjataan yang terhitung modern pada waktu itu berikut timbunan amunisi sebagai dropping dari Liga Anti Komunis Dunia yang dicadangkan untuk sekian tahun itu, digunakan menghantam Tentara Islam Indonesia (TII) di Jawa Barat, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Kewaspadaan Didapati Dalam Furqan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resapilah bahwa setiap jiwa yang melayang dibunuh dalam berperang harus dapat dipertanggungjawabkan di hadirat Allah SWT. Sebab itu, di dalam Islam bahwa landasan untuk berperang hanyalah satu yaitu “Fisabiilillah”, maka azasnya harus tegas “Islam” tanpa embel-embel. Dalam hal itu tidak boleh sekedar tujuan pembangunan daerah, propinsialis atau kesukuan, serta kepangkatan dan sebagainya yang membuat diri keluar dari lillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan berperang menurut Islam hanya satu yakni menegakkan dan mempertahankan “Kalimattullah”. Maka, andaikata sekalipun yang namanya PKI (Partai Komunis Indonesia) sudah tidak ada, namun bila masih ada rintangan terhadap berlakunya Undang-Undang Islam, maka pintu untuk berperang wajib dibuka ; senjata musti digenggam ! Sudah berdasarkan Islam dengan sendirinya harus tidak ada tempat bagi komunis, tidak ada kesukuan dan kedaerahan atau kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati dalam berperang tanpa dasar  Islam, maka mati jahiliyah dan fisabiilitthagut (Q.S. An Nisa : 76) dan juga mati dalam komando yang tidak bermisikan perjuangan Islam adalah mati konyol. Dari itu haram bagi mu’min mengambil pimpinan yang tidak menyalur dengan sabilillah. Dua jalan di Dunia ini : ialah : fisabilillah dan fisabilitthagut (jalan setan). Dengan itu bila di Indonesia telah ada FURQON yaitu berdirinya lembaga negara yang berlandaskan hukum-hukum Allah, maka yang mengingkarinya adalah pada jalan “thagut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang maknanya telah kita simpulkan pada uraian lalu itu menerangkan bahwa mereka terus menginginkan diri kita mengikuti ideologi mereka. Juga, kebencian yang disembunyikan dalam hati mereka adalah lebih besar dari yang diucapkan. Maka, tiada jalan bagi kita selain kesadaran ; bahwasanya kebaikan apa pun yang diberikan oleh yang ideologinya kontra dengan Islam, pada titik akhirnya akan menghambat tujuan kita. Kalaulah dalam hal ini kita mengingat lipatan sejarah, bahwa Rasulullah SAW pernah kompromi dengan Yahudi Banu Quraizah dalam menghadapi serangan kaum Quraisy pada Perang Parit, maka kita harus ingat pula bahwasanya itu dilakukan karena umat Islam sudah berkuasa. Dalam hal itu juga hanya dengan yang sudah loyal terhadap kekuasaan Islam. Pun, guna menahan serangan dari luar wilayah. Adapun di dalam sudah beres. Bukankah dengan kekuasaan itu Rasulullah SAW telah dapat menghukum Yahudi yang mengkhianati agreenmentnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian bersatu dengan yang non-Islam, sedang kitanya sendiri tidak mempunyai kekuasaan, maka hasilnya akan tetap dibawah kendali mereka. Sebab, bagaimana pun keadaannya maka manusia yang berideologi thagut itu, pada dasarnya akan tetap berusaha agar kita berada di bawah kaki mereka. Karena itu Islam mewajibkan adanya furqan bagi umatnya, supaya dapat berwaspada terhadap musuh. Dan juga Islam tidak membutuhkan pengikut yang banyak, sedang campuraduk dengan para pengemban konsepsi kebathilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengerti Tentang Pemisahannya Antara Kita dan Musuh yang Tersembunyi Atau Pun yang Nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah paham apa yang dituju oleh musuh, yaitu menyimpangkan kita dari rel Islam. Maka, harus pula kita memahami yang bagaimanakah sebenarnya musuh itu. Dalam hal ini untuk sekian kalinya kita ulangi lagi ayat yang bunyinya : “Mereka ingin kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir lalu kamu menjadi sama (seperti mereka). Sebab itu, janganlah kamu jadikan dari antara mereka kawan hingga mereka berhijrah pada jalan Allah”. (QS. An-Nisa : 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab turunnya ayat itu, ringkasnya ; beberapa orang datang kepada Nabi di Madinah dan masuk Islam. kemudian mereka ditimpa “demam Madinah”. Dan mereka kafir lagi kemudian keluar dari Madinah (kelembagaan negara Islam). Kemudian berjumpa dengan para sahabat Nabi. Para sahabat ini menjadi dua golongan ; sebagian berpendapat bahwa mereka sudah kafir. Dan sebagian lagi berpendapat bahwa mereka masih Islam. Lalu turunlah ayat ini mencela golongan yang berpendapat bahwa yang keluar dari lembaga ulil amri itu masih Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dari ayat diatas tadi ialah bahwa orang-orang yang sudah menjadi kafir itu menginginkan agar orang-orang mu’min menjadi kafir. Sedang yang dimaksud dengan istilah “kafir” itu tidak hanya seseorang itu mengaku dirinya bukan Islam, melainkan juga perbuatannya bertolak belakang dengan “hijrah pada jalan Allah”. Dengan perkataan lain yaitu berbuat sesuatu yang merugikan kedaulatan Islam. Dengan itu meskipun didapat yang mengaku Islam, namun bila dirinya itu tidak menyukai atau mengingkari terhadap lembaga kekuasaan yang berdasarkan hukum-hukum Islam, maka sama halnya dengan kafir. Dari ayat itu pun diambil jelasnya bahwa garis pemisah antara kawan dan lawan adalah ditentukan dengan “hijrah pada jalan Allah”. Dalam arti lain yaitu oleh tidak atau adanya kesetiaan terhadap “lembaga ulil amri berazaskan Islam”.  Sungguh mudah dimengerti bahwa apa pun yang dilakukan seseorang, tetapi bila dibalik itu dirinya ingkar terhadap pemerintahan bersendikan Islam, maka berarti tidak patuh terhadap hukum-hukum Islam itu sendiri. Dan berarti “kafir” baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://abuqital1.wordpress.com/2009/07/27/merasakan-adanya-musuh/#more-299&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-4972806244775757933?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/4972806244775757933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=4972806244775757933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4972806244775757933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4972806244775757933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/07/merasakan-adanya-musuh.html' title='Merasakan Adanya Musuh'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-2702693520807581741</id><published>2009-07-27T03:17:00.001-07:00</published><updated>2009-07-27T03:21:53.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HukPol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Kepemimpinan Dalam Masyarakat Islam</title><content type='html'>KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismilahirrohmanirrohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini Islam memiliki banyak pandangan atau pendapat mengenai Kepemimpinan. Wacana kepemimpinan yang berkembang ini, di awali setelah Rasulullah SAW wafat. Masyarakat Islam telah terbagi-bagi kedalam banyak kelompok atau golongan. Kelompok-kelompok Islam ini terkadang satu sama lain saling menyalahkan atau bahkan mengkafirkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi seperti ini sangatlah tidak sehat bagi perkembangan Islam. Permasalahan perbedaan argumentasi harusnya dapat di selesaikan dengan mekanisme diskusi dengan menggunakan logika. Dengan menggunakan logika kita dapat menilai suatu argumentasi absah dan benar. Janganlah sampai suatu kebenaran harus disingkirkan hanya karena ego kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran haruslah dijunjung tinggi. Karena kebenaran adalah sesuainya pernyataan dengan kenyataan. Kenyataan (realitas) tidaklah mungkin menipu, akan tetapi pahaman kitalah yang bisa jadi belum sampai pada realitas tersebut. Atau pahaman kita sebenarnya telah sampai pada realitas (kenyataan), namun egoisme kitalah yang menyuruh untuk menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita bukanlah bagian dari orang-orang yang memiliki rasa egois, dan juga bukan bagian dari orang-orang yang menolak suatu kebenaran. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal mengenai kepemimpinan dalam Islam merupakan suatu wacana yang selalu menarik untuk didiskusikan. Wacana kepemimpinan dalam Islam ini sudah ada dan berkembang, tepatnya pasca Rasulullah SAW wafat. Wacana kepemimpinan ini timbul karena sudah tidak ada lagi Rasul atau nabi setelah Nabi Muhammad SAW wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman Allah SWT dikatakan bahwa Al-qur’an itu sudah bersifat final dan tidak dapat diubah-ubah lagi. Sehingga Rasulullah SAW adalah pembawa risalah terakhir dan penyempurna dari risalah-risalah sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya.”(Q.S Al-An’am:115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mungkin akan ada seorang nabi baru setelah Rasulullah SAW. Karena ketika ada seorang nabi baru setelah Rasulullah SAW maka akan ada suatu risalah baru sebagai penyempurna dari risalah sebelumnya, sehingga artinya Al-qur’an tidaklah sempurna dan Allah menjadi tidak konsisten terhadap pernyataannya yang ia sebutkan dalam ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW wafat, berdasarkan fakta sejarah dalam Islam, Umat Islam terpecah belah akibat perdebatan mengenai kepemimpinan dalam Islam, khususnya mengenai proses pemilihan pemimpin dalam Islam dan siapa yang berhak atas kepemimpinan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat bahwa kepemimpinan Islam setelah Rasulullah SAW wafat dipimpin oleh Abu Bakar, Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, Muawiyah, dan Bani Abbas. Setelah dinasti Abbasyiah kepemimpinan Islam terpecah pecah ke dalam kesultan-kesultanan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan kepemimpinan ini membuat Islam menjadi terfragmentasi dalam kelompok-kelompok, diantaranya yang terbesar adalah adanya kelompok Sunni dan Syiah. Kedua kelompok besar ini memiliki konsep dan pahaman kepemimpinan yang sangat jauh berbeda. Kedua kelompok ini memiliki dalil dan argumentasi yang sama-sama menggunakan sumber Islam yaitu Al-qur’an dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kelompok ini terkadang saling berseteru satu sama lain, dan juga ada yang sampai mengkafirkan satu sama lain. Kondisi ini sangatlah tidak sehat bagi perkembangan kaum muslimin, harusnya mereka dapat berargumentasi secara rasional dan logis. Sehingga kaum muslim dapat melihat dan menilai apakah proposisi-proposisi yang dikeluarkan merupakan suatu kebenaran atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sejarah tak bersih dari peristiwa kelam. Sejarah setiap bangsa, dan pada dasarnya sejarah umat manusia, merupakan himpunan peristiwa menyenangkan dan tidak menyenangkan. Pasti begitu. Allah menciptakan manusia sedemikian sehingga manusia tidak bebas dari dosa. Perbedaan yang terjadi pada sejarah berbagai bangsa, komunitas dan agama terletak pada proporsi peristiwa menyenangkan dan tidak menyenangkan, bukan pada fakta bahwa mereka, hanya memiliki peristiwa menyenangkan saja atau tidak menyenangkan saja.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses memahami sejarah tidak boleh berlandaskan suka atau tidak suka, dan juga harus siap menerima segala konsekuensi yang timbul setelah kita menelaah sejarah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini penulis berusaha untuk berhenti pada konsep-konsep kepemimpinan tetapi juga membahas sejarah 4 khilafah setelah Rasulullah SAW, serta menyinggung Dinasti Muawiyah dan Abbasyiah. penulis mencoba untuk menarik nilai-nilai apa yang bisa didapat untuk membentuk konsep-konsep kepemimpinan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertanyaan yang dapat saya ajukan seputar pembahasan makalah kepemimpinan dalam Islam ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa yang dimaksud dengan pemimpin dan kepemimpinan serta kenapa kepemimpinan dalam Islam di perlukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana syarat-syarat kepemimpinan dalam Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT ISLAMA. Pemimpin, Kepemimpinan, dan Signifikansinya dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ingin memulai suatu pembahasan ada baiknya kita melakukan suatu pendefinisian atas pokok bahasan kita. Pendefinisian ini membantu kita untuk memahami dan mensistematiskan alur pembahasan. Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin, yang artinya adalah orang yang berada di depan dan memiliki pengikut, baik orang tersebut menyesatkan atau tidak. Ketika berbicara kepemimpinan maka ia akan berbicara mengenai prihal pemimpin, orang yang memimpin baik itu cara dan konsep, mekanisme pemilihan pemimpin, dan lain sebagainya. Terdapat ragam istilah mengenai Kepemimpin ini, adanya yang menyebutkan Imamah dan ada Khilafah. Masing–masing kelompok Islam memiliki pendefinisian berbeda satu sama lain, namun ada juga yang menyamakan arti Khilafah dan Imamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama bernama Syekh Abu Zahra dari kelompok Sunni menyamakan arti Khilafah dan Imamah. Ia berkata, ”Imamah itu disebut juga sebagai Khilafah. Sebab orang yang menjadi khilafah adalah penguasa tertinggi bagi umat Islam yang menggantikan Rasul SAW. Khalifah itu juga disebut sebagai Imam (pemimpin) yang wajib ditaati. Manusia berjalan di belakangnya, sebagaimana manusia shalat di belakang imam.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Syiah dalam hal kepemimpinan membedakan pengertian antara khilafah dan Imamah. Hal ini dapat dilihat berdasarkan fakta sejarah kepemimpinan dalam Islam setelah Rasulullah SAW wafat. Kelompok Syiah sepakat bahwa pengertian Imam dan Khilafah itu sama ketika Ali Bin Abi Thalib diangkat menjadi pemimpin. Namun sebelum Ali menjadi pemimpin mereka membedakan pengertian Imam dan Khilafah. Abu Bakar, Umar Bin Khattab, dan Utsman adalah Khalifah, namun mereka bukanlah Imam.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kelompok Syi’ah sikap seorang Imam haruslah mulia sehingga menjadi panutan para pengikutnya. Imamah didefinisikan sebagai kepemimpinan masyarakat umum, yakni seseorang yang mengurusi persoalan agama dan dunia sebagai wakil dari Rasulullah SAW, Khalifah Rasulullah SAW yang memelihara agama dan menjaga kemuliaan umat dan wajib di patuhi serta diikuti. Imam mengandung makna lebih sakral dari pada khalifah..[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara implisit kaum Syi’ah meyakini bahwa khalifah hanya melingkupi ranah jabatan politik saja, tidak melingkupi ranah spiritual keagamaan. Sedangkan Imamah melingkupi seluruh ranah kehidupan manusia baik itu agama dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana mengenai kepemimpinan di kalangan umat Islam memiliki ragam pendapat. Pada golongan besar umat Islam. yakni Sunni dan Syi’ah terdapat konsep kepemimpinan yang signifikan berbeda. Bahkan di kalangan umat Islam yang mengklaim dirinya bukanlah bagian dari suatu kelompok besar tersebut juga memiliki pandangan berbeda, kelompok ini cenderung pada pemikiran konsep kepemimpinan barat. Kelompok ini sering disebut sebagai kalangan umat Islam yang sekuler. Banyak ragam pendapat mengenai kepemimpinan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ketiga kelompok Islam di atas memiliki kesepahaman bahwa suatu masyarakat haruslah memiliki seorang pemimpin. Suatu masyarakat tidaklah mungkin dipisahakan dari sebuah kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali Syari’ati, secara sosiologis masyarakat dan kepemimpinan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Syari’ati berkeyakinan bahwa ketiadaan kepemimpinan menjadi sumber munculnya problem-problem masyarakat, bahkan masalah kemanusiaan secara umum. Menurut Syari’ati pemimpin adalah pahlawan, idola, dan insan kamil, tanpa pemimpin umat manusia akan mengalami disorientasi dan alienasi.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu masyarakat membutuhkan seorang pemimpin, maka seorang yang paham akan realitas masyarakatlah yang pantas mengemban amanah kepemimpinan tersebut. Pemimpin tersebut harus dapat membawa masyarakat menuju kesempurnaan yang sesungguhnya. Watak manusia yang bermasyarakat ini merupakan kelanjutan dari karakter individu yang menginginkan perkembangan dirinya menuju pada kesempurnaan yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara kelompok Islam sekuler dengan kelompok Islam yang tidak memisahkan kehidupan beragama dengan kehidupan berpolitik. Kelompok Islam Sekuler menyatakan bahwa kaum ulama tidaklah wajib untuk berkecimpung didalam dunia politik. Pandangan ini didasarkan pada pandangan bahwa kehidupan agama merupakan urusan pribadi masing-masing individu (privat), tidak ada hubungannya dengan dunia politik (publik). Sehingga peran ulama hanya terbatas pada ritual-ritual keagamaan semata, jangan mengurusi kehidupan dunia politik. Dalam kondisi seperti ini maka ulama tidaklah mungkin menjadi pemimpin dari suatu masyarakat, ulama hanya selalu menjadi subordinasi dan/atau alat legitimasi pemimpin politik dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kelompok anti sekuler yang meyakini bahwa kehidupan beragama dan dunia tidak dapat dipisahkan khususnya dunia politik. Kelompok ini mendukung dan meyakini bahwa ulama haruslah memimpin. Ulama harus dapat membimbing manusia tidak hanya menuju pada kebaikan yang bersifat dunia, akan tetapi juga hal-hal yang menuju pada kesempurnaan spiritual. Para ulama yang menduduki jabatan politik haruslah dapat melepaskan manusia dari belenggu-belenggu dunia yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama berasal dari kata bahasa arab dan semula ia berbentuk jamak, yaitu alim artinya adalah orang yang mengetahui atau orang pandai. Seorang pemimpin revolusi Iran, yaitu Imam Khomaini dalam konteks pemerintahan ia menggunakan kata Fuqaha untuk mengganti istilah ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Khomeini kepemimpinan seorang Fuqaha (ulama) adalah suatu kemestian. Ia memiliki 2 alasan, yaitu : Pertama, alasan yang teologis berupa riwayat dari Nabi Muhammad SAW,adalah ”Fuqaha adalah pemegang amanat rasul, selama mereka tidak masuk keduania”, kemudian seseorang bertanya, ” Ya Rasul, apa maksud dari perkataan mereka tidak masuk ke dunia. Lalu Rasul menjawab, ” mengikuti penguasa. Jika mereka melakukannya maka khawatirkanlah (keselamatan) agama kalian dan menjauhlah kalian dari mereka.”[6] Kedua, alasan Rasional bahwa tidaklah adil sekiranya Tuhan membiarkan ummatnya bingung karena ketidakmampuan mereka menafsirkan maksud Tuhan dalam konteks zamannya. Jabatan ulama bukanlah jabatan struktur akan tetapi ia merupakan suatu pengakuan dari ummatnya. Ummat dalam hal ini haruslah juga bersikap kritis terhadap ulamanya untuk menguji kwalitas dari seorang ulama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang tidak rasional dari kedua kelompok di atas adalah kelompok Islam sekuler. Kelompok Islam sekuler hanya memahani Islam secara parsial ,atau bisa jadi mereka ditugaskan oleh kelompok pembenci Islam untuk mendistorsi pahaman umat Islam akan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta dan manusia memiliki dimensi materi dan imateri. Islam merupakan agama yang sempurna dimana pengaturannya meliputi seluruh alam semesta ini. Ketika kehidupan beragama dipisahkan dari aktivitas politik, maka seolah-olah Islam tidak mengatur bagaimana kehidupan berpolitik dan bermasyarakat. Justru terkadang manusia memiliki pengetahuan yang terbatas terhadap realitas alam semesta ini. Sehingga manusia dapat saja berbuat kekeliruan dalam bertindak dan memutus suatu perkara. Manusia dalam hal ini seolah-olah tidak berdaya, akan tetapi kalau dicerna lebih lanjut maka ini sebenarnya menguntungkan, karena ada kerja Ilahi yang mengantarkan manusia pada kesempurnaan. Manusia cukup mentaati dan menerapkan hukum Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya manusia-manusia yang dibimbing oleh Tuhanlah yang dapat memahami realitas alam semesta. Manusia yang memahami agama Islam secara komprehensif baik dimensi materi ataupun imateri yang dapat membawa suatu masyarakat menuju arah kesempurnaan dan kebahagiaan hakiki. Selain itu diangkatnya seseorang menjadi pemimpin (nabi, para imam, atau ulama/fuqaha) juga berdasarkan gerak dan kebijaksanaan yang diraih oleh orang tersebut dalam perjalanan spiritualnya. Dalam hal ini terdapat faktor dari dari manusia itu sendiri yang kemudian dijaga dan diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan dalam Islam haruslah seorang tokoh ulama yang benar-benar bertanggung jawab penuh atas kemaslahatan dan keselamatan ummatnya. Baik itu golongan Islam Sunni atau pun Syi’ah sepakat bahwa ulama harus memimpin segala bidang baik itu spiritual maupun politik dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke dalam kriteria kepemimpinan terdapat perbedaan pandangan antara kelompok Sunni dan Syi’ah mengenai pola pemilihan kepemimpinan. Sunni sepakat bahwa kepemimpinan tersebut dipilih secara musyawarah oleh ummat Islam. Pendapat mereka ini berlandaskan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.S Asy-Syura :38 : ”…. sedang urusan mereka dengan musyawarah antara mereka….”,)dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ali-Imran :159 : ” Bermusyawarah dengan mereka dalam sesuatu urursan.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan juga pidato Umar Bin Khattab mengenai pertemuan di Saqifah yang mengharuskan ummat Islam bermusyawarah dalam menetapkan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalangan Syi’ah sepakat bahwa urusan kepemimpinan setelah Rasulullah SAW wafat, maka Allah SWT melalui Rasul-Nya telah menetapakan pemimpin setelah Rasul SAW, yaitu Ali Bin Abi Thalib beserta keturunannya dari Fathimah Az-Zahra. Bahkan kelompok Syi’ah ini memasukkan kepemimpinan ini ke dalam pokok-pokok agama (Ushuluddin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan Syi’ah memiliki alasan yang juga dilandasi Al-qur’an dan Sunnah untuk mendukung argumentasinya diantaranya adalah, yaitu QS Al-Ahzab : 33, Hadits Tsalaqain dan Hadits Ghadir Khum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan tetaplah kamu di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Q.S Al-Ahzab :33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Tsalaqain : Nabi saw bersabda, “Aku tinggalkan kepada kalian dua amanat, yaitu Kitab Allah dan keturunanku.” (Shahih Muslim, Jilid VII, hal. 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Ghadir Khum : Nabi saw bersabda, “Bukankah aku lebih berwenang atas diri kalian dibanding kalian sendiri?” Semua yang hadir mengatakan, “Betul, Ya Rasulullah.” Kemudian Nabi saw membuat deklarasi, “Ali ini adalah pemimpin (penguasa) orang yang menjadikan aku sebagai pemimpin (penguasa)-nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang dimaksud Nabi adalah bahwa Nabi akan meninggalkan dua otoritas yang menjadi tempat bertanya tentang semua masalah keagamaan dan sosial. Dalam bagian akhir hadis ini, Nabi bersabda, “Selama kalian berpegang pada keduanya, kalian tidak akan sesat.” Jadi persoalannya adalah persoalan mengikuti (berpegang). Nabi saw mendeklarasikan bahwa keturunannya sama dengan Al-Qur’an. Nabi sendiri mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah tsaqal besar, sedang keturunannya adalah tsaqal kecil.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari permasalahan di atas dapat dilihat adanya dua pokok pemikiran yang cukup tajam perbedaaannya. Kelompok Sunni percaya bahwa setelah Rasulullah SAW wafat maka kepemimpinan itu diserahkan kepada ummat Islam melalui musyawarah. Kelompok Sunni secara otomatis juga meyakini bahwa tidak ada pemimpin yang ditentukan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam hal memimpin ummat manusia di muka bumi ini, cukuplah Al-qur’an dan Sunnah Rasul sebagai pegangannya. Seorang Ulama Sunni, Dr. Ali As-Salus dalam bukunya Imamah dan Khilafah dalam Tinjauan Syar’i menyatakan bahwa kepemimpinan (Imamah) itu bukanlah ditetapkan dengan dengan nash atau penunjukan.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kelompok Syi’ah percaya bahwa kepemimpinan setelah Rasul merupakan hak Allah SWT. Tidak ada peran manusia dalam menentukan pemimpin setelah Rasulullah SAW wafat. Kelompok Syi’ah percaya bahwa Allah SWT menentukan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin ummat Islam setelah Rasulullah SAW. Kelompok Syi’ah menyatakan kebutuhan manusia akan Imam (Pemimpin), sama dengan dalil bahwa manusia membutuhkan seorang Nabi, ketika manusia memasuki zaman ketiadaan nabi, maka manusia memerlukan imam (pemimpin).[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai diskursus kedua pendapat ini, penulis mencoba untuk menarik pokok permasalahan lebih kepada argumentasi rasional dan filosofis. Alasannya bahwa kedua kelompok tersebut merupakan manusia yang memiliki akal. Akan tetapi manusia bukanlah makhluk yang berlogika. Hal ini karena ada beberapa manusia yang memiliki akal namun ia tidak menggunakan hukum-hukum akal. Logika merupakan suatu ilmu pengetahuan mengenai hukum-hukum akal yang dapat membantu manusia mengetahui benar dan salah. Manusia pasti memiliki akal karena itu merupakan suatu fitrah, akan tetapi terkadang ada manusia yang selalu menggunakan perasaan atau hawa nafsu saja. Manusia pastilah makhluk berakal, akan tetapi ia belum tentu makhluk yang berlogika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal bahwa manusia adalah makhluk hidup berjenis hewan, yang mana ia memiliki akal, hati, dan nafsu yang ghalibnya juga adalah mahluk sosial. Manusia tidak dapat melepaskan fitrah kesosialannya. Menurut muthahari dalam tiga teori pembentukan masyarakat, kefitrahan manusia sebagai unsur yang paling yang membentuk masyarkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manusia bermasyarakat karena kemampuannya berpikir dan memperhitungkan (faktor intelektual), misalkan manusia berkerja sama dalam membangun suatu perusahaan yang memberi keuntungan besar bagi manusia tersebut. Kedua, kehidupan bermasyarakat manusia merupakan dorongan dari luar diri manusia, misalkan manusia membentuk masyarakat karena untuk mempertahankan dirinya dari serangan musuh manusia lain. Ketiga, kehidupan bermasyarakat manusia itu merupakan suatu fitrah, dimana masing-masing manusia cenderung untuk menyatu dengan keseluruhan, misalkan kehidupan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kondisi ini maka manusia dapat dikatakan merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Ketika membentuk suatu masyarakat maka dimensi individu kemanusiaan tersebut masih tetap ada. Namun dari individu-individu tersebut terdapat kesamaan yang dapat menyatukannya menjadi masyarakat, misalkan bahwa manusia itu ingin selalu bahagia, akan tetapi bentuk kebahagiaan tersebut pastilah beragam. Ragam bentuk tersebut tidaklah bertentangan satu sama lain. Misalkan manusia menjadi bahagia ketika ia mendapatkan pekerjaan yang halal dan ia dambakan, ada manusia lain bahagia ketika ia mendapatkan rumah dan mobil dengan cara yang halal. Artinya dalam membentuk masyarakat terdapat tujuan bersama yang harus disepakati terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat ketika ingin mencapai tujuan bersama tersebut maka masyarakat haruslah bersifat homogen, tidaklah mungkin ia bersifat heterogen. Karena masyarakat yang bersifat heterogen, maka ia akan menjadi masyarakat yang tidak memiliki tujuan bersama. Ketika tidak memiliki tujuan bersama maka ia bukanlah masyarakat, akan tetapi hanya kumpulan manusia-manusia yang memiliki ragam tujuan yang berbeda satu sama lain. Kondisi ini akan dapat membuat chaos hubungan kehidupan manusia, dan tidaklah pernah tercipta apa yang dinamakan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa manusia tadi memiliki yang namanya akal, hati dan nafsu terhadap duniawi. Dan terkadang hawa nafsu duniawi tersebut justru menjadi berlebihan dan kemudian merusak akal dan hati manusia. Kondisi manusia seperti ini akan dapat merusak yang namanya tatanan masyarakat. Dan bahkan bila kondisi ini menyebar pada manusia yang lain, maka hawa nafsu hewani manusia tersebut berubah jiwa masyarakat. Yang kemudian masyarakat tersebut memiliki tujuan yang dominan pada kehidupan duniawi yang bersifat hewani, bahkan lebih parah lagi dari hewan, misalkan dilegalkannya oleh suatu masyarakat kehidupan seks bebas, minuman keras dijual bebas, dan bisnis prostitusi menjadi legal, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki pengetahuan yang terbatas, namun setiap manusia memiliki potensi yang sama dalam hal mencapai pengetahuan yang hakiki. Hal ini di karenakan bahwa seluruh umat manusia pada dasarnya memiliki fitrah yang baik dan sama. Akan tetapi dalam proses kehidupannya manusia banyak mendapatkan tantangan dan hambatan. Dalam proses ini manusia ada yang mampu mendapatkan pengetahuan yang hakiki, namun ada juga yang terjerumus pada kenikmatan dunia yang menyesatkan dan semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kecenderungan manusia dan masyarakat yang seperti ini, maka Allah SWT sebagai Sang Pengasih, Penyayang dan Sang Pemberi petunjuk pastilah tidak akan membiarkan hambaNya tersesat dan kehilangan jati diri kemanusiaan. Sang Pemberi petunjuk dengan sifat Keadilan-Nya pastilah menciptakan suatu hukum yang adil untuk mengatur alam semesta ini, yang di dalamnya terdapat pengaturan mengenai petunjuk hidup bagi manusia dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk tersebut kemudian kita sebut sebagai wahyu. Dunia kita ini merupakan suatu dunia yang penuh dengan tujuan. Tiap-tiap sesuatu diarahkan untuk menuju ke tujuan evolusionernya oleh kekuatan yang ada didalam dirinya, dan kekuatan yang ada didalam dirinya itu adalah petunjuk Allah. Wahyu menurut Al-qur’an tidak hanya untuk manusia saja, akan tetapi untuk seluruh ciptaan-Nya. Wahyu tersebut memiliki tingkatan-tingkatan, tingkatannya beragam sesuai dengan tingkatan kwalitas evolusi tiap-tiap sesuatu. Wahyu yang derajatnya lebih tinggi diberikan kepada nabi. Dengan petujuk tuhan inilah manusia dan masyarakat dapat melangkah menuju suatu tujuan. Tujuan ini berada diluar alam material yang kasat mata ini. Manusia dan masyarakat harus menuju pada tujuan ini. Wahyu juga memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan sosialnya, suatu kehidupan yang membutuhkan suatu hukum yang di ridhai oleh Allah SWT.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah SWT menurunkan wahyu, agar dapat dicerna oleh manusia, maka Ia menunjuk seorang nabi yang berwujud manusia. Manusia yang Allah tunjuk bukanlah sembarang manusia, akan tetapi ia haruslah terbebas dari segala macam dosa dan tinngkah lakunya harus mencerminkan sifat-sifat Allah. Manusia ini telah teruji kualitas spiritualnya. Kenapa tidak semua manusia saja yang diberikan wahyu oleh Allah SWT? Pada prinsipnya setiap manusia pastilah mendapatkan wahyu dari Allah SWT, akan tetapi terdapat tingkatan-tingkatan wahyu yang diterima oleh manusia tersebut. Tingkatan ini disesuaikan dengan kualitas spiritual manusia tersebut. Hanya Allah SWT yang tahu kwalitas spiritual manusia tersebut, yang kemudian Ia lah yang menetukan orang tersebut pantas atau tidak mengemban tugas-tugas Kerasulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu yang paling sempurna tingkat kebenarannya ada pada Rasulullah. Karena Rasul tersebut telah sampai pada kebenaranNya. Bahkan wahyu yang sempurna tersebut telah menyatu pada diri Rasul sehingga hal itu termanifestasi pada tingkah laku dan pola hidup Rasul Tidak sembarang orang yang tahu akan makna hakiki dari wahyu yang sempurna tersebut. Rasulullah SAW dapat dikatakan sebagai Al-qur’an dalam wujud manusia. Teks-teks dalam Al-qur’an tidak sembarang orang dapat mengetahui makna sesunggunya. Hanya manusia-manusia yang mampu dan memiliki sifat-sifat dan tingkah laku seperti rasul saja yang dapat memahami makna sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang sudah berbentuk kata-kata. Akan tetapi kata-kata tersebut tidaklah dapat menunjukkan makna yang sesungguhnya. Realitas sesungguhnya telah tereduksi ketika kita menggunakan sesuatu kata untuk menunjukkan suatu realitas.. Misalkan kalimat Allah SWT memiliki Dzat dan Sifat yang Maha Sempurna. Pernyataan Maha Sempurna ini tidak lah dapat menunjukkan Realitas Allah SWT yang sebenarnya. Akan tetapi bukan berarti manusia tidak dapat mengetahui makna dari ayat-ayat Al-qur’an tersebut. Tiap-tiap manusia memiliki tingkat-tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Sehingga hal ini mengakibatkan manusia memiliki pengetahuan akan ayat-ayat Allah SWT tersebut dapat berbeda-beda sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki manusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah sekarang adalah manusia mana yang pahaman yang mendekati atau sesuai dengan realitasnya/kenyataan (cakupannya). Manusia yang dapat memahami makna sesungguh (reailtasnya) adalah manusia yang sudah memiliki hubungan dengan realitas wujud dari dalam diri mereka sendiri. Mereka tidak akan mungkin melakukan kekeliruan karena mereka sudah berada dalam konteks realitas.[11] Manusia-manusia yang dikarenakan kesadaran mereka, berada dalam konteks alur realitas dan juga dihubungkan dengan asal muasal wujud, adalah bebas dari kekeliruan.[12] Misalkan saya akan pergi ke Surakarta, pengetahuan saya akan kota Surakarta adalah orangnya lembut dan memiliki memiliki bangunan tua. Pahaman saya ini bisa jadi belum sempurna, karena saya tidak berada pada realitas kota Surakarta tersebut. Berbeda dengan orang Surakarta, pahamannya akan kota Surakarta pastilah lebih baik dari saya yang bukan orang Surakarta. Karena orang Surakarta pastilah memiliki hubungan dan berada dalam realitas kota Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW merupakan manusia yang sudah memiliki hubungan dengan seluruh alam semesta ini, begitu juga dengan ayat-ayat Allah SWT. Untuk itu ia pastilah mengetahui akan makna yang sesungguhnya dari ayat-ayat Allah SWT tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Allah ini kemudian disampaikan Rasul kepada ummatnya. Ia juga diperintahkan agar membimbing dan mengantarkan serta memberikan sarana pada umat untuk melintasi jalan yang menuju pada tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Ketika ada manusia yang tidak sampai pada pengetahuan hakiki dari wahyu Allah tersebut, maka Rasulullah SAW bertugas menerangkan makna dari wahyu tersebut sesuai dengan tingkat kwalitas pengetahuan manusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ketika Rasulullah SAW wafat, apakah seluruh umat Islam sudah mengetahui makna sesungguhnya dari wahyu Allah SWT? Dan apakah ada orang yang mampu memiliki tingkat pengetahuan yang mendekati atau sama dengan Rasulullah SAW? Dan apakah manusia sudah mengetahui dan memahami apa yang menjadi tujuannya di dunia ini dan hendak kemanakah tujuan hidupnya tesebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW wafat, maka tidaklah mungkin beliau meninggalkan umatnya tanpa seorang pemimpin, yang mana telah beliau didik untuk sampai pada pengetahuan akan realitas alam semesta ini, dan juga realitas dari ayat-ayat Allah SWT. Karena tingkat kwalitas pengetahuan manusia yang berbeda-beda, juga masih adanya manusia yang belum mengetahui makna dari ayat-ayat Allah SWT, dan juga masih ada manusia yang belum mengetahui, memahami tujuan hidupnya, maka Rasulullah SAW atas perintah Allah SWT pastilah memilih seorang dari ummat Islam untuk menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin tersebut harus memiliki tingkat pengetahuan yang sama dengan Rasulullah SAW, dan juga pemimpin tersebut harus bebas dari segala bentuk dosa kecil apalagi besar (ma’sum). Akan tetapi ia bukanlah menjadi seorang nabi, karena tidak ada risalah baru yang disampaikan. Islam telah menjadi agama yang sempurna, namun masih di butuhkan orang yang dapat menjaga risalah Islam dan membuat ummat Islam mudah untuk mencapai tujuannya. Tugas seorang pemimpin ini adalah mengawasi, memimpin, dan memperhatikan ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan antara seorang pemimpin dan nabi. Nabi itu bertugas sebagai pemandu, pembimbing, serta juga memberikan sarana untuk melintasi jalan dalam mencapai tujuan. Sedangkan pemimpin adalah orang yang membuat pengikutnya mudah untuk mencapai tujuan, mengawasi, memimpin, dan memperhatikan ummat Islam.[13] Ada kalanya seseorang tersebut menjadi nabi sekaligus pemimpin, seperti yang terjadi pada diri Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW wafat, panduan dan sarana untuk ummat Islam dalam mencapai tujuannya haruslah tetap terjaga kesuciannya. Untuk itu dibutuhkan seorang pemimpin yang diangkat oleh Rasulullah SAW berdasarkan atas perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya argumentasi ini, maka pemimpin dalam Islam setelah Rasul wafat haruslah ada. Pemimpin tersebut bukanlah dipilih atas kehendak ummat Islam, akan tetapi ia harus diangkat oleh Rasulullah SAW atas perintah Allah SWT. Hal ini dikarenakan, ukuran tingkat atau kualitas pengetahuan serta spiritual seseorang hanya Allah SWT yang tahu, yang kemudian ini disampaikan kepada Rasulullah SAW. Untuk menjadi pemimpin, manusia tersebut pastilah harus melewati proses pendidikan oleh Rasulullah SAW, disamping ia juga memiliki potensi fitrah yang di berikan oleh Allah SWT. Manusia tersebut adalah Imam Ali Bin Abi Thalib, yang kemudian diteruskan oleh keturunannya yang memiliki pengetahuan luas dan suci dari segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Syarat-syarat kepemimpinan dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan setelah Rasulullah SAW ini, merupakan pemimpin yang memiliki kualitas spiritual yang sama dengan Rasul, terbebas dari segala bentuk dosa, memiliki pengetahuan yang sesuai dengan realitas, tidak terjebak dan menjauhi kenikmatan dunia, serta harus memiliki sifat adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin setelah Rasul harus memiliki kualitas spiritual yang sama dengan Rasul. Karena pemimpin merupakan patokan atau rujukan umat Islam dalam beribadah setelah Rasul. Oleh sebab itu ia haruslah mengetahui cita rasa spritual yang sesuai dengan realitasnya, agar ketika menyampaikan sesuatu pesan maka ia paham betul akan makna yang sesungguhnya dari realitas (cakupan) spiritual tersebut. Ketika pemimpin memiliki kualitas spiritual yang sama dengan rasul maka pastilah ia terbebas dari segala bentuk dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Murtadha Muthahhari, umat manusia berbeda dalam hal keimanan dan kesadaran mereka akan akibat dari perbuatan dosa. Semakin kuat iman dan kesadaran mereka akan akibat dosa, semakin kurang mereka untuk berbuat dosa. Jika derajat keimanan telah mencapai intuitif (pengetahuan yang didapat tanpa melalui proses penalaran) dan pandangan bathin, sehingga manusia mampu menghayati persamaan antara orang melakukan dosa dengan melemparkan diri dari puncak gunung atau meminum racun, maka kemungkinan melakukan dosa pada diri yang bersangkutan akan menjadi nol.[14] Saya memahami apa yang dikatakan Muthahhari derajat keimanan telah mencapai intuitif dan pandangan bathin ini adalah sebagai telah merasakan cita rasa realitas spiritual. Dengan adanya kondisi telah merasakan cita rasa realitas spiritual, maka pastilah Rasulullah SAW dan Imam Ali Bin Abi Thalib beserta keturunannya tadi terbebas dari segala bentuk dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini juga akan berkonsekuensi pada pengetahuannya yang sesuai dengan realitas dari wujud atau pun suatu maujud. Ketika pemimpin tersebut mengetahui realitas dari seluruh alam, maka pastilah ia tahu akan kualitas dari dunia ini yang sering menjebak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seorang pemimpin haruslah juga memiliki sifat adil. Rasulullah SAW pernah berkata bahwa, ”Karena keadilanlah, maka seluruh langit dan bumi ini ada.”[15] Imam Ali Bin Abi Thalib mendefiniskan keadilan sebagai menempatkan sesuatu pada tempatnya yang layak. Keadilan bak hukum umum yang dapat diterapkan kepada manajemen dari semua urusan masyarakat. Keuntungannya bersifat universal dan serba mencakup. Ia suatu jalan raya yang melayani semua orang dan setiap orang.[16] Penerapan sifat keadilan oleh seorang pemimpin ini dapat dilihat dari cara ia membagi ruang-ruang ekonomi, politik, budaya, dsb pada rakyat yang dipimpinnya. Misalkan tidak ada diskriminasi dengan memberikan hak ekonomi (berdagang) pada yang beragama Islam, sementara yang beragama kristen tidak diberikan hak ekonomi, karena alasan agama. Terkecuali memang dalam berdagang orang tersebut melakukan kecurangan maka ia diberikan hukuman, ini berlaku bagi agama apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelas bahwa setelah Rasulullah SAW wafat, maka ummat Islam sebenarnya memiliki seorang pemimpin, yakni Imam Ali Bin Abi Thalib. Kemudian dilanjutkan oleh beberapa keturunannya, yang mana akhir dari kepemimpinan tersebut adalah Imam Mahdi, yang disebut sebagai Imam akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sekarang ini, Dimanakah Imam Mahdi tersebut? dan siapakah yang memimpin umat Islam di zaman ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada 4 dasar falsafi kepemimpinan kelompok dalam Islam (syi’ah), yaitu[17] :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Allah adalah hakim mutlak seluruh alam semesta dan segala isinya.. Allah adalah Malik al-Nas, pemegang kedaulatan, pemilik kekuasaan, pemberi hukum. Manusia harus dipimpin oleh kepemimpinan Ilahiyah. Sistem hidup yang bersumber pada sistem ini disebut sistem Islam, sedangkan sistem yang tidak bersumber pada kepemimpinan Ilahiyah disebut kepemimpinan Jahiliyah. Hanya ada dua pilihan kepemimpinan Allah atau kepemimpinan Thagut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kepemimpinan manusia yang mewujudkan hakimiah Allah dibumi adalah Nubuwwah. Nabi tidak saja menyampaikan Al-qanun Al-Ilahi dalam bentuk kitabullah, tetapi juga pelaksana qanun itu sendiri. ”Seperangkat hukum saja tidak cukup untuk memperbaiki masyarakat. Supaya hukum dapat menjamin kebahagiaan dan kebaikan manusia, diperlukan pelaksana.” menurut Khomeini. Para Nabi diutus untuk menegakkan keadilan, menyelamatkan masyarakat manusia dari penindasan. Nabi telah menegakkan pemerintahan Islam dan Imamah keagamaan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, garis Imamah melanjutkan garis Nubuwwah dalam memimpin ummat. Setelah zaman Nabi berakhir dengan wafatnya Rasulullah SAW, kepemimpinan ummat dilanjutkan oleh para imam yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya. Setelah lewat zaman Nabi, maka datanglah zaman Imam. Jumlah Imam ini ada 12 (dua belas), pertama adalah Imam Ali Bin Abi Thalin, dan yang terakhir adalah Muhammad ibn Al-Hasan Al Mahdi Al Muntazhar, yang sekarang dalam keadaan gaib. Imam Mahdi mengalami dua ghaibah, yakni ketika dia bersembunyi didunia fisik, dan mewakilkan kepemimpinannya kepada Nawab al-Imam (wakil Imam), dan ghaibah kubra, yaitu setelah Ali Ibn Muhammad wafat, sampai kedatangannya kembali pada akhir zaman. Pada ghaibah kubra inilah kepemimpinan dilanjutkan oleh para faqih, hingga akhir zaman tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, para faqih diberikan beban menjadi khalifah. Kepemimpinan Islam berdasarkan atas hukum Allah. Oleh karena seorang faqih haruslah orang yang lebih tahu tentang hukum Illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rakhmat dalam buku Yamani yang berjudul, filsafat Politik Islam, menyebutkan bahwa secara terperinci seorang faqih harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Faqahah, mencapai derajat mujtahid mutlak yang sanggup melakukan istinbath hukum dari sumber-sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. ’adalah : memperlihatkan ketinggian kepribadian, dan bersih dari watak buruk. Hal ini ditunjukkan dengan sifat istiqamah, al shalah, dan tadayyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kafa’ah : memiliki kemampuan untuk memimpin ummat, mengetahui ilmu yang berkaitan dengan pengaturan masyarakat, cerdas, matang secara kejiwaan dan ruhani.[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Khomeini, selain persyaratan umum seperti kecerdasan dan kemampuan mengatur (mengorganisasi), ada dua syarat mendasar lainnya bagi seorang fuqaha yaitu pengetahuan akan hukum dan keadilan. Seorang fuqaha sebenarnya adalah wujud dari hukum Islam itu sendiri.[19] Dengan ini terlihat bahwa seorang fuqaha itu tidaklah boleh untuk berbuat salah.[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum akhir zaman tiba, maka kepemimpinan Islam haruslah di pegang oleh seorang ulama (faqih) yang memenuhi syarat-syarat. Tidak sembarang manusia dapat menjadi faqih (ulama). Manusia harus melewati proses-proses pengujian baik secara intelektual maupun spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita selalu mendapatkan bimbingan dan hidayah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENUTUPHukum-hukum Allah adalah suatu keniscayaan yang mengatur ummat manusia, yang membantu manusia dalam mencapai realitas kebahagiaan. Hukum-hukum Allah ditegakkan agar keadilan dan kebenaran dapat terjamah oleh orang-orang yang tertindas dan terdzalimi.Sekarang ini untuk terjaganya hukum-hukum Illahiah yang mengatur kehidupan umat manusia dan masyarakat, maka di butuhkan seorang pemimpin yang memiliki pengetahuan luas tentang hukum Allah dan keadilan, akhlak yang mulia, matang secara kejiwaan dan ruhani, kemampuan mengatur (mengorganisasi), dan memiliki pola hidup yang sederhana. Intinya pemimpin haruslah wujud dari hukum Islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Andi Anas, Konsep Wilayah Al-Faqih menurut Imam Khomeini, Skripsi pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UNISBA, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dr Ali As-Salus, Imamh dan Khilafah dalam Tinjauan Syar’i, Gema Insani Press, Jakarta,1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Haidar Bagir dalam Ali Syari’ati, Ummah dan Imamah, Suatu Tinjauan Sosiologis, Bandung, Pustaka Hidayah, 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jalaluddin Rakhmat dalam Yamani, Filsafat politik Islam antara Al-Farabi dan Khomeini, Mizan, Bandung, 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ibrahim Amini, Para Pemimpin Teladan, Al-huda, Jakarta 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Murtadha Muthahhari, Manusia dan Alam Semesta, Lentera, Jakarta,2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Murtadha Muthahhari, Falsafah Kenabian, terj. Ahsin Muhammad, Bandung, Pustaka Hidayah 1991&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Murtadha Muthahhari, Tema-tema pokok Nahj al- Balaghah, Al-Huda, Jakarta,2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Imam Khomeini, Sistem Pemerintahan Islam, Pustaka Zahra, Jakarta, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Murtadha Muthahhari, Manusia dan Alam Semesta, Lentera, Jakarta, hlm 423&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Al-Milal wan-Nihal I/24 atau lihat Dr Ali As-Salus, Imamh dan Khilafah dalam Tinjauan Syar’i, Gema Insani Press, Jakarta, hlm16..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Ibrahim Amini, Para Pemimpin Teladan, Al-huda, Jakarta 2005, hlm 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Haidar Bagir dalam Ali Syari’ati, Ummah dan Imamah, Suatu Tinjauan Sosiologis, Bandung, Pustaka Hidayah, 1989, Hlm 16-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Ushul Kafi, jilid 1 hal 58 kitab Fadhlu al ilm, bab al-musta ‘kilubi ilmihi wal mubahy bihi, hadis 5. lihat Imam Khomeini. Sistem Pemerintahan Islam, hal 90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Murtadha Muthahhari, Manusia dan Alam Semesta, Lentera, Jakarta, hlm 467&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Dr. Ali As-Salus, Imamah dan Khilafah Dalam Tinjauan Syar’i,Gema Insani Press, Jakarta 1997,hlm 181-182.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Ibrahim Amini, Para Pemimpin Teladan, Al-huda, Jakarta 2005, hlm 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Murtadha Muthahhari, Manusia dan Alam Semesta, Lentera, Jakarta, hlm 116.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Andi Anas, Konsep Wilayah Al-Faqih menurut Imam Khomeini, Skripsi pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UNISBA, 2006, hlm 34.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Murtadha Muthahhari, Manusia dan Alam Semesta, Lentera, Jakarta, hlm 432-433.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Murtadha Muthahhari, Falsafah Kenabian, terj. Ahsin Muhammad, Bandung, Pustaka Hidayah 1991, hlm12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Andi Anas, Konsep Wilayah Al-Faqih menurut Imam Khomeini, Skripsi pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UNISBA, 2006, hlm 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Murtadha Muthahhari, Tema-tema pokok Nahj al- Balaghah, Al-Huda, Jakarta,2002,hlm 106-107.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Andi Anas, Konsep Wilayah Al-Faqih menurut Imam Khomeini, Skripsi pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UNISBA, 2006, hlm 40-41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Jalaluddin Rakhmat dalam Yamani, Filsafat politik Islam antara Al-Farabi dan Khomeini, Mizan, Bandung, 2003, hlm 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Imam Khomeini, Sistem Pemerintahan Islam, Pustaka Zahra, Jakarta, 2002, hlm 63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Andi Anas, Konsep Wilayah Al-Faqih menurut Imam Khomeini, Skripsi pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UNISBA, 2006, hlm 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Iqbal Tawakal P&lt;br /&gt;http://ressay.wordpress.com/2007/07/28/kepemimpinan-dalam-masyarakat-islam/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-2702693520807581741?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/2702693520807581741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=2702693520807581741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2702693520807581741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2702693520807581741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/07/kepemimpinan-dalam-masyarakat-islam.html' title='Kepemimpinan Dalam Masyarakat Islam'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-711697149888530247</id><published>2009-06-10T22:42:00.001-07:00</published><updated>2009-06-10T22:42:35.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Makna Syahadatain</title><content type='html'>Maka ketahuilah sesungguhnya tidak ada illah melainkan Allah….. (QS47:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah umat Islam kini sangat banyak. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai Islam keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua. Kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada Islam secara benar, orisinil dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat memahami Islam dimulai dari memahami inti sari ajarannya yaitu dua kalimat syahadah (syahadatain). Kalimat tersebut terdiri dari Laa Ilaaha Illallah dan Muhammadun Rasulullah. Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami hakikat kalimat syahadah, kita dapat terjerembab ke dalam penyakit kebodohan dan kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadatain merupakan fondasi atau asas dari bangunan keislaman seorang muslim. Jika fondasinya tidak kuat maka rumahnya pun tidak akan kuat bertahan. Ayat di atas, menjelaskan bahwa umat Islam tidak dibenarkan hanya sekedar mengucapkan atau melafalkan dua kalimat syahadah, tetapi seharusnya betul-betul memahaminya. Kata fa’lam berarti “maka ketahuilah, ilmuilah….” Artinya Allah memerintahkan untuk mengilmui atau memahami kalimat Laa Ilaaha Illallah bukan sekedar mengucapkannya, tetapi dengan yang pada gilirannya akan membentuk keyakinan (i’tiqod) dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Syahadatain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat syahadah sangat penting dipahami karena beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam (madkholu ilal Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam ibarat rumah atau bangunan atau sistem hidup yang menyeluruh, dan Allah memerintahkan setiap muslim untuk masuk secara kaaffah ( Qs 2:208 ). Untuk memasukinya akan melalui sebuah pintu gerbang, yaitu syahadatain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlaku baik bagi kaum muslimin atau non muslim. Artinya, pemahaman Islam yang benar dimulai dari pemahaman kalimat itu. Pemahaman yang benar atas kedua kalimat ini mengantarkan manusia ke pemahaman akan hakikat ketuhanan (rububiyyah) yang benar juga. Mengimani bahwa Allah-lah Robb semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Intisari doktrin Islam (Khulasoh ta’aliimil Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari ajaran Islam terdapat terdapat dalam dua kalimat syahadah. Asyhadu anlaa ilaaha illallah (Aku bersaksi: sesungguhnya tidak ada Ilaah selain Allah) dan asyhadu anna muhammadan rasulullah (Aku bersaksi: sesungguhnya Muhammad Rasul Allah). Pertama, kalimat syahadatain merupakan pernyataan proklamasi kemerdekaan seorang hamba bahwa ibadah itu hanya milik dan untuk Allah semata (Laa ma’buda illallah), baik secara pribadi maupun kolektif (berjamaah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan yang bermakna membebaskan dari segala bentuk kemusyrikan, kekafiran dan api neraka. Kita tidak mengabdi kepada bangsa, negara, wanita, harta, perut, melainkan Allah-lah yang disembah (al-ma’bud). Para ulama menyimpulkan kalimat ini dengan istilah Laa ilaaha illallah ‘alaiha nahnu; “di atas prinsip kalimat laa ilaaha illallah itulah kita hidup, kita mati dan akan dibangkitkan”. Rasulullah juga bersabda “Sebaik-baik perkataan, aku dan Nabi-nabi sebelumku adalah Laa ilaaha illallah” (al-Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sering mengulang kalimat ini sebagai dzikir yang diresapi dengan pemahaman yang benar - bukan hanya melisankan - adalah sebuah keutamaan yang dapat meningkatkan keimanan. Keimanan yang kuat, membuat hamba menyikapi semua perintah Allah dengan mudah. Sebaliknya, perintah Allah akan selalu terasa berat di saat iman kita melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat syahadatain juga akan membuat keimanan menjadi bersih dan murni, ibarat air yang suci. Allah akan memberikan dua keuntungan bagi mereka yang beriman dengan bersih, yaitu hidup aman atau tentram dan mendapat petunjuk dari Allah. Sebagaimana Dia berfirman dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” (QS 6:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, berarti kita seharusnya meneladani Rasulullah dalam beribadah kepada Allah. Karena beliau adalah orang yang paling mengerti cara (kaifiyat) beribadah kepada-Nya. Sebagaimana disabdakan Nabi SAW: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat…”. Selanjutnya hal ini berlaku untuk semua aspek ibadah di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dasar-dasar Perubahan (Asasul inqilaab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang dimaksud adalah perubahan mendasar dalam kehidupan manusia, yaitu perubahan dari kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya (Islam); minazzuluumati ilannuur. Perubahan yang dimaksud mencakup aspek keyakinan, pemikiran, dan hidupnya secara keseluruhan, baik secara individu maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara individu, berubah dari ahli maksiat menjadi ahli ibadah yang taqwa; dari bodoh menjadi pandai; dari kufur menjadi beriman, dst. Secara masyarakat, di bidang ibadah, merubah penyembahan komunal berbagai berhala menjadi menyembah kepada Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang ekonomi, merubah perekonomian riba menjadi sistem Islam tanpa riba, dan begitu seterusnya di semua bidang. Syahadatain mampu merubah manusia, sebagaimana ia telah merubah masyarakat di masa Rasulullah dan para shahabat terdahulu. Diawali dengan memahami syahadatain dengan benar dan mengajak manusia meninggalkan kejahiliyahan dalam semua aspeknya kepada nilai-nilai Islam yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hakikat Da’wah para Rasul (Haqiqotud Da’watir Rasul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nabi, sejak Adam AS sampai Muhammad SAW, berda’wah dengan misi yang sama, mengajak manusia pada doktrin dan ajaran yang sama yaitu untuk beribadah kepada Allah saja dan meninggalkan Thogut. Itu merupakan inti yang sama dengan kalimat syahadatain, bahwa tiada Ilaah selain Allah semata. Seperti difirmankan Allah SWT: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhi thogut itu” (QS 16:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keutamaan yang Besar (Fadhooilul ‘Azhim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat syahadatain, jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjanjikan keutamaan yang besar. Keutamaan itu dapat berupa moral maupun material; kebahagiaan di dunia juga di akhirat; mendapatkan jaminan syurga serta dihindarkan dari panasnya neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Syahadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Syahadah Pertama adalah : “ Aku bersaksi, mengakui, berjanji, bersumpah, serta menyatakan ( mengikrarkan ) bahwa tiada Illah yang berhaq diibadahi dengan sebenar-benarnya kecuali Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Syahadah kedua adalah merupakan pengakuan terhadap kerasulan Muhammad : Aku bersaksi, mengakui, berjanji, bersumpah, serta menyatakan bahwa Muhammad itu Utusan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat dalam makna Haqiqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna haqiqi Syahadah adalah kecintaan / kecenderungan ( Mahabah ) Qs. 6:162-164 dan keridloan kepada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Alloh sebagai Robb Qs. 6:162-164 / 26:164&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Islam sebagai Din ( System Hidup ) Qs. 5:3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Rasul sebagai Uswah Hasanah Qs. 33:21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadah dalam Makna Taklifi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya awal seseorang dibebani tanggung Jawab untuk melaksanakan Hukum-hukum Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Syahadah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Laa-Mathluubaillalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang dicari dan diusahakan kecuali Rahmat dari Alloh&lt;br /&gt;Tiada yang dicari dan diusahakan kecuali Pemimpin pembawa amanah Alloh&lt;br /&gt;Tiada yang dicari dan diusahakan kecuali Daulah Kurnia Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laa-Ma’buudaillalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang disembah dan diibadahi kecuali Alloh&lt;br /&gt;Tiada yang ditaati dan disetiai kecuali Pemimpin pembawa amanah Alloh&lt;br /&gt;Tiada yang dijunjung tinggi kecuali DINULLOH ( Negara Islam )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Laa-Maqshuudaillalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada sesuatu maksud yang dituju, melainkan hanya melaksanakan tugas illahy ; memperjuangkan DINULLOH ( Negara Islam )&lt;br /&gt;Tiada sesuatu maksud yang dituju kecuali Idharnya Pemimpin pembawa amanah Alloh.&lt;br /&gt;Tiada sesuatu maksud yang dituju kecuali Idharnya DINULLOH ( Negara Islam )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Laa-Maujuudaillalloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada wujud mutlak dan hakiki kecuali Alloh&lt;br /&gt;Tiada yang diakui wujud kecuali Pemimpin pembawa amanah Alloh&lt;br /&gt;Tiada yang diakui wujud kecuali DINULLOH ( Negara Islam )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Syah Syahadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pernyataan / Ikrar ( 63 :1 / 3 ; 81,3 : 52 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang bersyahadah berarti dia Harus berikrar atau menyatakan, bukan hanya mengucapkan kesaksian yang tumbuh dari dalam hati bahwa Tidak Ada Ilaah Selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersumpah ( 24 : 6 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang bersyahadah berarti juga bersumpah, kesediaan yang siap menerima akibat dan resiko apapun bahwa tiada Ilaah selain Allah saja dan Muhammad adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pernyataan Iman untuk dipersaksikan ( 36 ; 25 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang Yang bersyahadah menyatakan imannya dengan sungguh-sungguh dengan tidak ragu-ragu lagi dan dipersaksikan oleh waliulloh. ( 17 : 71 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada Saksi / Disaksikan ( 85 : 3 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang bersyahadah dengan dipersaksikan, maka yang menyaksikan itu akan jadi saksi keimanan seseorang tersebut didunia atau akhirat. ( 17 : 71 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dicatat / Tercatat ( 5 : 83 / 3 :53 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang sudah bersyahadah akan tercatat didalam naungan Konstitusi Islam, ia akan menjadi rakyatnya / ummatnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadah muslim yang dinyatakan dengan kesungguhan, yang merupakan janji suci, sekaligus sumpah kepada Allah SWT; merupakan ruh keimanan. Iman adalah keyakinan tanpa keraguan, penerimaan tanpa keberatan, kepercayaan terhadap semua keputusan Allah (QS 49:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan itu bukanlah angan-angan, tetapi mencakup 3 hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dikatakan dengan lisan (al-Qoul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadah diucapkan dengan lisan dengan penuh keyakinan. Semua perkataan yang keluar dari lisan mu’min senantiasa baik dan mengandung hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dibenarkan dengan hati (at-tashdiiq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah lahan menyemai benih-benih keimanan. Semua yang keluar dari lisan digerakkan oleh hati. Apa yang ada dalam hati akan dicerminkan dalam perkataan dan perbuatan. Dalam hadist Bukhori digambar oleh Nabi SAW bahwa: “Ilmu (hidayah) yang Aku bawa ibarat air hujan, ada jenis tanah yang subur menumbuhkan tanaman, ada tanah yang tidak menumbuhkan hanya menampung air, ada jenis tanah yang gersang, tidak menumbuhkan juga tidak menampung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, dalam al-Qur’an, membagi hati manusia menjadi tiga, yaitu -hati orang mu’min (QS 26: 89), -hati orang kafir (QS 2: 7) dan -hati orang munafiq (QS 2: 10). Hati orang kafir yang tertutup dan hati munafik yang berpenyakit takkan mampu membenarkan keimanan (at-tashdiiqu bil qolb). Sedangkan hati orang mu’min itulah yang dimaksud Rasulullah SAW sebagai tanah yang subur yang dapat menumbuhkan pohon keimanan yang baik. Akar keyakinannya menjulang kuat ke tanah, serta buah nilai-nilai ihsannya dapat bermanfaat untuk manusia yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perbuatan (al-‘Amal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan (amal) digerakkan atau termotivasi dari hati yang ikhlas dan pembenaran iman dalam hati. Seseorang yang hanya bisa mengucapkan dan mengamalkan tanpa membenarkan di hati, tidak akan diterima amalnya. Sifat seperti itu dikategorikan sebagai orang munafik, yang selalu bicara dengan lisannya bukan dengan hatinya. Karena munafik memiliki tiga tanda: bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, bila diberi amanah ia berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan, pembenaran di hati dan amal perbuatan adalah satu kesatuan yang utuh. Ketiganya akan melahirkan sifat istiqomah, tetap, teguh dan konsisten. Sebagaimana dijelaskan dalam QS 41:30, sikap istiqomah merupakan proses yang terus berjalan bersama keimanan. Mu’min mustaqim akan mendapatkan karunia dari Allah berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Keberanian (asy-Syajaa’ah), yang lahir dari keyakinan kepada Allah. Berani menghadapi resiko tantangan hidup, siap berjuang meskipun akan mendapatkan siksaan. Lawan keberaniaan adalah sifat pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Ketenangan (al-Ithmi’naan), yang lahir dari keyakinan bahwa Allah akan selalu membela hamba-Nya yang mustaqim secara lahir bathin. Lawannya adalah sifat bersedih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=&gt; Optimis (at-Tafaa’ul), lahir dari keyakinan terhadap perlindungan Allah dan ganjaran Allah yang Maha sempurna. Orang yang optimis akan tentram akan kemenangan hakiki, yaitu mendapatkan keridhoan Allah (mardhotillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga karunia Allah kepada orang mustaqim akan dilengkapi Allah dengan anugerah kebahagiaan hidup (as-Sa’aadah), baik di dunia dan akhirat. Inilah pemahaman terhadap konsep syahadah. Tidak mudah dalam pelaksanaannya, karena kita berharap agar Allah memberikan kesabaran dalam memahaminya serta melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar Berlari berlari dalam dadaku,&lt;br /&gt;singgah disetiap kota.&lt;br /&gt;Hanya sekadar berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" HIDUPLAH DENGAN SYAHADAT "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diantara ribuan jiwa yang tengadah, menentang.&lt;br /&gt;Merasa setiap jiwa berkuasa terhadap jiwa yang lain.&lt;br /&gt;Mereka berteriak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adalah ribuan abad kami membangun peradaban,&lt;br /&gt;Maka engkau muncul dari entah hanya fatamorgana&lt;br /&gt;bagi kami !!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar tersenyum dalam dadaku,&lt;br /&gt;Langkahnya mantap.Masih dengan kata :&lt;br /&gt;" HIDUPLAH DENGAN SYAHADAT ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;Agenda Muslim Iqra’&lt;br /&gt;Ust. Tizar zein &amp; Adi&lt;br /&gt;iqraku.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-711697149888530247?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/711697149888530247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=711697149888530247' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/711697149888530247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/711697149888530247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/06/makna-syahadatain.html' title='Makna Syahadatain'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-9079391267033052757</id><published>2009-05-31T06:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T06:19:17.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Apakah Benar Engkau Seorang Pejuang?</title><content type='html'>Benarkah engkau seorang pejuang? Mengaku diri sebagai pejuang, sebagai jundullah, sebagai aktivis, namun akhlak maupun tsaqafahnya tidak mencerminkan hal itu. Mengaku diri sebagai mujahid, namun niat ternoda oleh selain-Nya. Inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sindir di dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu mengira kamu akan dibiarkan saja mengatakan ‘kami beriman’ sedang mereka tidak di uji lagi?” (QS. Al Ankaabut: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sang Pejuang Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kita sebaiknya mengevaluasi diri, apakah kita memang sudah benar-benar menjadi pejuang di jalan-Nya atau jangan-jangan, baru sebatas khayalan dan angan-angan kosong belaka. Inginkan syurga, tetapi tidak siap menggadaikan diri, harta dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. 3:142).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,,, kita mengira akan masuk surga dengan pegorbanan yang sedikit, seakan ingin menyamakan diri dengan hukum ekonomi kapitalis, “Mendapatkan output yang sebesar-besarnya, semaksimal mungkin, dengan input yang seminimal mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai,, sesungguhnya hari akhir itu adalah perkara yang besar. Dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi itu, sangat mahal harganya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Generasi awal sukses karena zuhud dan teguhnya keyakinan, sedang ummat terakhir hancur karena kikir dan banyak berangan muluk kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat nasyid-nasyid perjuangan dilantunkan, gemuruh di dalam dada menjadi berkobar-kobar untuk berjuang. Tetapi sayang, ternyata hanya tersimpan di dalam dada dan semangat itu ikut surut seiring dengan berakhirnya lantunan nasyid. Tidak keluar dalam amaliyah yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, keimanan bukanlah dilihat dari yang paling keras teriakan takbirnya, bukan pula dari yang paling deras air matanya kala muhasabah, dan bukan pula dari yang paling ekspresif menunjukkan kemarahan kala melihat Israel menyerang Palestina. Bukan pula dari yang paling banyak simbol-simbol keagamaannya. Karena itu semua hanya sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya keistiqomahan dalam berjuang, itulah indikasi keimanan sang pejuang yang sebenarnya. Pejuang yang sabar menapaki hari-hari dengan mengibarkan panji Illahi Rabbi. Yang selalu bermujahadah mengamalkan Al Qur’an. Teguh pendirian. Tak kenal henti. Hingga terminal akhir, syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan memakai sedikit waktu untuk berda’wah, sudah menganggap diri telah melakukan totalitas perjuangan? Padahal para nabi tidaklah menjadikan da’wah ini hanya sekedarnya saja, tetapi sebagaimana dicantumkan dalam Surat Nuh ayat 5 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dalam surat Al Muzzamil,&lt;br /&gt;“Hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan, dan Rabbmu agungkanlah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ayat itu turun, sang nabi akhir zaman selalu siaga dalam kehidupan. Bahkan, hingga menjelang ajalnya, Rasulullah tengah menyiapkan peperangan untuk menegakkan Al Haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pejuang, tetapi makanannya adalah sebaik-baik makanan, dan pakaiannya adalah sebaik-baik pakaian. Dan dengan tanpa rasa berdosa, asyik menonton sinetron-sinetron cinta dan acara gosip, mendengar lagu-lagu cinta, berghibah, perut kenyang, banyak tidur, dan mengabaikan waktu, lalu berharap mendapatkan syurga? Sangatlah jauh, bagaikan pungguk merindukan rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah berbedanya dengan yang dicontohkan Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar, Mush’ab bin Umair dan para sahabat yang lainnya. Yang setelah mendapatkan hidayah, mereka justru menjauhi kemewahan hidup. Mereka mampu secara ekonomi, tetapi mereka tidak rela menikmati dunia yang melalaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejuang harus memahami jalan mendaki yang akan dilaluinya. Sang Nabi tak pernah tertawa keras apatah lagi terbahak-bahak. Dan hal itu dikarenakan keimanan yang tinggi akan adanya hari akhir, akan adanya syurga dan neraka. Ada amanah da’wah yang besar di pundaknya, lantas bagaimana mungkin seorang pejuang akan banyak bercanda? Imam Hasan Al Banna memasukkan “keseriusan” atau tidak banyak bergurau sebagai bahagian dari 10 wasiatnya. Dan dikisahkan pula bahwa Sholahuddin Al Ayyubi tak pernah tertawa karena Palestina belum terbebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringnya suasana ruhiyah di lingkungan kita, bisa jadi karena di antara kita -saat di luar halaqah- jarang saling bertaushiyah tentang hari akhir. Bahkan sungguh aneh, dapat tertawa dan tidak menyimak ketika Al Qur’an dibacakan di dalam pembukaan ta’lim. Atau saat kaset murottal diputar, mengobrol tak mengindahkan. Yang mengindikasikan bahwa Al Qur’an itu baru sampai di tenggorokan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan tiba suatu masa dalam ummat ketika orang membaca Al Qur’an, namun hanya sebatas tenggorokannya saja (tidak masuk ke dalam hatinya).” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah air mata keimanan? Ya Rabbi., ampunilah kelemahan kami dalam menggusung panji-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kederisasi generasi sebaiknya tidak melulu tentang pergerakan dan mengabaikan aspek keimanan. Keimanan harus senantiasa dihembuskan dimana saja karena ia adalah motor penggerak yang hakiki. Iman adalah akar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Muwashofat Sang Pejuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada 20 kriteria yang harus dimiliki pejuang, yang disarikan dari Al Qur’an dan hadits, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aqidahnya bersih (saliimul ‘aqiidah)&lt;br /&gt;2. Akhlaknya solid (Matiinul khuluqi)&lt;br /&gt;3. Ibadahnya benar (Shohiihul I’baadah)&lt;br /&gt;4. Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi)&lt;br /&gt;5. Pikirannya intelek (Mutsaqqoful fikri)&lt;br /&gt;6. Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi)&lt;br /&gt;7. Mampu berusaha mencari nafkah (Qaadiirun ‘alal kasbi)&lt;br /&gt;8. Efisien dalam memanfaatkan waktu (Hariisun ‘alal waqti)&lt;br /&gt;9. Bermanfaat bagi orang lain (Naafi’un lighoirihi)&lt;br /&gt;10. Selalu menghindari perkara yang samar-samar (Ba’iidun ‘anisy syubuhat)&lt;br /&gt;11. Senantiasa menjaga dan memelihara lisan (Hifdzul lisaan)&lt;br /&gt;12. Selalu istiqomah dalam kebenaran (istiqoomatun filhaqqi)&lt;br /&gt;13. Senantiasa menundukkan pandangan dan memelihara kehormatan (Gaddhul bashor wahifdul hurumat)&lt;br /&gt;14. Lemah lembut dan suka memaafkan (Latiifun wahubbul ‘afwi)&lt;br /&gt;15. Benar, jujur dan tegas (Al Haq, Al-amanah-wasyja’ah)&lt;br /&gt;16. Selalu yakin dalam tindakan (Mutayaqqinun fil’amal)&lt;br /&gt;17. Rendah hati (Tawadhu’)&lt;br /&gt;18. Berpikir positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’)&lt;br /&gt;19. Senantiasa siap menolong (Mutanaashirun lighoirihi)&lt;br /&gt;20. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir (Asysyidda’u ‘alal kuffar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pejuang, hendaknya bukanlah angan-angan kita belaka. Menjadi pejuang, memiliki kriteria (muwashofat) yang harus di penuhi. Jangan sampai kita terkena hadits ini, “Akan datang suatu masa untuk ummatku ketika tidak lagi tersisa dari Al Qur’an kecuali mushafnya dan tidak tersisa Islam kecuali namanya dan mereka tetap saja menyebut diri mereka dengan nama ini meskipun mereka adalah orang yang terjauh darinya.” (Ibnu Babuya, Tsawab ul-A mal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejuang di jalan-Nya hendaknya bukan dari kacamata kita, tetapi dari kacamata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alangkah ruginya bila kita menganggap diri sebagai pejuang, padahal dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita tak ada apa-apanya. Maka, bersama-sama kita memuhasabahi diri, agar cinta kita kepada-Nya bukan hanya angan semata, agar cinta kita tak bertepuk sebelah tangan. Karena pembuktian cinta haruslah mengikuti dengan keinginan yang dicinta. Jika tidak, maka patut dipertanyakan kebenaran cintanya itu. Cinta sejati, tidak hanya dimulut dan disimpan di dalam dada saja, tetapi harus dibuktikan, agar sang kekasih percaya bahwa kita mencintainya. Kita mencintai-Nya dan Dia pun mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya..” (QS. Al Maidah : 54 - 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.iqraku.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the shamefaced - diya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-9079391267033052757?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/9079391267033052757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=9079391267033052757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/9079391267033052757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/9079391267033052757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/05/apakah-benar-engkau-seorang-pejuang.html' title='Apakah Benar Engkau Seorang Pejuang?'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-541137234025940295</id><published>2009-05-28T10:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T10:10:30.979-07:00</updated><title type='text'>KAMI MENUNGGU KEDATANGAN KALIAN UNTUK MEMPERJUANGKAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/Sh7Fa54OPBI/AAAAAAAAACo/0X0M3m8JJCA/s1600-h/revolusi+putih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/Sh7Fa54OPBI/AAAAAAAAACo/0X0M3m8JJCA/s200/revolusi+putih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340923274111892498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, kami semua sedang menunggu-nunggu datangnya hari saat para aktivis islam, khususunya para pemuda, datang bersemangat memperjuangkan islam dan kaum muslimin. Kami menunggu-nunggu hari semacam hari Abu Bakar saat terjadi murtad massal, semacam hari Khalid saat perang Yarmuk, semacam hari Sa’ad saat perang Qadisiyah, semacam hari Qurthuz saat perang ‘Ain Jalut, semacam hari Muhammad al Fatih saat penaklukkan Konstantinopel, dan semacam hari Sulaiman al Halbi saat menghabisi Kleper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ingin [walaupun sesaat sebelum kami dijemput maut] mata kami dapat merasakan sejuknya menyaksikan khilafah islamiyah, menyaksikan panji-panjinya berkibar di Timur dan Barat, menyaksikan payungnya yang teduh memenuhi dunia dengan keadilan, kebenaran, cahaya dan petunjuk. Kami inginkan hari saat khilafah memandang awan lalu berkata, “wahai awan, pergilah ke timur atau ke barat, kamu pasti akan menjumpaiku di sana…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tunggu saat kata-kata itu nyata adanya. Saat kekuasaan islam sampai ke timur dan barat, sampai ke seluruh pelosok negeri. Saat kekuasaan khilafah memenuhi setiap jengkal bumi ini dengan kebaikan, hidayah dan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar merindukan suatu hari saat Allah menaklukkan Roma bagi kaum muslimin, hal mana Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa kota ini akan ditaklukkan setelah ditaklukkan Konstantinopel..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menunggu hari semisal hari-hari itu degan sangat cemas dan gelisah.&lt;br /&gt;Sungguh kemenangan islam adalah harapan tertinggi yang menjadi cita-cita seseorang, supaya matanya menjadi sejuk di dunia karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita merasakan bahwa bukan istri shalihah yang dimaksud dengan kebaikan di dunia yang termuat di dalam firmaNYa,&lt;br /&gt;ربنا ءاتنا في الدنيا حسنة و في الأخرة حسنة&lt;br /&gt;“Wahai Robb kami, berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. (Al Baqarah: 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanyasanya itu adalah kemenangan islam dan dien ini [sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama]. Sungguh, kebaikan yang tak tertandingi. Kebaikan yang menepis segala kelesuan, kegundahan, dan kesedihan, meski salah seorang dari kita mesti kehilangan keluarga, istri, anak, harta atau kedudukannya di jalan ini….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar merindukan hari-hari semisal hari kala Allah memenangkan dien-NYa, memuliakan wali-wali-NYA, dan HIZB-NYA melebihi kerinduhan kami kepa istri-istri kami, anak-anak kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, hal mana kami sudah tidak berjumpa dengan mereka selama bertahun-tahun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar rinduu…rinduuu…sekaliiii..&lt;br /&gt;Kami benar-benar merindu sejuknya mata kami oleh hari semacam hari&lt;br /&gt;‘Uqbah bin Nafi’, saat ia tegakdi atas pelana kudanya, menceburkan kudanya di tepian Samudra Atlantik seraya berkata, “Demi Allah, sekiranya aku tahu bahwa di seberang sana ada daratan, niscaya aku akan berperang di sana di jalan Allah….!!”&lt;br /&gt;Allahu Akbaarrr!!!!....&lt;br /&gt;Lalu ia menatap langit seraya berkata, “ Wahai Rabbku, jikalau bukan karena lautan ini, niscaya aku akan ke sebarang sebagai mujahid di jalan-Mu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami benar-benar menunggu hari ituuu….&lt;br /&gt;Adakah kalian memenuhinya…..&lt;br /&gt;Adakah kalian mengabulkannya……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-541137234025940295?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/541137234025940295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=541137234025940295' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/541137234025940295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/541137234025940295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/05/kami-menunggu-kedatangan-kalian-untuk.html' title='KAMI MENUNGGU KEDATANGAN KALIAN UNTUK MEMPERJUANGKAN ISLAM'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/Sh7Fa54OPBI/AAAAAAAAACo/0X0M3m8JJCA/s72-c/revolusi+putih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8155868873874044568</id><published>2009-05-28T10:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T06:06:32.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>DIEN INI HANYA AKAN DIPIKUL OLEH ORANG-ORANG YANG BERTEKAD BAJA</title><content type='html'>Ketahuilah bahwa dien ini hanya tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki ‘azzam yang kuat. Ia tidak akan tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura, tidak akan pernah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dien yang agung Ini hanya akan tegak di pundak orang-orang yang agung pula. Tanggung jawab besar yang sempat ditolak oleh langit dan bumi, pasti hanya akan di pikul oleh ahlinya, RIJAAAAALLLLLLNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Islam akan tegak tanpa ‘azzam seteguh ‘azzam Anas bin Nadhar yang pernah berkata;” Sekiranya Allah memberi kesempatan kepadaku untuk memerangi orang-orang musyrik, niscaya Dia akan melihat apa yang akan aku lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mengikuti perang Uhud, berperang dan gugur disana. Pada tubunya didapati lebih dari 80 luka bekas anak panah, pedang dan tombak. Tubuhnya terkoyak tak terkenali lagi. Hanya saudarinya perempuannya yang mengenalinya, dari jari-jemarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali jaya dan mulia tanpa ‘azzam sekokoh ‘azzam Abu Bakar ash Shidiq saat terjadi gerakan murtad massal. Saat itu, ia yang lanjut usia dan gampang menangis, dengan ketegaran batu karang mengatakan,” Demi Allah, aku akan memerangi siapapun yang memisahkan antara shalat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah sekiranya mereka tidak membayarkan satu iqal yang mereka bayarkan kepada RAsululllah niscaya aku akan benar-benar memerangi mereka karenanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali mendapatkan kemuliaannya dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Mus’ab bin umair. Tekad yang membuatnya meninggalkan kehidupan masa muda, masa hura-hura, menuju kehidupan yang keras,fakir dan bersahaja. Tekad yang telah menjadikan Mus’ab sebagai pintu masuk islamnya kebanyakan penduduk Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan anda akan merasakan bahwa Mush’ab adalah seorang pemilik tekad, sampai di saat kematiannya !!!!! ia yang memegang panji dalam perang Uhud, tangan kanannya terputus, sehingga ia memegangnya dengan tangan kirinya. Tangan kirinya pun terputus, maka ia mamagang panji dengan kedua lengannya. Dalam keadaanseperti itu, ibnu Qum’ah [yang terlaknat] meyabetkan pedangnya, dan mus’ab pun gugur, semoga Alllah merahmatinya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali mendapatkan kemuliaannya dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Shalahuddin al Ayubi. Tekad yang telah memporak porandakan pasukan salib di Hittin dan mengembalikan ummat islam kepada aqidah yang benaar….setelah hamper saja tenggelam di kegelapan lautan Syi’ah dan kesesatan Bathiniyyah.&lt;br /&gt;Seluruh hidupnya dia habiskan di bwah terpaan terik dan keringnya gurun pasir di musim panas serta dinginnya angina bertiup dan salju yang turun di musim dingin…ia bersama MUJAHIDIIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya penuturan seorang sejarawan, Ibnu yidad tetangnya, “ Kecintaan dan rindu dendamnya terhadap jihad telah meluapi hati dan seluruh persendiannya. Semua pembicaraanya tentang jihad. Semua kajiannya tentang perlengkapan jihad. Semua perhatiannya tentang pasukan tempur. Semua kecenderunngannya terhadap orang –orang yang mengingatkan dan mendorong kepada jihad. Demi cintanya kepada jihad fi sabilillah, ia telah meninggalkan keluarga, anak-anaknya, kampungnya, tempat tinggalnya dan seluruh negerinya dan rela memilih hidup di bawah kemah yang bergoyang ke kanan dan ke kiri dihembus angina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali mendapatkan kemuliaannya dan ‘izzahnya tanpa tekad baja seperti tekad Umar bin adul aziz, yang lewat tangan Umar bin abdul aziz Allah membaharui kondisi umat dalam waktu dua setengah tahun saja !!!! sampai-sampai dikatakan seekor serigala pun berdamai dengan seekor kambing pada masanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan urgensi tekad iniilah Rasulullah SAW memohon kepdaa Rabb-nya&lt;br /&gt;اللهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ الثَباتَ فِي الأَمْرِ والعَزِيْمَةَ عَلَى الرُشْدِ&lt;br /&gt;“ ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu keteguhan dalam melaksanakan perintah dan tekad yang utuh memberi petunjuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pengajaran bagi kita, pendidikan bagi ummat islam pada umumnya, dan bagi para aktivis pada khususnya. Untuk itu, hendaknya kita banyak- bnyak memanjatkan doa yang agung ini disertai dengan memenuhi faktorfaktor pendukungnya.l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himmah, semangat yang tinggi benar-benar menggelegak di dalam dada orang-orang yang memilikinya seperti air mendidih dalam kuali. Ia akan mendorong pemiliknya untuk terus- menerus bekerja, BERAMAL dari paGi hingga sore hari, sehingga terwujudlah penuturan Imam Syafi’i, “ BAGI RIJAAL, ISTIRAHAT ITU SAMA SAJA DENGAN KELALAIAN.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik himmah yang tinggi akan menjadikan syair yang selalu di gemakan oleh Imam Syafi’I berikut ini sebagai motto hidupnya…..&lt;br /&gt;أَنَا إِنْ عِشْتُ لَسْتُ أَعْدِمُ&lt;br /&gt;قُوْتًا وَ إِذَا مِتُّ لَسْتُ أُحْرَمُ قَبْرًا&lt;br /&gt;هِمَّتِيْ هِمَّةُ الْمُلُوْكِ وَ نَفْسِيْ&lt;br /&gt;نَفْسُ حُرٍّ تَرَى الْمَذَلَّةَ كُفْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, jika aku masih hidup aku pasti akan bisa makan&lt;br /&gt;Dan jika aku mati aku pasti kebagian kuburan&lt;br /&gt;Semangatku adalah semangat para raja..&lt;br /&gt;Jiwaku adalah jiwa merdeka….&lt;br /&gt;Yang memandang kehinaan adalah kekufuran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btapa kita sangat membutuhkan himmah yang tinggi itu. Himmah yang tidak mengenal kata mustahil, yang tidak berhenti karena adanya aral melintang…apapun itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita tidak malu kepada seorang Waraqah bin Naufal. Seorang yang telah lanjut usia…. lemah jasadnya….rapuh tulangnya…bunggkuk punggungnya.. dan memutih rambutnya…kepada Rasulullah ia ber’azzam, “ sungguh, jika aku nanti mendapati harimu, aku akan menolongmu dengan SEBENAR-BENARNYA….!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from a friend..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8155868873874044568?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8155868873874044568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8155868873874044568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8155868873874044568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8155868873874044568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/05/dien-ini-hanya-akan-dipikul-oleh-orang.html' title='DIEN INI HANYA AKAN DIPIKUL OLEH ORANG-ORANG YANG BERTEKAD BAJA'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8740382277705201370</id><published>2009-05-16T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T16:59:56.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HukPol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sedikit Tentang Ilmu Sejarah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, di semua peradaban dan di sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah  itu perlu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya sejarah dikenal sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Ilmu Sejarah juga disebut sebagai Ilmu Tarikh atau Ilmu Babad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian  dari Ilmu Budaya (Humaniora). Akan tetapi, di saat sekarang ini, Sejarah lebih sering dikategorikan sebagai Ilmu Sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya seperti kronologi, historiograf, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah disebut sejarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah: mengapa manusia mempelajari sejarah? Untuk menjawab pertanyaan itu ada baiknya bila kita lihat buku-buku yang mengajarkan sejarah di SD, SMP dan SMU. Lihat sejarah di buku-buku itu ada kepentingan Republik Indonesia Serikat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sangat identik dengan identitas. Sepanjang sejarahnya manusia selalu mencari tahu tentang siapa dirinya? Karena sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mempunyai identitas tentang siapa dirinya. Identitas itu penting karena berkaitan dengan alasan seorang manusia hidup di dunia ini. Secara umum manusia mencari identitas tentang dirinya pada sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan peristiwa di sekitar seorang anak kecil. Seorang anak kecil ketika ditanya identitasnya, setelah diketahui namanya, si penanya biasanya kemudian menanyakan nama orang tuanya. Semakin dewasa seorang anak kecil, maka dia akan semakin berpikir tentang dirinya, dimulai dengan mengetahui asal-usul dia. Keturunan siapakah dia? Dari keluarga macam apakah dia berasal? Dan seterusnya. Ketika seorang manusia mengumpulkan data tentang dirinya, maka sebenarnya dia sedang mempelajari apa yang terjadi di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, manusia sesungguhnya bergerak atau bertindak karena identitasnya. Seorang polisi tidak akan bertindak sebagai polisi bila ia tidak tahu dirinya adalah seorang polisi. Seorang polisi yang sedang mabuk berat, pasti tidak akan sempat mengingat kalau dirinya adalah penegak hukum, maka wajar kalau ia bisa bertindak seperti penjahat pada saat seperti itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang kemudian disebut sebagai “kesadaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pentingnya kesadaran dan kesadaran sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran merupakan suatu yang dimiliki oleh manusia dan tidak ada pada ciptaan  Tuhan yang lain. Kesadaran yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu hal yang unik dimana ia dapat menempatkan diri manusia sesuai dengan yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran profetik merupakan suatu kesadaran yang dimiliki oleh agama dalam rangka melakukan transformasi sosial pada satu tujuan tertentu berdasarkan etika tertentu pula. Sebagaimana kesadaran dalam Islam merupakan suatu bentuk kesadaran yang dimiliki manusia dari Tuhan untuk menentukan dan merubah sejarah, bukan manusia yang ditentukan oleh sejarah. Islam memandang kesadaran manusia merupakan kesadaran immaterial menentukan material, dengan  maksud bahwa iman sebagai basis kesadaran menentukan lingkungan sekitar manusia. Kesadaran dalam Islam merupakan bersifat independen tidak dipengaruhi oleh struktur, basis sosial dan kondisi material. Yang menentukan kesadaran bukanlah individu, seperti dalam teori kesadaran kritis. Teori kesadaran Islam menjadikan individu bersikap aktif dalam menentukan jalannya sejarah. Kesadaran kritis yang ditentukan oleh individu dapat terjatuh dalam pahan eksistensialisme dan iondividualism. Sedangkan kesadaran profetis, bahwa yang menentukan bentuk kesadaran adalah Tuhan, dan ketentuan kesadaran ini untuk menebarkan asma atau nama Tuhan didunia sehingga  rahmat diperoleh manusia, dan bentuk kesadaran ini merupakan kesadaran Ilahiah untuk merubah sejarah. Kesadaran yang dimiliki oleh Islam merupakan kesadaran Ilahiah dan menjadi ruh untuk melakukan transformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran merupakan konsep yang dimiliki oleh manusia dalam menghadapi realitas sosial yang terjadi di sekitarya. Kesadaran yang dilakukan oleh manusia merupakan gerak yang berkelanjutan dan kontinyu dalam rangka merespon realitas sosial.  Kesadaran merupakan sesuatu yang membedakan manusia dengan mahluk yang lain, dikarenakan  dengan kesadaran yang dimiliki gerak yang dilakukan tanpa paksaan, tetapi  berdasarkan kemaunan dan keinginannya. Konsep kesadaran yang dimiliki oleh  Islam yaitu merupakan ketentuan dari Tuhan. Dari sini, bahwa kesadaran menentukan lingkungan, maka ia bersifat  independen bukan didasarkan pada individu mapun lingkungan yang mengitarinya. Jika kesadaran ditentukan oleh individu maka yang terjadi proses individualism, eksistensialism, liberalism, dan capitalism. Kesadaran yang diinginkan  oleh Islam merupakan pemberian dari Tuhan yakni iman yang dapat membuat atau menentukan struktur sosial, budaya dan kondisi material yang terjadi  dalam masyarakat. Kesadaran yang ditentukan Tuhan ini menjadikan bentuk  kesadaran yang timbul merupakan kesadaran Ilahiah dan bagaimana nilai-nilai Ilahiah ini  agar tertanam dalam bumi agar tercipta khoirul ummah. Kesadaran Ilahiah ini yang membuat konsep kesadaran bagai ikatan, baik secara individu atapun kolektif. Secara otomatis konsep ini menghilangkan konsep kesadaran yang didasarkan pada individu dan juga bentuk kesadaran yang bercorak sekulerisme. Kesadaran ini bercorak intergralistik, dikarenakan manusia sebagai penerima bentuk kesadaran dari Tuhan dan dalam segala aktivitasnya akan diserahkan kembali kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran Ilahiah merupakan konsep ikatan menghadapi realitas sosial yang terjadi, dengan kesadaran ini, maka cara pandang ikatan berangkat dari teks ke konteks, bukannya dari konteks ke teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran sejarah merupakan tindak lanjut dari konsep kesadaran Ilahiah, yang dalam  praksisnya melakukan aktivisme sejarah. Kesadaran sejarah ini, dapat juga dilihat dari ajaran agama Islam bahwa Islam merupakan agama amal. Oleh karena itu, dalam ajarannya Islam melarang konsep tentang selibat (tidak kawin),  uzlah (mengasingkan diri) dan kerahiban. Bentuk-bentuk ajaran tersebut tidak diperkenankan dalam Islam dikarenakan tidak sesuai dengan fitrah yang telah dimiliki oleh manusia, untuk menentukan jalannya sejarah dan membuat sejarah yang lebih humanis. Kesadaran profetis dan diaktualisasikan dalam bentuk kesadaran sejarah ini merupakan upaya dalam mewujudkan khoirul ummah. Upaya perwujudan khoirul ummah yang telah diidealkan oleh ikatan dengan melakukan aktivisme sejarah dan kerja keras ikatan baik secara kolektif ataupun secara individual. Bentuk kesadaran sejarahpun dalam Islam dapat dilihat misalkan dalam doanya yang menginginkan kebahagian dalam dunia dan juga akherat. Kebahagian dalam Islam ini dalam dua dimensi dalam dunia dan dalam ukhrawi.  Kebahagiaan dalam dunia diwujudkan dengan kesadaran sejarah upaya mewujudkan khoirul ummah sebagai jalan mendekarkan manusia dengan Pencipta. Kesadaran sejarah  yang dimiliki oleh ikatan menjadikan suatu bentuk yang aktif ikatan, dan  segala yang dilakukan oleh ikatan merupakan sarana ibadah kepada Tuhan dengan mewujudkan impian yang telah dimiliki oleh ikatan. Kesadaran ini menjadikan ikatan  dan individu melakukan transformasi dan perubahan agar realitas menuju atau  mengarah kepada yang diimpikan dalam rangka ibadah kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;www.empirisonline.co.cc&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8740382277705201370?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8740382277705201370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8740382277705201370' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8740382277705201370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8740382277705201370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/05/sedikit-tentang-ilmu-sejarah.html' title='Sedikit Tentang Ilmu Sejarah'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-5391194143888363646</id><published>2009-03-25T23:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T23:48:52.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Telunjuk yang Bersyahadat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.arrahmah.com/images/stories/09/said-qutub.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/09/said-qutub.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlas kepadaNya, senantiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah dua orang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang polisi itu mengetengahkan kisahnya kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, lalu peristiwa itu menghantam kami dan merubah total kehidupan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penjara militer pada saat itu, setiap malam kami menerima orang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Setiap orang-orang itu tiba, atasan kami menyampaikan bahwa orang-orang itu adalah para pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi. Karena itu, dengan cara apapun kami harus bias mengorek rahasia dari mereka. Kami harus dapat membuat mereka membuka mulut dengan cara apapun, meski itu harus dengan menimpakan siksaan keji pada mereka tanpa pandang bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tubuh mereka penuh dengan berbagai luka akibat pukulan dan cambukan, itu sesuatu pemandangan harian yang biasa. Kami melaksanakan tugas itu dengan satu keyakinan kuat bahwa kami tengah melaksanakan tugas mulia: menyelamatkan negara dan melindungi masyarakat dari para “pengkhianat keji” yang telah bekerja sama dengan Yahudi hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hingga kami menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat kami mengerti. Kami mempersaksikan para ‘pengkhianat’ ini sentiasa menjaga shalat mereka, bahkan sentiasa berusaha menjaga dengan teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. Ketika ayunan pukulan dan cabikan cambuk memecahkan daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. Lisan mereka sentiasa berdzikir walau tengah menghadapi siksaan yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka berpulang menghadap Allah sementar ayunan cambuk tengah mendera tubuh mereka, atau ketika sekawanan anjing lapar merobek daging punggung mereka. Tetapi dalam kondisi mencekam itu, mereka menghadapi maut dengan senyum di bibir, dan lisan yang selalu basah mengingat nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, kami mulai ragu, apakah benar orang-orang ini adalah sekawanan ‘penjahat keji’ dan ‘pengkhianat’? Bagaimana mungkin orang-orang yang teguh dalam menjalankan perintah agamanya adalah orang yang berkolaborasi dengan musuh Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami, aku dan temanku yang sama-sama bertugas di kepolisian ini, secara rahasia menyepakati, untuk sedapat mungkin berusaha tidak menyakiti orang-orang ini, serta memberikan mereka bantuan apa saja yang dapat kami lakukan. Dengan ijin Allah, tugas saya di penjara militer tersebut tidak berlangsung lama. Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya dipenjara seseorang. Kami diberi tahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Qutb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan. Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu seorang sheikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah, sebelum dieksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sheikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa ilaha illa Allah…”. Sayyid Qutb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Sheikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan Laa ilaha illa Allah”. Pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari esoknya, kami, aku dan temanku, menuntun dan tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentara menempati posisinya dengan senjata siap. Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher Beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan. Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyah kepada saudaranya, untuk tetap tsabat dan shabr, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di Surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para Shahabat. Tausiyah ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD!” Aku tergetar mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Qutb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka. Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap Anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari Presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga Anda dan seluruh teman-teman Anda akan diampuni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah pulpen, lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… Aku bersalah dan aku minta maaf…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Qutb dipenjara, lalu datanglah saudarinya Aminah Qutb sembari membawa pesan dari rejim thowaghit Mesir, meminta agar Sayyid Qutb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada Presiden Jamal Abdul Naser, maka ia akan diampuni. Sayyid Qutb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang sentiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rejim thowaghit…”. Pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa Beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan Akhirat yang abadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira itu berkata, dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Sayyid Qutb berkata tenang, “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyaksikan seluruh episode ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera, para eksekutor akan menekan tuas, dan tubuh Sayyid Qutb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan semua mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya… Mereka mengucapkan, “Laa ilaha illah Allah, Muhammad Rasulullah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertobat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hambaNya yang sholeh. Aku sentiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari kumpulan kisah: “Mereka yang kembali kepada Allah”&lt;br /&gt;Oleh: Muhammad Abdul Aziz Al Musnad&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Amin Taufiq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-5391194143888363646?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/5391194143888363646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=5391194143888363646' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5391194143888363646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5391194143888363646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/03/telunjuk-yang-bersyahadat.html' title='Telunjuk yang Bersyahadat'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-5674165332488962361</id><published>2009-03-25T23:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T23:29:25.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dienul islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thaghut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alloh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Mencermati Aliran-Aliran Sesat -Berdasarkan Al Quran dan Al Sunnah-</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/ScsgYbGOXhI/AAAAAAAAAB4/-jTNIy4song/s1600-h/DSC00169.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/ScsgYbGOXhI/AAAAAAAAAB4/-jTNIy4song/s200/DSC00169.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317379389003816466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengantar: KH. DR. Miftah Faridl (Ketua MUI Bandung)&lt;br /&gt;--------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menuduh sesat tidak asing lagi di kalangan umat Islam, etrutama aktifis dakwah. Hal ini akibat dari perpecahan. Mengapa mereka berpecah belah? Apabila sesama muslim saling menuduh sesat, siapa hakim yang menentukan kelompok mana yang sesat dan tidak sesat? Apa ukuran suatu kelompok disebut sesat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mengupas tuntas kelompok mana yang sebenarnya dikatakan sesat. Karena dalam buku ini dibahas secara tuntas standar atau ukuran kesesatan seseorang atau kelompok berdasarkan Al Quran dan AL Sunnah. Mungkin saja kelompok atau institusi yang gencar menuduh sesat yang sebenarnya sesat, karena didasari berbagai kepentingan. Atau sebaliknya, kelompok yang dituduh sesat ternyata adalah kelompok yang "mendapat petunjuk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya mencakup standar dan ukuran kebenaran, kriteria "jalan yang lurus", kriteria aliran sesat dalam bidang akidah, syariah maupun ijtihad. Organisasi atau jama`ah sesat menurut al Quran beserta kelompok aliran sesat dalam Islam (munafiq, fasiq, musyrikin dll). Tidak lupa membahas pula kriteria organisasi Jalan Yang Lurus berdasarkan tujuan, azas/landasan idiil-operasional, legitimasi, serta konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Break a Leg!!!! Buku yang sangat bagus, dan sangat berbeda penyampaiannya bila dibandingkan dengan buku sejenis yang pernah saya baca (Virus-virus Syariat, ArRahmah Media dan WAMY) tapi sayang buku ini tidak dijual bebas :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-5674165332488962361?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/5674165332488962361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=5674165332488962361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5674165332488962361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5674165332488962361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/03/reviewreviewreviewreviewreview.html' title='Mencermati Aliran-Aliran Sesat -Berdasarkan Al Quran dan Al Sunnah-'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/ScsgYbGOXhI/AAAAAAAAAB4/-jTNIy4song/s72-c/DSC00169.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-91980598555083267</id><published>2009-03-06T07:52:00.001-08:00</published><updated>2009-03-06T07:52:48.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nice Article ^.*'/><title type='text'>10 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Propaganda</title><content type='html'>1 - Menyajikan fakta (kebenaran) bukan berarti terlepas dari yang namanya propaganda; propaganda berkembang pesat dalam menyajikan berbagai jenis kebenaran, termasuk fakta yang hanya mengandung setengah kebenaran, fakta yg sama sekali tidak benar, fakta yang terbatas, lepas dari konteks kebenaran itu sendiri. Propaganda modern yang paling efektif adalah ketika propaganda tersebut menyajikan informasi seakurat mungkin. Menyajikan Kedustaan yang besar atau Kebohongan Tinggi merupakan bentuk propaganda yang paling tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 - Propaganda tidaklah begitu banyak didesign untuk mengubah pendapat sebanyak sebagaimana ia didesign untuk memperkuat pendapat, prasangka dan sikap yang ada. Propaganda yang paling berhasil adalah propaganda yang akan mendorong manusia untuk beraksi atau sebaliknya memperkuat sesuatu yang tadinya sudah diyakini oleh manusia sebagai kebenaran, kemudian dijadikan sedemikian hingga orang itu tidak lagi mempercayai kebenaran tersebut dan menjadikannya malas melakukan kebenaran yang sebelumnya telah ia yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 - Pendidikan tidaklah memerlukan perlindungan maksimal melawan propaganda. Para cendikiawan dan mereka "yang berpendidikan" merupakan komponen yang paling ringkih terhadap kampanye propaganda, karena mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. cenderung menyerap kebanyakan informasi (termasuk informasi dari tangan kedua, kabar dari orang, desas-desus, dan informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya);&lt;br /&gt;   2. terpaksa memiliki pendapat atas hal-hal yang terjadi pada suatu hari tertentu dan hingga dengan begitu mereka mengekspos pendapatnya sendiri lebih daripada pendapat-pendapat orang lain dan mengkampanyekan propaganda; dan&lt;br /&gt;   3. menganggap diri mereka sendiri bebas dari pengaruh propaganda, dengan cara demikian mereka telah membuat diri mereka sendiri lebih rentan terhadap propaganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 - Apa yang membuat penelitian mengenai propaganda menjadi demikian meragukan adalah bahwa secara umum hal tersebut dianggap sebagai penelitian sisi yang lebih gelap dari sifat kami; penelitian mengenai kejahatan mereka lawan sisi baik kami. Mereka yang kami pertimbangkan sebagai kejahatan yang berkembang pesat dalam propaganda, sementara kami hanya menyebarkan kebenaran saja. Cara terbaik untuk mempelajari propaganda adalah dengan memisahkan pertimbangan-pertimbangan etis seseorang dari fenomena gejala itu sendiri. Propaganda berkembang pesat dan eksis, demi kepentingan etis dan tidak etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 - Propaganda mencoba mengubah pendapat umum, khususnya untuk menjadikan orang agar menyesuaikan diri terhadap sudut pandang propagandis. Dalam segi ini, propaganda manapun merupakan suatu bentuk manipulasi, untuk merubah aktivitas individu menjadi aktivitas khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 - Bentuk-bentuk komunikasi Modern, termasuk media massa, merupakan alat-alat propaganda. Tanpa pemusatan monopoli media massa, bisa dipastikan tidak ada terjadi propaganda modern. Untuk propaganda agar berkembang pesat, media harus tetap terpusat, kantor berita dan layanannya harus dibatasi, pers harus berada di bawah pimpinan pusat, dan radio, film, dan monopoli televisi harus meliputi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 - Setiap orang harus peduli terhadap yang namanya propaganda, keterbatasannya, kekuatannya, pengaruhnya, dan kualitas persuasifnya, manakala seseorang menguasainya. Dengan mengatakan bahwa "seseorang bebas dari pengaruh propaganda" justru itu merupakan suatu tanda pasti bahwa propaganda tersebut telah tersebar dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 - Propaganda Modern bermula di negara berhukum thoghut Amerika Serikat pada awal Abad 20-an. Selama Perang Dunia I, media massa diintegrasikan dengan metode hubungan masyarakat dan periklanan demi mengadvokasi dan membiayai bantuan untuk perang. Dewan Kembu mendirikan kampanye humas Amerika pertama untuk menyebarkan dan menebarkan ajaran injil dengan cara Amerika ke seluruh penjuru bola dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 - Di Negara thoghut Amerika Serikat, propaganda komersial pribadi merupakan hal yang sama pentingnya dengan gagasan demokrasi propaganda pemerintah. Iklan komersial menarik perhatian orang-orang melalui periklanan, yang merangsang fantasi dan dorongan hati yang tidak masuk akal, merupakan beberapa bentuk propaganda yang paling tersebar dalam keberadaannya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 - Propaganda dalam suatu sistem kuffar demokrasi memperlihatkan fakta dalam pengertian bahwa propaganda tersebut menciptakan "pengikut sejati" yang secara ideologi terikat dengan perkembangan demokrasi tersebut sebagaimana lainnya yang terikat secara ideologi atas kontrolnya. Pengabadian sistem kuffar demokrasi dan keyakinan ideal dalam menghadapi kekuatan yang terpusat dalam institusi-institusi propaganda (baik itu media maupun institusi-institusi politik) merupakan suatu bentuk kemenangan propaganda busuk yang terjadi dalam masyarakat modern Amerika (ص'l).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini disusun oleh Nancy Snow, Ph.D. (Jacques Ellul, Propaganda) yang kemudian diterjemahkan secara bebas tanpa mengurangi makna yg sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Theunjustmedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-91980598555083267?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/91980598555083267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=91980598555083267' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/91980598555083267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/91980598555083267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/03/10-hal-yang-perlu-anda-ketahui-tentang.html' title='10 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Propaganda'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-188049152481341110</id><published>2009-03-06T07:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T07:50:42.365-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>20 Tahun Hengkangnya Sovyet Dari Afghanistan</title><content type='html'>"Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh."(Al-Anbiya' 21:105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrohmanirrohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imarah Islam Afghanistan-Taliban&lt;br /&gt;20 Tahun Hengkangnya Sovyet Dari Afghanistan&lt;br /&gt;15 Februari 2009 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh."(Al-Anbiya' 21:105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 tahun yang lalu, 26 Dzul Qa'dah 1367 H bertepatan 15 Februari 1989 M, Rusia dipaksa keluar dan lari terbirit-birit dari bumi Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Rusia yang dipersenjatai dengan berbagai jenis senjata modern kala itu, jatuh di tangan penduduk Afghanistan dan tak satupun kemenangan yang mereka raih dalam penjajahan yang mereka lakukan selama 10 tahun. Bahkan mereka mendapatkan kematian, luka dan hilangnya puluhan ribu tentara. Ribuan kendaraan tempur hancur. Mereka mengalami kerugian dana hingga trilyunan dolar. Itu semua adalah akhir kisah cerita sang adidaya nun perkasa yang tertipu yang dahulu kala dikenal dengan nama Uni Sovyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hengkangnya pasukan Uni Sovyet dari Afghanistan maka hancurlah kekaisaran Rusia. Bangsa-bangsa yang berada di bawah pemerintahannya mulai melepaskan diri dan merdeka. Robohlah pakta Warsawa dan Tembok Berlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan jihad penduduk mujahid Afghan melawan Sovyet menyelamatkan dunia dari kejahatan komunisme. Dulu Sovyet tidak hanya semata menjajah Afghanistan, tapi dengan melakukan penjajahan di negeri ini mereka menginginkan air hangat di laut India, dan dari sana mereka akan melakukan perluasan/ekspansi terhadap lawan-lawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dengan kurnia Allah dan disusul dengan keutamaan jihad Afghan yang suci, Uni Sovyet tidak hanya gagal menjajah Afghanistan, bahkan kekaisaran merah mereka berakhir di jantung Kremlin dan ideologi komunis menjadi hina, menjadi bahan tertawaan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari keberkahan jihad Afghanistan dalam menghancurkan kekuatan komunis yang merajalela, maka giliran Amerika menjadi satu-satunya super power di dunia. Tapi sayangnya Amerika tidak memanfaatkan momen ini untuk kepentingan mereka dan dunia menuju hal positif, tapi justru mereka berjalan berlawanan dengan hal tersebut dengan meniti langkah Uni Sovyet dalam rangka politik ekspansi barat di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan kejahatan dan pembantaian masal kaum muslimin di seluruh pelosok dunia. Mereka tidak memberikan hak hidup merdeka bagi seorang pun tanpa seizin mereka. Sampai mereka melakukan serangan brutal dan kejam terhadap Imarah Islam Afghanistan berlandaskan politik diktator mereka yang bertentangan dengan seluruh peraturan-peraturan dan norma-norma standar nasional dan internasional. Sebagaimana halnya dengan Sovyet, mereka juga melakukan pembakaran terhadap rakyat Afghanistan yang terdhalimi dalam kobaran-kobaran api. Rakyat yang semestinya mendapatkan penghormatan layaknya pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sitiran penduduk Afghanistan : "Sarang rajawali tidak akan kosong dari rajawali", maka di rumah-rumah rajawali itu terdapat rajawali lainnya yang akan merobek tulang belulang para penjajah Amerika yang tertipu dengan anti-peluru baja mereka sebaimana merobek tulang belulang tentara Sovyet dan yang sebelum mereka tentara kafir Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imarah Islam Afghanistan di saat yang bersejarah dan membanggakan ini, bagi rakyat Afghanistan khususnya dan bagi umat islam umumnya, memanggil mereka lagi untuk menjaga parit-parit jihad yang suci untuk mempertahankan diri dari serangan Amerika dan sekutunya. Dan menyeru mereka agar berkonsentrasi pada persatuan dan kesatuan barisan jihad diantara mereka. Dan jangan pernah puas dan cukup kecuali dengan kemerdekaan penuh untuk negeri Islam Afghanistan dari penjajahan salibis Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imarah Islam Afghanistan juga mengumumkan dalam perkataan yang jelas dan gamblang, pernyataan yang selalu diulang, pesan kepada para penanggung jawab Amerika yang tertipu; Agar mereka menarik seluruh pasukan penjajah dari negeri jihad Afghanistan sebelum mereka menemui nasib yang sama sebagaimana nasib Sovyet. Agar mereka mengambil pelajaran dari akhir kisah menyedihkan dan menghinakan Sovyet dengan menghentikan ekperimen kekuatan di bumi Afghanistan. Agar mereka mengerjakan hal-hal logis dan berpengetahuan untuk menemukan solusi seluruh persoalan. Bukan berdasar kepandiran dan keras kepala. Tak butuh waktu lama mulai dari sekarang bagi Amerika koboi untuk bangun dan menyelamatkan rakyat dan pemerintahannya dengan menarik prajuritnya, yang telah kehilangan semangat, dari Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa berlalu dan tak menyadarkan seorang pun. Hilangnya kesempatan yang tepat seperti ini tidak akan memberikan ketentraman dan kesenangan apa pun bagi pemerintahan Amerika melainkan derita dan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imarah Islam Afghanistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (Al-Baqarah 2:11)&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Al-Baqarah 2:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/3400/20-tahun-hengkangnya-sovyet-dari-afghanistan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-188049152481341110?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/188049152481341110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=188049152481341110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/188049152481341110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/188049152481341110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/03/20-tahun-hengkangnya-sovyet-dari.html' title='20 Tahun Hengkangnya Sovyet Dari Afghanistan'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-4372156224219077683</id><published>2009-03-06T07:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T07:15:35.079-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Semakin kami disuruh melupakan syari’ah, khilafah dan jihad, semakin Muslim akan membayar dengan darah untuk menegakkan nilai-nilai itu</title><content type='html'>Ceramah Yvonne Ridley* di Global Peace &amp; Unity Conference 2006, London 30-11-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya ingin mempersembahkan pidato saya di Global Peace and Unity Conference ini kepada Imam Anwar Al-Awlaki-seorang ulama terkemuka dan dihormati di komunitas Muslim berbahasa Inggris – yang ditahan di Yaman dua bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya juga harus berterima kasih kepada saudara Fahad Ansari dari Islamic Human Rights Commission, penulis artikel “God Save The Deen”, yang menginspirasi saya menulis ceramah ini. Sebagian besar isi ceramah ini terinspirasi oleh tulisannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislaman saya masih amat belia, karena saya baru menjadi muslimah pada 2003 – dan meskipun masih banyak yang harus saya pelajari, saya dapat merasakan frustasi yang dirasakan umat muslim pada saat ini. Saya tahu serangan 11 September berdampak luar biasa besar pada dunia, tapi itu bukan suatu awal … itu adalah kelanjutan dari warisan imperalisme AS dan ketakutannya terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 tahun yang lalu, para pemuda Muslim dari berbagai belahan dunia membanjiri Bosnia untuk membantu saudara-saudara mereka berjuang mempertahankan diri menghadapi Serbia yang melancarkan genosida, sementara dunia hanya berdiam diri menontonnya. Jihad menyatukan Muslim dari segala kebangsaan, status, dan kultur. Semua disatukan, bahkan mereka yang tidak bisa berangkat untuk berperang berusaha mengulurkan bantuan dalam berbagai bentuk lain seperti penggalangan dana, penyelenggaraan acara penyadaran masyarakat, dan demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, umat Muslim berhasil mematahkan usaha genosida. Dunia Barat baru melakukan intervensi setelah tampak jelas bahwa Muslim Bosnia akan meraih kemenangan. Mereka tidak bisa menerima berdirinya sebuah negera Islam di jantung Eropa, sehingga mereka pun mengitervensi. Ini buka semata-mata kesimpulan saya, tapi mantan Presiden Bill Clinton pun mengakuinya dalam autobiografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakuan terhadap Islam telah berkembang selama 10 tahun belakangan, sehingga darah saudara-saudara kami kini mengalir bagaikan sugai-sungai yang melintasi Chechnya, Kashmir, Palestina, Afganistan, Irak, dan baru-baru ini kita semua menyaksikan apa yang terjadi di Lebanon. Saya pernah mendatangi banyak dari ladang-ladang pembantaian ini dan izinkan saya mengatakan kepada Anda bahwa tubuh-tubuh rusak, meledak berkeping-keping dari saudara-saudara Muslim kami sama persis dengan tubuh-tubuh yang tersebar pada hari ini sangat jelas: darah Muslim adalah komoditas murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, puluhan ribu Muslim tak bersalah masih disiksa di tempat-tempat terpencil seperti Teluk Guantanamo, Bandara Bagram di Afganistan, Abu Gharib, Diego Garcia, dan penjara-penjara rahasia di berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di penjara-penjara bawah tanah di Suriah, Yordania, Maroko, Tunisia, Algeria, Mesir … saudara-saudara kami disiksa atas prakarsa dan tuntutan pemerintah AS. Dan saya yakin pemerintah Inggris pun terlibat dalam hal ini … Para pejabat intelejen Inggris tidak lama lagi akan dipermalukan karena keterlibatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai sekarang, masih ada 9 warga negara Inggris yang ditahan di Guantanamo – orang-orang Amerika tidak menginginkan mereka, tapi pemerintah Inggris juga tidak mau menerima mereka. Meskipun Departemen Luar Negeri memberikan berbagai dalih, sebenarnya mereka hanya perlu menelepon untuk meminta pembebasan saudara kami itu. Dan jangan pikir hanya laki-laki yang disekap dan disiksa – Moazzam bisa mendengan jeritan seorang perempuan di sel penyiksaan di Afganistan tempat dia ditahan oleh Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuilah Moazzam Begg di stan Cage Prisoners hari ini dan tanyakan kepadanya, apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu. Karena kita bisa membantu. Hampir tak ada tahanan yang dibebaskan berkat proses pengadilan, melalui tekanan politik … yaitu ketika pemerintah turut campur tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang hadir hari ini bisa membuat perubahan. Jangan hanya duduk di sini dan memendam kegeramam – beraksilah. Tekanlah para politisi Anda dan ingatkan mereka bahwa Andalah tuan-tuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surah Al-Áshr, Allah menyatakan bahwa seluruh umat manusia, termasuk Muslim, berada dalam kerugian; kecuali mereka yang BERIMAN, MELAKUKAN AMAL KEBAIKAN, dan SALING MENGINGATKAN TENTANG KEBENARAN DAN KESABARAN. Hanya dengan memenuhi 4 kriteria ini, kita akan dapat berjumpa dengan Tuhan. Namun, jika kita membenamkan kepala kita di pasir dan berpura-pura tidak ada penindasan di dunia, dan penderitaan saudara-saudara kita itu tak berarti apa pun bagi kita, maka mungkin kita tidak akan bisa berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Ken McDonald, jaksa di Inggris, merasa jijik dengan tindakan-tindakan pemerintah – ia menyerang dengan sengit apa yang disebut “pengadilan-pengadilan rahasia“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan-pengadilan itu mengadili tersangka terorisme yang tidak diizinkan melihat bukti-bukti yang memberatkan mereka. Itu sungguh suatu penghinaan terhadap keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara eksklusif denga Islam Channel News, dia berkomentar: “Kita harus menegaskan bahwa prinsip-prinsip ini tidak bisa ditawar-tawar. Dalam tekanan politik apa pun, dalam iklim apa pun, prinsip-prinsip ini adalah hakikat dari keadilan: persidangan yang terbuka dan dilakukan di hadapan pengadilan yang independen dan netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tidak menginginkan pengadilan-pengadilan rahasia, kita tidak menginginkan hakim yang dipilih secara rahasia, kita tidak menginginkan keadilan rahasia. Pengadilan yang berimbang; fairness di antara penuntut dan pembela tidak bisa ditawar-tawar; hak mendapat keterangan lengkap tentang kasus yang dituduhkan Negara terhadap Anda tidak bisa ditawar-tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembela berhak mengetahui tuduhan yang dihadapinya, dan mereka berhak mendapatkan bahan-bahan yang dimiliki Negara, termasuk yang merugikan tuduhan Negara atau menguntungkan tertuduh. Hak naik banding tidak bisa ditawar-tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan asas praduga tak bersalah, standar pembuktian kejahatan – yang melampaui keraguan-keraguan yang masuk akal – dengan tanggung jawab pembuktian terletak di pundak Negara, tak satu pun dari prinsip-prinsip ini bisa ditawar-tawar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja ia benar – tapi Tony Blair berkata bahwa Muslim harus berhenti memiliki mentalitas korban. Namun, kalau kepala kejaksaan saja mengeluh, tentu kami punya alasan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, apa tanggapan anak-anak muda Muslim atas semua ini? Mereka membaca kisah-kisah kepahlawanan Salahuddin Al-Ayyubi, Khalid bin Walid, Tariq bin Ziad, dan menyimak kisah-kisah keberanian dan keperwiraan Nabi Muhammad saw, yang amat kami cintai. Tahukan Anda, 5 tahun lalu, saya sama sekali tidak tahu siapa Nabi saw itu. Namun, sekarang saya bersedia mengorbankan tetes darah terakhir saya untuk membela nama, kehormatan dan kenangan tentang beliau. Bahkan setelah wafat, beliau menunjukkan dirinya mampu menyatukan Ummah dalam protes terhadap karikatur jahat dari Denmark itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan-pahlawan modern kami mencakup Malcolm X dan Sayyid Qutb, yang tulisan keduanya membantu saya mendefinisikan diri sebagai Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjadi semacam role model yang diikuti anak-anak muda kami. Namun, mereka malah menerima informasi-informasi yang simpang siur dan membingungkan. Blair mencoba melarang Milestones (Buku karangan Sayyid Qutb) – ia diberi tahu bahwa Usamah bin Ladin membaca buku itu … Well, Usamah juga membaca Shakespeare. Apakah kita juga harus melarang Tweifth Nightm Hamlet, dan karya-karya klasiknya yang lain? Satu menit, anak-anak muda kami diberi tahu untuk hanya takut kepada Alla SWT, tapi menit berikutnya, mereka diberitahu untuk “melunakkan“ Islam mereka dan menunjukkan kepala dengan patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa 11 September, diluncurkan kampanye gencar untuk mengubah Islam menjadi sesuatu yang lebih sesuai dengan menyuarakan Barat. Tujuannya adalah menciptakan satu Islam yang sekuler dan kultural yang rukun dengan dunia karena ia tunduk kepada penindas-penindasnya, bukannya kepada Allah; sebuah Islam tanpa jihad, syariah dan khilafah – hal-hal yang diperintahkan Allah kepada kami untuk menjalankannya, demi tegaknya din Allah di muka Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan upaya-upaya ini tampak di mana pun saya mengarahkan pandangan. Hijab direnggut dari kepala saudari-saudari kami di Tunisia, Prancis, dan Turki. Saudari-saudari kami di Belanda dan Jerman juga menjadi sasaran. Dan di Inggris, ada Jack Straw, mantan Menteri Luar Negeri Inggris yang mempermasalahkan Jilbab – dia mungkin tidak suka niqab, tapi saya berharap ia memakainya, ditambah sebuah berangus yang besar. Saya tidak membutuhkan laki-laki kulit putih setengah baya untuk memberi tahu saya atau saudari-saudari saya bagaimana kami harus berpakaian. Nikab, seperti jilbab, seperti hijab menjadi simbol penolakan terhadap gaya hidup Barat yang negatif seperti penggunaan obat-obatan terlarang, mabuk-mabukkan, dan seks bebas. Sikap tersebut adalah pernyataan kepada Barat bahwa kami tidak mau menjadi seperti dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang memilih menjadi lebih kebarat-baratan ketimbang orang Barat sendiri membuat saya tertawa – tidak sadarkah mereka bahwa tampak konyol di mata dunia? Mereka bersembunyi di balik deskripsi-deskripsi semacam moderat – lagi-lagi, pesan apakah yang ingin disampakan kepada anak-anak muda kami? Jika kita meminta mereka untuk menjadi moderat, tidakkah itu menyiratkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan Islam yang perlu dilunakkan, dijinakkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu moderat dan apa itu ekstremis? Saya tidak tahu. Saya hanya seorang Muslim. Saya tidak mengikuti ulama atau aliran mana pun … saya hanya mengikuti Nabi saw. Dan Sunnahnya. Apakah itu membuat saya menjadi seorang ekstremis? Saya tidak yakin Tony Blair memahami dirinya sendiri – saya menulis surat kepadanya tiga bulan yang lalu dan sampai sekarang saya masih menunggu balasannya. Menjadi Muslim itu agak mirip dengan mengandung. Pernahkah mendengar ada orang yang mengandung dengan moderat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah diserang selama 1.400 tahun dan kami sekarang sudah belajar untuk hanya bergantung kepada Allah. Namun, masih ada Muslim yang mencium tangan yang menampar mereka. Saya khawatir bahwa kita tak lagi bisa memercayai seseorang hanya karena mengenakan busana Islami. Ada pemimpin-pemimpin Muslim yang mengklaim bahwa mereka membimbing dan melindungi kami, tapi tidak semuanya memikirkan kepentingan kami. Generasi muda kami harus sangat hati-hati sejak peristiwa 11 September dan Bom London 7 Juli. Kami harus memberi tahu generasi muda kami bahwa apa yang terjadi di Palestina, kashmir, Chechnya, Irak dan Afganistan adalah perlawanan yang dibenarkan terhadap pendudukan militer yang brutal, sedangkan kejahatan-kejahatan seperti 11 September dan Bom London adalah terorisme. Menyamakan keduanya berarti mengkhianati saudara-saudara kami yang tak punya pilihan selain melawan atau terhapus dari muka planet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba-hamba baru Dunia Barat menghujat partai-partai Islam dan pemerintah-pemerintah yang menerapkan syari’ah. Saya menyebut mereka “Penggembira“. Mereka diterbangkan pemerintah dari AS, Kanada, Yaman, dan Mauritania untuk menyebarkan Islam yang jinak. Hasil akhirnya adalah penjinakan din Allah, sebuah Islam yang lemah dan pasif, mau menerima status quo yang menindas dan menghinakan Muslim; sebuah Islam yang mendorong Muslim mengutuk aksi saudara-saudara mereka yang denga gagah berani melawan pendudukan dan penindasan dengan segala yang mereka punya. Bahkan mendoakan mereka pun sekarang menjadi kejahatan – berapa lama lagi sebelum kami diberi tahu untuk tidak mendoakan mujahidin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu panglima perang terbesar yang pernah dikenal dunia, Salahuddin Al-Ayyyubi, pembebas Al-Quds, pernah ditanya mengapa dia tak pernah tersenyum. Dia menjawab, bagaimana mungkin dia tersenyum padahal dia tahu Masjid Al-Aqsa masih diduduki? Saya bayangkan bagaimana tanggapannya terhadap situasi dunia sekarang? Saat ini para pemimpin Arab menari perut tanpa malu di hadapan Amerika sambil menyerahkan Irak di atas sebuah piring. Pemimpin-pemimpin Arab itu berpaling sementara Palestina yang jelita tak henti-hentinya diperkosa dan “putrid jelita” Arab lainnya, lebanon … kemanakah Dunia Arab ketika ia diserang dengan amat brutal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan genderang perang kembali ditabuh. Bukan janya seluruh dunia menyaksikan, melainkan anak-anak kami, generasi muda kami, masa depan kami. Kita harus mendidik dan menginspirasi mereka dengan kisah-kisah Nabi dan para Sahabat. Selama Ummah memunculkan tokoh-tokoh seperti Khalid bin Walid, Salahuddin Al-Ayyubi, Sayyid Qutb, dan Malcolm X, kami tidak akan kalah. Semakin kami ditindas oleh para tiran, semakin sengit kami melawan. Inilah sifat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah Islam yang perlu diikuti anak-anak muda kami, dengan bimbingan dan ispirasi. Kami harus mengganti pemimpin-pemimpin yang mengebiri diri mereka sendiri dalam upaya menyedihkan untuk menjadi lebih Barat ketimbang bangsa Barat sendiri. Banyak anak muda Muslim sekarang menyadari bahwa tak peduli seberapa keras mereka mengompromikan din mereka untuk melebur ke dalam masyarakat yang lebih luas, ketika keadaan menjadi runyam, mereka akan diperlakukan dengan penuh kecurigaan. Semakin kami disuruh melupakan syari’ah, khilafah dan jihad, semakin Muslim akan membayar dengan darah untuk menegakkan nilai-nilai itu. Jihad yang kita saksikan di Palestina, Irak, Afghanistan, Kashmir, dan Chechnya adalah sesuatu yang mulia, sebuah perang yang dibenarkan melawan kezaliman dan tirani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi para jihadis sama sekali tidak menimbulkan ancaman terhadap Barat atau gaya hidup orang Barat. Perlawanan mereka bukan hanya dibenarkan tetapi bahkan didukung oleh hukum international. Ekstremis religius yang sungguh-sungguh menimbulkan ancaman terbesar meradikalisasi anak-anak muda kita adalah Kristen Fundamentalis di Gedung Putih dan Downing Street. Bush dan Blair telah menjadi agen perekrutan terbaik Al-Qaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak anak muda Muslim menyadari bahwa bukan terorisme atau ekstremisme yang menjadi target, tetapi Islam sendirilah yang menjadi target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Ummah-lah yang harus memimpin dan menginspirasi generasi muda Muslim, seperti Nabi memimpin dan menginspirasi jutaan manusia dan akan terus demikian adannya. Dan pelajaran pertama yang harus kami sampaikan kepada generasi muda kami adalah takut kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Yvonne Ridley, wartawati-feminis Inggris, yang menjadi mualaf setelah ditawan Taliban, dan kini menjadi pembela Islam di Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://andricipta.wordpress.com/2007...n-menuju-iman/&lt;br /&gt;http://s3nn4.multiply.com/journal/item/264&lt;br /&gt;http://c4kra.multiply.com/journal/item/212/212&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diterjemahkan dari:&lt;br /&gt;http://yvonneridley.org/yvonne-ridle...don.-uk-4.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-4372156224219077683?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/4372156224219077683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=4372156224219077683' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4372156224219077683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4372156224219077683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/03/semakin-kami-disuruh-melupakan-syariah.html' title='Semakin kami disuruh melupakan syari’ah, khilafah dan jihad, semakin Muslim akan membayar dengan darah untuk menegakkan nilai-nilai itu'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8186810875272754953</id><published>2009-03-06T06:40:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T07:11:49.408-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HukPol'/><title type='text'>Once Upon in Nusantara..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/7/bendera2.jpg?et=Pp19alR2Kx%2BqmBS4yZTxuQ&amp;nmid=215553741"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 348px;" src="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/7/bendera2.jpg?et=Pp19alR2Kx%2BqmBS4yZTxuQ&amp;nmid=215553741" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.c4kra.multiply.com/image/7/photos/31/500x500/6/wanita-DI2.jpg?et=WcQvqDxZHEdNUTfAuAHJwQ&amp;nmid=215553741"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 380px;" src="http://images.c4kra.multiply.com/image/7/photos/31/500x500/6/wanita-DI2.jpg?et=WcQvqDxZHEdNUTfAuAHJwQ&amp;nmid=215553741" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/4/kereta2.jpg?et=ym%2C0W%2B6fjVGoBhlhLJL9vQ&amp;nmid=215553741"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 367px;" src="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/4/kereta2.jpg?et=ym%2C0W%2B6fjVGoBhlhLJL9vQ&amp;nmid=215553741" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/5/tentara-anak-DI-.jpg?et=jf1%2BHK2MOk9c7udNW8fZfg&amp;nmid=215553741"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 383px;" src="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/5/tentara-anak-DI-.jpg?et=jf1%2BHK2MOk9c7udNW8fZfg&amp;nmid=215553741" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/2/al-asir.jpg?et=ThPnZQO6HGuv1FpORTtS4Q&amp;nmid=215553741"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 357px;" src="http://images.c4kra.multiply.com/image/2/photos/31/500x500/2/al-asir.jpg?et=ThPnZQO6HGuv1FpORTtS4Q&amp;nmid=215553741" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto diambil dari Darul Islam: Sebuah Pemberontakan oleh C. Van Dijk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski, dengan mengutip Herman Ibrahim dalam salah satu artikelnya di Pikiran Rakyat, "Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan. Kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara di dalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada di Yogyakarta dan sekitarnya. Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negara dengan negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negara Pasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar sebagai kenangan bahwa pada suatu ketika di nusantara, negara itu pernah ada..&lt;br /&gt;dan kini ..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copas dari http://c4kra.multiply.com/photos/album/31/Pada_Suatu_Ketika_di_Nusantara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8186810875272754953?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8186810875272754953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8186810875272754953' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8186810875272754953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8186810875272754953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/03/once-upon-in-nusantara.html' title='Once Upon in Nusantara..'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-2821716412391551747</id><published>2009-02-27T08:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T08:14:01.282-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HukPol'/><title type='text'>Kezaliman Dalam Penulisan Sejarah Islam</title><content type='html'>Saya harus minta maaf kepada ilmuwan sejarah untuk mengatakan bahwa sejarah adalah ilmu yang paling tidak imiah. Argumen saya adalah sesuatu dikatakan ilmiah pertama-tama harus objektif. Kedua, proses dan hasilnya harus terukur secara kuantitatif dan kualitatif. Ketiga, kebenarannya dapat dibuktikan secara empiris atau paling tidak secara laboratoris. Sejarah menjadi tidak objektif karena sejarah ditulis oleh penguasa dan disebarluaskan lewat kekuasaannya itu. Ukuran kebenarannya paling-paling hanya pada “waktu terjadinya peristiwa” bukan pada substansi. Juga ada kesulitan dalam menguji kebenaran sejarah secara empiris maupun laboratoris karena metodologinya sarat kepentingan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penulisan sejarah nasional yang paling dirugikan dan dizalimi adalah Islam. Nyaris semua produk sejarah Indonesia yang diajarkan kepada anak sekolah sejak SD sampai perguruan tinggi adalah sejarah yang anti dan menegasikan Islam. Para pemuda kita dibutakan atas sejarah masa lalu kebesaran Islam. Para ilmuwan sejarah pun bisu atau membisukan diri atas penulisan sejarah yang tidak berpihak kepada kebenaran. Determinasi kekuasaan sejak zaman Belanda sampai pemerintahan sendiri sangat kuat, tetapi mereka paranoid terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok kebohongan kisah pertemuan Kartosoewiryo dengan Westerling di Gedung Pakuan Bandung. Kisah ini sangat keji karena sumber sejarahnya adalah pengadilan sandiwara atas kasus Schmidt dan Jungschlaeger. Hal ini ditulis ulang oleh Her Suganda di PIkiran Rakyat (5/2). Tentu saja Her Suganda mengambil dari sumber resmi yang dalam hal ini dibuat oleh penguasa saat itu. Haris bin Suhaemi yang dijadikan saksi dan dikutip kesaksiannya dalam tulisan itu digambarkan sebagai orang yang dekat dengan Imam Negara Islam Indonesia (NII), S.M. Kartosoewiryo as syahid. Padahal, nama Haris bin Suhaemi tidak dikenal di kalangan pimpinan tinggi maupun menengah NII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengadilan dia membual pernah menyaksikan pertemuan antara S.M. Kartosoewiryo dan wali negara Pasundan R.A.A. Wiranatakusumah dan bekas kapten Westerling. Dia juga berkisah melihat kapal selam menurunkan perlengkapan perang, senjata, adan munisi, serta droping dari epsawat terbang asing untuk melengkapi mesin perang DI/TII. Anehnya, di tulisan Her Suganda, di katakan bahwa Kartosoewiryo gagal melaksanakan ambisinya karena lemahnya persenjataan dan kesulitan komunikasi. Menurut Her Suganda, Kartosoewiryo hanya bisa mengacau di daerah Sukaraja dan Cikalong, Tasikmalaya Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan dan fitnah yang dilansir oleh saksi lain di pengadilan tersebut sangat memojokkan perjuangan Islam NII. Meskipun demikian, harus diakui bahwa NII mengalami fragmentasi yakni NII pro-Proklamasi 17 Agustus 1945 pimpinan H.Zainal Abidin dan Ajengan Patah, NII pro-Belanda yang dipimpin Sultan Hamid II yang bersekutu dengan Westerling, serta NII pimpinan S.M. Kartosoewiryo yang menajiskan hubungan dengan kaum kafir. Dalam pernyataan bantahan yang dilansir oleh Komandemen Tertinggi ANgkatan Perang NII No. IX/7/1955, dinyatakan bahwa usaha merangkaikan dan mencampuradukkan (saman-smelten) perjuangan Islam NII dengan gerakan subversif yang dilakukan Westerling dan sekelompok orang Indonesia adalah sangat absurd dan sama sekali tidak mengandung kebenaran sedikitpun. Bantahan ini tidak mendapatkan tempat di media karena bias kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan. Kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara di dalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada di Yogyakarta dan sekitarnya. Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negara dengan negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negara Pasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phil., sejarah Islam perlu dipaparkan dengan jujur dan diinternalisasi terus-menerus untuk membangun semangat perjuangan dan peradaban. Orang Yahudi sangat berkepentingan memalsukan sejarah Islam karena mereka paham bahwa sejarah bisa menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya bagi kemajuan umat manusia. Dengan segala cara mereka melakukan manipulasi sejarah seakan-akan sumbangan Barat terhadap peradaban manusia lebih hebat daripada Islam. Banyak contoh, betapa sejarah Islam bukan saja ditutup-tutupi, tetapi dikisahkan dalam bentuk kekalahan dan ketertinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembodohan bisa dilakukan lewat sejarah. Lihat sejarah Islam Nusantara yang tidak pernah sungguh-sungguh menggambarkan kejayaan Samudera Pasai, Ternate, dan Tidore serta pengislaman Papua oleh Kerajaan Islam Bacan. Anehnya, yang selalu dibanggakan adalah kisah kejayaan Majapahit dan Sriwijaya yang konon bisa mempersatukan Nusantara. Para ulama yang oleh pujangga Mataram Ronggowarsito pada abad XIX disebut Walisongo sebenarnya adalah penyebar dan penegak syariat Islam lewat kekuasaan yang dibangunnya. Dari mulai Giri, Demak, dan Cirebon. Di masa Mataram yang telah meramu Islam dengan sinkretisme, para ulama tersebut dimistifikasi sebagai tokoh-tokoh keramat dan digjaya tetapi pada saat yang sama direduksi menjadi pengembang ajaran tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis sejarah berikutnya adalah pengaburan Kebangkitan Nasional yang dimanipulasi seakan-akan berawal dari berdirinya paguyuban Boedi Oetomo. Bandingkan dengan Syarikat Dagang Islam (SDI) yang didirikan 25 tahun lebih tua daripada Boedi Utomo. Organisasi ini menjelma menjadi Syarikat Islam yang terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia dari segala lapisan yang mayoritas beragama Islam. Faktanya, pendiri Syarikat Islam H.O.S. Cokroaminoto dan murid-muridnya adalah kaum pergerakan yang menjadi pejuang politik dan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbullah adalah laskar Islam yang menjadi inti peristiwa heroik 10 November di Surabaya. Di Jawa Tengah tatkala TNI di bawah Soedirman mengalahkan sekutu sebenarnya terdiri atas elemen-elemen tentara Islam. Peristiwa yang dikenal dengan Palagan Ambarawa 15 Desember 19435 dan dijadikan Hari Eka Paksi (hari TNI AD) itu sama sekali tidak mengisahkan keterlibatan laskar santri. Menjadi catatan penting bahwa pemberontakan PKI Madiun lebih banyak dihancurkan oleh Hizbullah, namun yang ditonjolkan dalam sejarah adalah prestasi Divisi Siliwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di hari-hari kehidupan bangsa yang konon telah merdeka selama 63 tahun ini, umat Islam selalu terpinggirkan. Bangsa ini lebih memilih pendidikan sekuler dan mengikuti strategi Yahudi yang memisahkan agama dengan politik. Mayoritas umat Islam terbawa arus pemikiran yang menolak nilai-nilai agama menjadi sumber hukum positif. Sekarang dengan kecanggihan media yang dikontrol asing, perlawanan Islam politik pada tingkat tertentu dikategorikan sebagai tindak terorisme. Hasbunallah wa ni’mal wakil. Amin. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, pengamat politik dan militer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pikiran Rakyat, 18 Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-2821716412391551747?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/2821716412391551747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=2821716412391551747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2821716412391551747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2821716412391551747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/kezaliman-dalam-penulisan-sejarah-islam.html' title='Kezaliman Dalam Penulisan Sejarah Islam'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-6144080945848082146</id><published>2009-02-25T09:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T09:33:21.199-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HukPol'/><title type='text'>Indonesia Miliki Dua Proklamasi?</title><content type='html'>Indonesia Miliki Dua Proklamasi?&lt;br /&gt;Oleh Prof. Usman Pelly, MA, Ph.D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASPADA Online.&lt;br /&gt;DR. Mohammad Noer, seorang Political Scientist, dari Universitas Nasional Jakarta, mantan aktivis PII Tanjung Pura, menyatakan dalam sebuah seminar nasional baru-baru ini di kota Padang (11 Agustus 2007), Indonesia sebenarnya memiliki dua buah proklamasi: Pertama Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, dan yang kedua Proklamasi Berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada 17 Agustus 1950, yang diproklamirkan oleh orang yang sama, yaitu Soekarno dan Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya pada proklamasi pertama Soekarno-Hatta menyatakan dirinya atas nama bangsa Indonesia, sedang pada proklamasi kedua, ketika itu, Soekarno adalah Presiden RIS dan Hatta adalah Perdana Menteri RIS. Akan tetapi menurut Noer, perbedaan itu bukanlah sesuatu yang penting, ada yang lebih penting lagi yaitu perbedaan makna dan sejarah dari kedua proklamasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang kita rayakan setiap tahunnya adalah pernyataan bahwa 'penjajahan kolonial terhadap bangsa Indonesia telah berakhir dan bangsa itu menyatakan kemerdekaannya,' sedang Proklamasi berdirinya NKRI 17 Agustus 1950 adalah pernyataan 'pembubaran 17 Negara-Negara Bahagian yang tergabung dalam RIS, termasuk Negara RI Yogayakarta (yang diproklamirkan 17 Agustus 1945) dan meleburkan diri ke dalam sebuah negara baru yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Proklamasi kedua (17 Agustus 1950) itu bukan menyatakan 'kembali kepada RI yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.' Karena, RI 1945 itu juga turut membubarkan diri bersama NST (Negara Sumatra Timur), Negara Pasundan dan NIT (Negara Indonesia Timur) dan kemudian meleburkan diri ke dalam NKRI. Ternyata dalam buku-buku Sejarah Nasional dari SD sampai ke Perguruan Tinggi, tidak ada yang menyebut atau mengutarakan peristiwa proklamasi kedua ini, sehingga banyak generasi muda kita yang tidak mengetahui kapan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proklamasi kedua ini 'merupakan penyatuan kembali Republik Indonesia,' yang waktu itu pecah menjadi 17 Negara Bahagian. Pembentukan 17 Negara Bahagian ini, yang disponsori oleh pemerintah kolonial Belanda, merupakan negara-negara federasi dari RIS yang disebut juga sebagai BFO (Byzonder Federal Overleg). BFO ini adalah bentuk Negara RI yang merupakan landasan struktural dalam persetujuan KMB (Konferensi Meja Bundar), yaitu penyerahan Kedaulatan Kerajaan Belanda kepada RIS tanggal 27 Desember 1949 di Amsterdam, yang ditanda-tangani oleh Kepala Negara Kerajaan Belanda Ratu Juliana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republik Indonesia Serikat&lt;br /&gt;Setelah Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, ibu kota RI dalam pengungsian dan menawan Soekarno-Hatta, Van Mook Wakil Kerajaan Belanda di Indonesia, ketika itu berhasil membentuk Negara-Negara Bahagian (BFO), yang kemudian menjadi Republik Indonsia Serikat (RIS), sedang RI Proklamasi 1945 yang kemudian disebut sebagai RI Yogyakarta, dijadikan sebagai salah satu negara bahagian. Gagasan Van Mook ini merupakan politik 'devide et empera' (pecah dan kuasai), agar Belanda tetap dapat mengendalikan negara bekas jajahannya. Setelah KMB, RIS diterima sebagai suatu kenyataan, walaupun di daearah-daerah Negara Bahagian itu sendiri muncul berbagai kejolak politik (political anrest) yang menuntut untuk mengakhiri atau membubarkan RIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergolakan untuk membubarkan RIS dimulai oleh Dewan Perwakilan Rakyat Malang. Dalam rapatnya 4 Januari 1950, mereka memutuskan untuk melepaskan diri dari Negara Bagian Jawa Timur dan bergabung dengan Negara Bagian RI Yogyakarta. Di Ambon Ir. Soumokil memproklamirkan berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) dan dia sendiri sebagai presidennya. Sementara itu di Sumatra Timur, Dewan Permusyawaratan Rakyatnya menuntut agar RIS dipertahankan (7-9 Mei 1950), tetapi sebaliknya Kongres Rakyat Sumatra Timur tgl 7 Juli 1950 menuntut pembubaran NST (Negara Sumatra Timur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan pendapat di Sumatra Timur ini merupakan dampak dari 'Revolusi Sosial Sumatera Timur 1946. 'Mereka yang duduk dalam badan Permusyawaratan Rakyat NST banyak yang menjadi korban revolusi sosial, sedang yang berperan dalam Kongres Rakyat dari kelompok-kelompok radikal. Tetapi Wali Negara NST, Dr. Tengku Mansjur dalam pidatonya tanggal 11 Mei 1950 menganjurkan untuk 'mempercayakan kepada pemerintah RIS {di Jakarta} untuk penyelesaian bentuk negara ini dengan harapan di kemudian otonomi daerah juga ditegakkan (Mohd. Said, 1973: 27; Deliar Noer 1986: 260). Pergolakan untuk membubarkan RIS terus bergelinding diberbagai daerah, karena dirasakan RIS bukanlah apa yang dicita-citakan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya gagasan NKRI 1950&lt;br /&gt;Menanggapi gejolak permasalahan yang marak dalam tubuh RIS di atas, muncul dua pendapat dalam Komite Nasional Indonesia (BP. KNIP), pendapat pertama berasal dari tokoh PNI, Susanto Tritoprojo, yang menganjurkan agar negara-negara bahagian yang ada bergabung ke Republik Indonesia (Yogyakarta). Dengan demikian RI Yogyakarta akan menggantikan RIS dalam memerintah seluruh Indonesia. Pendapat ini sangat sulit diterima oleh beberapa negara bahagian seperti NIT dan NST, karena mereka melihat RI Yogyakarta sama-sama berkedudukan sebagai negara bahagian, sederajat dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dipaksakan akan menimbulkan konflik antar berbagai negara bahagian dengan RI Yogyakarta. Pendapat kedua muncul dari Mohd. Natsir, seorang tokoh Masyumi. Beliau berpendapat, masalah pokok yang harus dipecahkan adalah bagaimana membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apakah itu dengan cara penggabungan negara-negara bahagian ke RI Yogyakarta atau langsung semua negara-negara bahagian ke NKRI, itu menurutnya adalah masalah teknis. Yang penting menurut beliau, 'pembentukan NKRI itu harus tanpa menimbulkan konlik antar negara-negara bahagian dan golongan dalam masyarakat'(Noer 1986: 261).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. Mohd. Natsir yang dijuluki oleh George Mc T Kahin seorang Sosiolog dari Cornell University Amerika Serikat, sebagai 'the last giants among the Indonesia's nationalist and revolutionary political leaders' (raksasa terakhir {meninggal 1993} di antara tokoh nasionalis dan pemimpin politik revolusioner Indonesia), menamakan usulnya tersebut sebagai 'mosi integral' yang akhirnya setelah disetujui oleh Parlemen, diambil alih oleh pemerintah. Ada hal yang menarik untuk disimak dari mosi integral Mohd. Natsir yang telah menyelamatkan Republik Indonesia yang baru mendapatkan kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun gagasan NKRI itu tidak lagi diperdebatkan oleh Negara-Negara Bahagian, tetapi bagaimana cara, agar semua Negara-negara Bahagian termasuk RI Yogyakarta tidak merasa dipermalukan atau tersinggung dan pemerintah Belanda tidak turut campur tangan merupakan masalah yang krusial. Apabila seluruh negara-negara bahagian membubarkan diri dan melebur kedalam RI Yogyakarta, ada yang merasa tersinggung dan direndahkan. Natsir menggagasi agar semua negara-negara bahgian meleburkan diri, termasuk Negara bahagian RI Yogyakarta kedalam negara baru NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sulit diyakinkan, ternyata adalah Negara Bahagian RI Yogyakarta, walaupun Natsir telah pulang pergi ke Yogyakarta beberapa kali, berunding dengan Mr. Asad sebagai Pj. Presiden dan berbagai tokoh politik di sana. Setelah berunding dengan rekan-rekannya Mr. Kasimo (Partai Katholik), Mr. Tambunan (dari Parkindo) dan Ir Sakirman (dari PKI), akhirnya Natsir kembali ke Yogyakarta dan mengajukan dua pilihan kepada RI Yogyakarta: (1) membubarkan diri dan masuk ke NKRI, atau (2) berperang melawan negara-negara bahagian lain, seperti Negara Madura, NIT dan Pasundan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Natsir meskipun RI Yogyakarta akan menang, tetapi akan menelan banyak korban. Natsir meyakinkan bahwa alternatif pertama, membubarkan diri kemudian bersatu dalam NKRI merupakan jalan yang terbaik. Beliau menambahkan bahwa Dwi Tunggal Soekarno-Hatta adalah modal utama RI Yogyakarta. Tidak ada Negara bahagian lain yang tidak setuju kalau Sukarno dan Hatta dijadikan presiden dan wakil presiden NKRI. Dengan lobbying yang ketat seperti itu RI Yogyakarta, yang semula merasa sulit untuk membubarkan diri yang berarti kehilangan negara, tetapi akhirnya setuju dengan mosi integral Natsir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keseluruhan isi 'mosi integral Natsir' yang tertuang dalam sebuah naskah autentik DPR Sementara RIS, baru akhir-akhir ini dapat ditemukan oleh para sejarawan. Pada tanggal 2 April Mohd. Natsir menyampaikan pidato 'mosi integral' yang bersejarah tersebut, dengan beberapa butir latar pemikiran yang penting (1) Semua negara-negara bahagian mendirikan NKRI melalui prosedur parlementer, (2) Tidak ada satu negara bahagian menelan negara bahagian lainnya dan (3) Masing-masing negara bahagian merupakan bahagian integral dari NKRI yang akan dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya DPR RIS Sementara, memutuskan: 'Menganjurkan kepada pemerintah supaya mengambil inisiatif untuk mencari penyelesaian atau sekurang-kurangnya menyusun suatu konsepsi, menyelesaikan soal-soal yang hangat yang tumbuh sebagai akibat perkembangan politik diwaktu akhir-akhir ini dengan cara yang integral dan menyusun program yang tertentu.' (Feisal 2007: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mohd. Hatta sebagai Perdana Menteri RIS dalam sidang kabinetnya, menyatakan 'Mosi Integral Natsir akan di jadikan pemerintah sebagai dasar penyelesaian persoalan-persoalan yang sedang dihadapi.' Mosi Integral Natsir yang ditandatangani oleh seluruh wakil fraksi di DPR tanggal 2 April 1950 tersebut telah memulihkan NKRI secara demokratis dan konstitusional dan diproklamirkan oleh Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraan pada 17 Agustus 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Menurut Dr.Mohammad Noer, anak Tanjung Pura (peternak kambing, memperoleh Ph.D dari USM, sekarang Direktur Pasca Sarjana Universitas Nasional Jakarta) itu, dalam wawancaranya dengan Pak Natsir di Jakarta (1990), bahwa dalam mensosialisasikan 'Mosi Integral' itu dia berusaha untuk tidak terbuka. Strategi ini menurut Natsir, karena waktu itu, Belanda masih bercokol di Indonesia. 'Saya adakan Mosi Integral yang kabur-kabur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita tengah menghadapi Belanda. Jangan sampai Belanda bikin kacau lagi. Belanda tidak boleh tahu ke mana arah rencana itu.' Setelah terbentuk NKRI, Natsir diberi mandat oleh Presiden Sukarno sebagai Perdana Menteri Pertama NKRI (1950-1951). Pak Natsir mengetahui penunjukkan itu, pertama-tama dari wawancara wartawan Asa Bafaqih, waktu dia bertanya kepada Presiden Soekarno, 'siapa yang akan menjadi Perdana Menteri NKRI?' Dengan suara yang meyakinkan Soekarno menjawab, 'siapa lagi kalau bukan Natsir dari Masyumi. Mereka punya konsepsi untuk menyelamatkan Republik melalui konstitusi.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Mohd. Natsir menjadi Perdana Menteri NKRI yang pertama setelah Presiden Soekarno memproklamirkan NKRI 17 Agustus 1950 Agar generasi muda kita tidak melupakan sejarah atau buta sejarah, mengapa pada setiap hari peringatan Proklamasi 17 Agustus 1945, kita juga secara implisit atau sekaligus bersedia memperingati Proklamasi NKRI (1950). Karena NKRI yang kita pertahankan sekarang ini, tidak muncul tiba-tiba dari atas langit, 'it has a history!' walaupun pembuat sejarah itu bukan orang yang selalu kita senangi. Insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penulis adalah Antropolog, Universitas Negeri Medan)&lt;br /&gt;http://www.waspada.co.id/Opini/Artik...roklamasi.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-6144080945848082146?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/6144080945848082146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=6144080945848082146' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6144080945848082146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6144080945848082146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/indonesia-miliki-dua-proklamasi.html' title='Indonesia Miliki Dua Proklamasi?'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8564951805039654697</id><published>2009-02-21T20:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T20:42:39.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HukPol'/><title type='text'>Rosulullah Muhammad SAW adalah Teladan Kita, Apakah Beliau Pernah Ikut Pemilu ?</title><content type='html'>Arrahmah.Com Knowledge -  Jika kita memperhatikan kebiasaan dan kenyataan dari pemilihan umum (pemilu) dan kemudian melihat firman Allah SWT dalam Al-Qur`an, kita akan menyadari bahwa ayat “Qul Yaa ayuhhal kafiruun” itu tidak punya arti sama sekali jika anda memilih orang kafir atau orang muslim dengan ideologi kafir dan mendukung partai mereka. Terlebih jika anda memilih mereka, anda akan mendukung seluruh tindakan yang mereka lakukan yang dalam prinsip Islam anda telah me-‘wakil’-kan segala urusan anda pada mereka. Oleh karena itu, kaum Muslimin tidak boleh memilih siapapun dalam pemilu kali ini, meskipun mereka semuanya terlihat Islami dan seolah-olah akan memperjuangkan Islam atau menggunakan ayat-ayat Al-Qur`an dalam kampanye-kampanye mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih jika ada beberapa orang pergi dan mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota dewan, atau memilih anggota dewan untuk menduduki jabatan di legislatif (DPR/MPR), ini jelas-jelas sebuah kemusyrikan dalam Islam. Sebuah perkara, pada kenyataannya dalam pandangan Islam wajib diketahui dan tidak terdapat perbedaan pendapat dalam soal tersebut. Bagaimana mungkin seorang muslim yang mengatakan bahwa bahwa tidak ada Pembuat Hukum selain Allah SWT yang diikuti kalimat “Laa ilaha illallah” dan kemudian dia memilih seseorang untuk mengesahkan pemerintahan dan hukum kufur ? Lebih baik jika tauhid setiap muslim dipergunakan untuk menjaga kesucian Allah SWT semata-mata, yaitu untuk mentaati, untuk beribadah, dan semata-mata mengikuti perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana setiap muslim tahu, Allah SWT memiliki 99 nama (Asmaul Husna) kemudian ini akan membuat 99 jalan bagi seorang seseorang untuk menjadi kafir jika dia menyekutukan sesuatu atau seseorang dengan nama Allah SWT. Salah satu contoh, nama Allah SWT adalah “Al-Hakim” yang artinya Allah SWT adalah satu-satunya pembuat hukum. Dan jika anda menyetujui seseorang untuk melakukan apa yang menjadi sifat dan hak Allah SWT, maka anda akan menjadi musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa berbuat kebaikan seberat atom (biji sawi), Allah SWT akan melihatnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan sebesar atom sekalipun, Allah akan melihatnya.” (QS, 99: 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Al-Qurthubi, tentang ayat di atas, kata “kebaikan” berdasar syariat. Dalam peryataannya tentang ayat tersebut, Abdullah Ibn Abbas r.a. berkata, jika kamu memilih itu tidak akan diterima sebagai amal baikmu, karena hal ini sama sekali bukan berdasarkan syariat. Hanya perbuatan-perbuatan yang berdasarkan syariat saja yang diterima Allah SWT dan sesungguhnya Rosulullah Muhammad SAW, teladan kita, tidak pernah memilih siapapun dalam parlemen Quraisy pada masa beliau, seperti memilih Abu Lahab atau Abu Jahal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insyaallah, jika seorang muslim membaca dan memahami ayat “Qul Huwallahu ahad”, maka Allah SWT akan memberi cahaya dengan sebuah pemahaman yang benar dalam hatinya, bahwa hanya Allah SWT sajalah yang menjadi pembuat hukum. Apa yang disebut syirik adalah beribadah kepada selain Al-Khaliq, mentaati atau mengikuti kepada selain-Nya. Hanya ada satu tujuan kita beribadah, mengikuti dan mentaati Allah SWT semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyekutukan sesuatu dengan Allah SWT dalam ke-Tuhanan-Nya atau fungsinya adalah syirik. Syirik juga didefinisikan sebagai “mengadakan aktivitas peribadatan kepada selain Allah SWT”. Salah satu aktivitas ibadah (selain sholat, shaum, dsb) adalah tahkim, yaitu memutuskan hukum/mengadili dalam sebuah perkara hanya dengan hukum Allah SWT semata. Jika kita bertahkim kepada thogut, yaitu menyerahkan perbuatan hukum atau memutuskan perkara dengan pengadilan atau hukum kufur adalah sebuah kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah dalam “Majmu Al Fatawa” mendefinisikan tahkim (Al-Tahaakum) sebagai sebuah aktivitas ibadah dan berkata, jika seseorang memutuskan perkara dengan salain agama Allah SWT adalah musyrik! Jika seseorang berargumen bahwa dia tidak tahu bahwa memilih suatu kekufuran ataupun memilih orang muslim namun berideologi dan bercita-cita kufur (tidak ingin menegakan syariat Islam) adalah suatu hal yang serius, hendaknya dia mengambil pelajaran dari Abdullah bin Abbas r.a. yang berkata “Dan orang akan menjadi kafir karena ketidaktahuannya” . Sehingga hal ini dipandang sebagai syirik akbar yang tidak dapat diampuni. Naudzubilahi min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa syirik bukan hanya menyekutukan seseorang dengan Allah SWT, tapi juga bagi seseorang yang melakukan sesuatu perbuatan yang hanya menjadi hak Allah SWT. Lebih jauh, bagi siapa saja yang mencoba membuat argumen palsu, alasan-alasan logis, dengan memelintir ayat-ayat ataupun memprediksi hal-hal yang sebenarnya masih ghoib (misalnya dengan mengatakan bahwa kalau kita tidak memilih pada saat ini, maka umat Islam akan dibantai, dimusnahkan dan sebagainya) agar umat memilih pada saat ini, maka kita harus mengingatkan mereka bahaw tidak satupun dari 4 Imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal) yang mengatakan bahwa kita boleh memilih untuk kekufuran!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat yang menyangkal perbuatan ini (pemilu) dan menyatakan bahwa barangsiapa mengambil bagian dalam perbuatan pemilihan ini, maka mereka terkategorikan musyrik. Contohnya, :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.”&lt;br /&gt;(QS. 42 : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih membuat yakin orang-orang yang tetap melaksanakan pemilu dan menyerahkan serta memutuskan perkara dengan kehendak dan hawa nafsu mereka, maka perhatikan firman Allah SWT berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan rosul-Nya, jika kamu benar-benar beriman.” (QS 4 : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya) dan tidak seseorang pun yang dapat menolak ketetapan-Nya.” (QS 13 : 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika hukum yang ada saat ini mencoba untuk setuju atau disesuaikan dengan hukum Islam, sebagai contoh jika besak presiden terpilih berkata : “Kita harus memotong tangan pencuri”. Karena itu tidak dibuat berdasar hokum Allah SWT. Peryataan tersebut tetap masih dianggap hukum kufur! Hal tersebut berdasarkan kaidah atau prinsip Islam : “Apapun yang setuju dengan Islam adalah kufur dan apapun yang tidak setuju dengan Islam juga kufur” (kecuali Islam itu sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, disimpulkan bahwa sistem pemerintahan yang berlaku saat ini adalah sistem toghut, tanpa keraguan sedikit pun. Dan Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang ingkar terhadap thogut dan kemudian beriman kepada Allah SWT.” (QS 2 : 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini termasuk menyakini bahwa sistem yang ada sekarang adalah thogut, menjaga jarak dengannya, tidak bermanis muka, tidak menjilat, dan membenci thogut, menolaknya serta memiliki rasa benci terhadapnya. Setelah memahami hal ini bagaimana seorang muslim dapat memilih atau terpilih untuk kemudian duduk dengan tawaghit (sistem kufur) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum Muslimin, tanpa kita sadari kita telah terjerumus jauh mengikuti kaum Yahudi dan Nasrani ke lubang biawak, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sebagaimana dikatakan oleh Rosulullah SAW. Naudzubillahi min dzalik. Sadarlah wahai saudaraku, sadarlah wahai kaum Muslimin….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…Saksikanlah, kami telah menyampaikannnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prince of Jihad - www.arrahmah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel udah agak lama sihh,, tp masih update koq sm Pemilu yg akan segera dihadapi..&lt;br /&gt;Moga memberi sedikit informasi (dan bermanfaat) :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8564951805039654697?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8564951805039654697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8564951805039654697' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8564951805039654697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8564951805039654697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/rosulullah-muhammad-saw-adalah-teladan.html' title='Rosulullah Muhammad SAW adalah Teladan Kita, Apakah Beliau Pernah Ikut Pemilu ?'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-5788016212090732999</id><published>2009-02-21T20:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T20:10:41.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb</title><content type='html'>Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah dua orang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang polisi itu mengetengahkan kisahnya kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, lalu peristiwa itu menghantam kami dan merubah total kehidupan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penjara militer pada saat itu, setiap malam kami menerima orang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Setiap orang-orang itu tiba, atasan kami menyampaikan bahwa orang-orang itu adalah para pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi. Karena itu, dengan cara apapun kami harus bias mengorek rahasia dari mereka. Kami harus dapat membuat mereka membuka mulut dengan cara apapun, meski itu harus dengan menimpakan siksaan keji pada mereka tanpa pandang bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tubuh mereka penuh dengan berbagai luka akibat pukulan dan cambukan, itu sesuatu pemandangan harian yang biasa. Kami melaksanakan tugas itu dengan satu keyakinan kuat bahwa kami tengah melaksanakan tugas mulia: menyelamatkan negara dan melindungi masyarakat dari para “pengkhianat keji” yang telah bekerja sama dengan Yahudi hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hingga kami menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat kami mengerti. Kami mempersaksikan para ‘pengkhianat’ ini sentiasa menjaga shalat mereka, bahkan sentiasa berusaha menjaga dengan teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. Ketika ayunan pukulan dan cabikan cambuk memecahkan daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. Lisan mereka sentiasa berdzikir walau tengah menghadapi siksaan yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka berpulang menghadap Allah sementar ayunan cambuk tengah mendera tubuh mereka, atau ketika sekawanan anjing lapar merobek daging punggung mereka. Tetapi dalam kondisi mencekam itu, mereka menghadapi maut dengan senyum di bibir, dan lisan yang selalu basah mengingat nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, kami mulai ragu, apakah benar orang-orang ini adalah sekawanan ‘penjahat keji’ dan ‘pengkhianat’? Bagaimana mungkin orang-orang yang teguh dalam menjalankan perintah agamanya adalah orang yang berkolaborasi dengan musuh Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami, aku dan temanku yang sama-sama bertugas di kepolisian ini, secara rahasia menyepakati, untuk sedapat mungkin berusaha tidak menyakiti orang-orang ini, serta memberikan mereka bantuan apa saja yang dapat kami lakukan. Dengan ijin Allah, tugas saya di penjara militer tersebut tidak berlangsung lama. Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya dipenjara seseorang. Kami diberi tahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Qutb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan. Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu seorang sheikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah, sebelum dieksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sheikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa ilaha illa Allah…”. Sayyid Qutb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Sheikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan Laa ilaha illa Allah”. Pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari esoknya, kami, aku dan temanku, menuntun dan tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentara menempati posisinya dengan senjata siap. Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher Beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan. Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyah kepada saudaranya, untuk tetap tsabat dan shabr, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di Surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para Shahabat. Tausiyah ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD!” Aku tergetar mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Qutb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka. Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap Anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari Presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga Anda dan seluruh teman-teman Anda akan diampuni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah pulpen, lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… Aku bersalah dan aku minta maaf…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Qutb dipenjara, lalu datanglah saudarinya Aminah Qutb sembari membawa pesan dari rejim thowaghit Mesir, meminta agar Sayyid Qutb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada Presiden Jamal Abdul Naser, maka ia akan diampuni. Sayyid Qutb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang sentiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rejim thowaghit…”. Pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa Beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan Akhirat yang abadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira itu berkata, dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Sayyid Qutb berkata tenang, “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyaksikan seluruh episode ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera, para eksekutor akan menekan tuas, dan tubuh Sayyid Qutb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan semua mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya… Mereka mengucapkan, “Laa ilaha illah Allah, Muhammad Rasulullah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertobat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hambaNya yang sholeh. Aku sentiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari kumpulan kisah: “Mereka yang kembali kepada Allah”&lt;br /&gt;Oleh: Muhammad Abdul Aziz Al Musnad&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Amin Taufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Courtesy: Al Firdaws English Forum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Forum Jihad al Tawbah-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-5788016212090732999?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/5788016212090732999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=5788016212090732999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5788016212090732999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5788016212090732999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/dua-polisi-yang-menyaksikan-eksekusi.html' title='Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-2540313816936095987</id><published>2009-02-06T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T18:54:09.365-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Kisah Semangat Jihad Anak-anak Pada Zaman Rasulullah SAW</title><content type='html'>Kisah Semangat Jihad Anak-anak Pada Zaman Rasulullah SAW &lt;br /&gt;Percakapan dan perbualan para sahabat Rasulullah (saw) mengenai jihad sedemikian rupa, sehingga hal itu sangat berpengaruh kepada cita2 dan semangat juang anak2 mereka. Jika hari ini anak2 kita berbincang hal2 kosong tentang tokoh2 fiktif yang tidak ada kaitannya dengan aqidah mereka, maka perbincangnan diantara anak2 para sahabat adalah keberanian dan tanggung jawab orangtua2 mereka dalam meninggikan kalimah Allah (swt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian rupa keadaan mereka, sehingga setiap dari mereka ingin segera terlibat bersama orang2 dewasa dalam memperjuangkan agama mereka. Meskipun mereka belum lagi mencapai usia baligh, akan tetapi sepak terjang mereka yang heroik telah menjadi kisah2 abadi yang menjadi teladan bagi orang2 di belakang hari. Bukan saja terhadap anak2 kita, akan tetapi juga menjadi teladan bagi orang2 dewasa, bagaimana seharusnya kita bersikap dalam memperjuangkan agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian rupa keadaannya, maka hampir menjadi kebiasaan Rasulullah (saw) untuk meminta kepada mereka yang siap keluar jihad, untuk berparade dalam suatu barisan. Hal itu selain sesuai dengan kehendak Allah (swt) [1], juga agar Rasulullah (saw) dapat memastikan bahwa tidak ada anak2 di bawah umur yang turut serta bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya pada hari2 menjelang perang Uhud. Nabi (saw) terpaksa meredam semangat jihad anak2 dengan cara mengembalikan mereka ke rumah2 orangtua mereka masing2. Diantara mereka adalah Abdullah bin Umar (ra), Zaid bin Tsabit (ra), Usamah bin Zaid (ra), Zaid bin Arqam (ra), Barra bin Azib (ra), Amr bin Hizam (ra), Usaid bin Zhuhair (ra), Urabah bin Aus (ra), Abu Sa'id al Khudri (ra), Samurah bin Jundub (ra) dan Rafi' bin Khadij (ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, anak2 tersebut merasa sangat kecewa. Dan melihat kekecewaan anaknya, maka Khadij (ra) berusaha untuk membela anaknya agar dia tetap dapat pergi ke medan perang. Khadij (ra) berkata, "Rafi' anak saya ini pandai memanah." Dan seiring dengan pembelaan ayahnya tersebut, dengan semangat baja, Rafi' menjijitkan kakinya agar terlihat lebih tinggi. Dan selanjutnya Rasulullah (saw) mengizinkan Rafi' bin Khadij (ra) ikut berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keberhasilan Rafi' (ra), maka Samurah bin Jundub (ra) merayu ayah tirinya, Murrah bin Sinan (ra), "Ayah, Rafi' diperbolehkan ikut berperang, sedangkan saya tidak, padahal saya lebih kuat daripadanya. Jika adu tanding, pasti saya dapat mengalahkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (saw) memperkenankan usulannya, sehingga keduanya ditandingkan di hadapan beliau. Ternyata Samurah bin Jundub (ra) dapat mengalahkan Rafi' bin Khadij (ra). Kemudian Samurah diizinkan beliau untuk ikut berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan itu benar2 membangkitkan semangat anak2 yang lain, sehingga banyak diantara mereka yang kembali mengajukan permohonan kepada Nabi (saw) agar mereka diijinkan untuk ikut berperang. Bagaimanapun akhirnya Nabi (saw) hanya membenarkan beberapa anak saja yang dapat menyertai peperangan ini. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;[1] "Sesungguhnya Allah menyukai orang2 yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur se-akan2 mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Qs ash Shaff 61:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari Subhan Ibn Abdullah, Pattaya, 15/04/2005&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber :kebun hikmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subhanalloh.. ^^&lt;br /&gt;merasa tertinggal jauuuhhhh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-2540313816936095987?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/2540313816936095987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=2540313816936095987' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2540313816936095987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2540313816936095987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/kisah-semangat-jihad-anak-anak-pada.html' title='Kisah Semangat Jihad Anak-anak Pada Zaman Rasulullah SAW'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8060960749240477637</id><published>2009-02-06T18:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T18:57:39.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terrible..'/><title type='text'>Dicari: Muka Baru di Kursi Presiden</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pemilihan umum tinggal lima bulan lagi. Namun pemimpin dambaan ummat belum juga muncul. Kepada siapa ummat berharap?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supangat benar-benar pusing. Awal pekan lalu anak sulungnya yang duduk di bangku kelas dua SLTP, meminta uang untuk membayar tunggakan SPP. Adiknya yang masih kelas V SD juga menagih janjinya. Seminggu lalu, lelaki itu berjanji akan melunasi uang ekstrakurikuler yang diminta anaknya. “Tinggal saya yang belum bayar, Pak. Saya malu,” kata sopir taksi itu menirukan ucapan anaknya, pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lelaki itu hanya bisa mengelus dada. Tak ada uang sepeser pun mampir di koceknya, kecuali sekadar untuk mengepulkan asap dapur. Sudah seminggu ini setorannya ke pool tak mencapai target. Selain kemacetan Jakarta makin tak pilih waktu, orang pun makin jarang naik taksi butut yang dikendarainya. “Kayaknya orang pada segen naik taksi saya kecuali kepepet,” ujarnya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempitan hidup tak urung membuat Supangat apatis. Ia mengaku pusing memikirkan persoalan politik. Pemilu tinggal lima bulan, tapi ia merasa kenduri politik nasional itu tak punya greget. Meski para calon presiden mulai rajin tampil dalam kampanye di televisi, ia mengaku tak tertarik. “Buat saya, siapa saja presidennya terserah, yang penting aman, barang kebeli, beras murah, dan anak-anak bisa sekolah,” kata lelaki asal Tegal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan Supangat tampaknya perlu dicamkan para calon presiden yang bakal bertarung dalam pemilu nanti. Sebab, apatisme tak hanya melanda masyarakat kelas bawah. Para eksekutif yang berkantor di sepanjang jalan utama Ibukota pun terjangkit penyakit serupa. “Saya nggak punya gambaran tentang siapa presiden kita nanti,” kata Suryana, seorang manajer di sebuah perusahaan asing di kawasan Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ummat Islam, urusan memilih presiden menjadi perkara yang sangat pelik. Sebab, hingga kini belum ada calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria ummat Islam. “Saya lihat, belum ada calon presiden yang benar-benar mampu mengayomi aspirasi mayoritas ummat,” kata mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA), KH Cholil Badawi, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan akan pemimpin ummat yang mampu mengayomi dan menjamin stabilitas politik dan ekonomi memang bukan basa-basi. Sayang, kandidat presiden yang diperkirakan bakal mampu memenuhi harapan mereka masih belum juga muncul. Beberapa kandidat yang muncul rata-rata muka-muka lama yang kartunya sudah banyak terbaca selama orde reformasi ini berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa Muka Lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan para kandidat lainnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jelas punya kans yang lebih besar. Selain didukung Partai Demokrat, posisinya sebagai calon incumbent jelas sangat strategis untuk berupaya kembali menduduki kursi empuk kepresidenan. Dukungan birokrat dan aparat, meski telah mengklaim diri netral, mau tak mau akan tetap terasa. Dalam berbagai poling, SBY pun masih tetap bertengger di urutan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Presiden, SBY yang memang hobi tampil di depan publik tentu lebih banyak muncul di media ketimbang calon-calon lain. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,  ia pun akan dianggap lebih banyak berbuat dari kandidat lain. Tapi, perlambatan ekonomi belakangan ini menurut berbagai pengamat politik dan ekonomi telah memurukkan citra SBY. “Masyarakat mulai merasa pesimis terhadap kondisi ekonomi nasional di bawah SBY-JK,” kata pengamat politik UI, Arbi Sanit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, SBY juga bukan pilihan yang menarik. Sebab, jenderal lulusan General Staff and College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat ini sering tampil ragu. SBY pun sering terlihat lembek di hadapan Paman Sam. Berbagai kebijakannya juga dinilai tak berpihak kepada ummat, seperti keengganan dia membubarkan Ahmadiyah serta hobi kleniknya yang cukup gawat. Semua itu membuat nama SBY semakin jauh dari mata ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon presiden yang paling siap menyaingi SBY adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Mega kini rajin turun ke bawah sambil memoles performancenya. Tampaknya ia belajar dari kesalahan saat dikalahkan SBY, lima tahun lalu. Ia pun mulai rajin mendekati kantong-kantong ummat dan mendirikan Baitul Muslimin Indonesia (BMI)  yang disetting sebagai sayap Islam Nasionalis PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, manuver Mega di kalangan ummat Islam bukan tak mengundang kecurigaan. Sebab, selama ini PDIP justru sering menghempang aspirasi ummat Islam, seperti upaya PDIP menggagalkan pengesahan RUU Antipornografi dan Pornoaksi. Sebagian ummat Islam pun masih meragukan komitmen dan keabsahan Mega sebagai calon presiden. “Wanita tidak boleh menjadi kepala negara,” kata Ustadz Syamsuddin Ramadhan dari Hizbut Tahrir Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidat lain yang cukup potensial adalah Pemimpin Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menjelang Pemilu 2009, intensitas iklan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani dan Nelayan (HKTI) itu di televisi, makin kencang. Kampanye Prabowo lewat iklan ini pun berdampak positif bagi popularitas bekas menantu mantan Presiden Soeharto itu. “Popularitas Prabowo kini mencapai 7,8 persen,” kata Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latief.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabowo memang pernah dikenal sebagai “Kepala Suku” “TNI Hijau” yang dekat dengan Islam. Kedekatan dia dengan beberapa kelompok Islam pula yang ditengarai menjadi salah satu sebab putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini diganjal karier militernya. Ia “kalah perang” dengan mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto yang dianggap representasi pemimpin TNI “Merah Putih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, beberapa kelompok Islam mempertanyakan Prabowo. Sebab, partainya –Partai Gerindra— meski sebagian diawaki mantan aktifis Islam, namun juga merekrut banyak kader kiri dan non muslim sebagai pengurus dan calon legislatif. Prabowo pun seolah trauma dengan kelompok Islam sehingga ia memilih berada di tengah semua pihak. Keberpihakannya kepada umat Islam yang ingin menegakkan syariat pun masih menjadi tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidat lain yang rajin beriklan di koran dan televisi adalah Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, Jenderal Wiranto. Tema iklannya sering menyentil kebijakan pemerintahan Presiden SBY, terutama soal harga BBM, dan ajakan agar rakyat tidak memilih pemimpin yang sering mengingkari janji dan ucapannya sendiri. Gara-gara iklan itu, SBY terpaksa harus beberapa kali berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiranto juga semakin rajin menggalang dukungan ke berbagai daerah, termasuk ke kantong-kantong ummat. Ia hanya meneruskan langkah yang disusunnya sejak masih menjadi Panglima TNI dan calon presiden Golkar dalam pemilu lalu. Ia pun cukup dekat dengan beberapa kelompok Islam, seperti Partai Keadilan sejahtera. Selain sebagian faksi PKS mendukung dia dalam pemilu presiden putaran pertama pada 2004, kedua anak dan menantunya pun aktif di PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hubungan Wiranto dengan PKS kini tak lagi seindah dulu. Ada yang membuat Wiranto kurang sreg pada beberapa elit PKS yang dinilainya kurang amanah, terutama soal uang. “Untuk PKS saja habis banyak. Pak Wiranto bilang, sampai Rp 35 milyar,” kata mantan Anggota DPR Ahmad Sumargono dua pekan lalu. Kini, di saat partai-partai Islam ragu mendukung Wiranto, PKS pun seolah enggan berjalan seiring dengan Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Sultan Hamengku Buwono X belakangan dijagokan sebagai calon kuda hitam. Popularitasnya terus meningkat setelah dua bulan lalu mendeklarasikan tekadnya untuk maju menjadi calon presiden. Menurut hasil poling Reform Institue, elektibilitas Sultan kini mencapai 10 persen. Semboyan “Apa Bisa Tahan...” yang dipakai Sultan sebagai simbol tekadnya untuk mengentaskan kesengsaraan rakyat dinilai sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hingga kini belum ada kejelasan sikap kelompok Islam untuk mendukung Sultan. Sebab, Gubernur DIY ini kurang dekat dengan ummat, sementara aroma klenik tercium keras ketika ia memastikan diri untuk mencalonkan diri sebagai presiden. “Katanya beliau mendapat dawuh,” kata pengamat budaya Jawa, MT Arifin. Yang lebih gawat, sumber SI memastikan bahwa di belakang Sultan ada Paman Sam. “Kuat dugaan, pendukung Sultan terutama Garin Nugroho, adalah agen Amerika,” kata sumber tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Kabar Tokoh Ummat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan organisasi Islam ada pula beberapa nama yang muncul. Dari PKS, ada 8 kandidat yang dielus-elus, meski hanya Ketua Umum MPR Hidayat Nurwahid yang punya kans. Dari PAN mantan Ketua MPR Amien Rais masih layak diharapkan, dari PPP ada Ketua Umum sekaligus Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil Suryadharma Ali, sementara dari PBB Ketua Dewan Syuro Yusril Ihza Mahendra. Meski kandas dalam verivikasi, PKB Ciganjur masih ingin mengusung KH Abdurrahman Wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sebagian konstituen telah mengharapkan Hidayat maju sebagai calon presiden, tapi tampaknya PKS justru masih menunggu angin baik. “Kita masih terus menggodog delapan calon itu,” kata Presiden PKS Tifatul Sembiring beberapa waktu lalu. PAN juga belum memastikan calonnya. Selain Amien, Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir pun berambisi menjadi calon presiden. Sementara itu, Partai Matahari Bangsa konon berniat mendukung Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Bulan Bintang memang telah mengelus-elus Yusril. Namun perolehan suara mereka di tahun 2004 yang tidak masuk electoral treshold memaksa mereka berpikir realistis. Demikian juga PPP jika berencana mengusung Suryadharma Ali. Sebab, beberapa pengamat politik menilai PPP telah menjadi partai orang tua, walaupun masih punya captif market. Pemilih PPP diduga akan semakin menurun. Mereka juga belum bisa mewakili mayoritas ummat Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar para tokoh-tokoh partai dan organisasi Islam itu sebenarnya masih ada beberapa tokoh umat yang cukuo dikenal masyarakat. Dari kalangan tokoh senior ada sesepuh pesantren Langitan,  KH Abdullah Faqih, sesepuh Pesantren Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, tokoh ulama Betawi KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, Ketua Umum MUI KH Sahal Mahfudz, Ketua MUI KH Ali Yafie, Ketua MUI KH Ma’ruf Amien dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari kalangan tokoh Islam yang lebih muda lagi, ada Ketua Umum FPI Habib Riziq Shihab, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto, ada pula Komandan Laskar Islam Munarman, pemimpin jamaah dzikir Ustadz Arifin Ilham, pemimpin pesantren Darut Tauhid Bandung Ustadz Abdullah Gymnastiar, dan sebagainya. Tapi tampaknya, ummat masih juga belum sepakat untuk memilih dan mendukung para tokoh itu sebagai pemimpin ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Wakil Ketua DPA Cholil Badawi mengaku gundah dengan ketidakpastian soal pemimpin nasional mendatang. Apalagi dari tokoh yang memiliki keberpihakan kepada ummat. Menurut dia, hingga saat ini belum ada seorang pemimpin di negeri ini yang memiliki kualitas lengkap. Padahal, kepemimpinan bukan perkara sembarangan. “Sampai kapan kita masih harus terus menunggu,” ujarnya. (Abu Zahra/mj/www.suara-islam.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muka baru/lama sama aja.. sepertinya bukan orangnya yg diganti, tp sistemnya.. :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8060960749240477637?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8060960749240477637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8060960749240477637' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8060960749240477637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8060960749240477637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/dicari-muka-baru-di-kursi-presiden.html' title='Dicari: Muka Baru di Kursi Presiden'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-5531886948824460124</id><published>2009-02-06T00:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T00:24:16.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Izinkan Aku Bercerita Tentangmu…</title><content type='html'>Jangan pernah lelah wahai Mujahidku&lt;br /&gt;Karena ku kan senantiasa dibelakangmu untuk mendukungmu&lt;br /&gt;Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan&lt;br /&gt;Didepan ada musuhmu, musuh Tuhan kita&lt;br /&gt;Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu&lt;br /&gt;Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu&lt;br /&gt;Bidiklah tepat dijantungnya&lt;br /&gt;Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya&lt;br /&gt;Maju terus jangan pernah menyerah&lt;br /&gt;Lepaskanlah duniamu&lt;br /&gt;Karena sungguh dunia ini hina&lt;br /&gt;Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan&lt;br /&gt;Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta&lt;br /&gt;Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan&lt;br /&gt;Hanya untukmu, hanya untukmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan&lt;br /&gt;Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid dimedan itu&lt;br /&gt;Dua pilihan yang menguntungkan, bukan?&lt;br /&gt;Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian?&lt;br /&gt;Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat&lt;br /&gt;Bukankah kau tidak demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga&lt;br /&gt;Dengan berbagai kenikmatan didalamnya&lt;br /&gt;Dan akupun mendengarkan dengan seksama&lt;br /&gt;Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni didalamnya&lt;br /&gt;Menuai keridhaan-Nya selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Mujahidku.. aku sering melihatmu bercucuran air mata&lt;br /&gt;Dan seketika itu kau tersungkur bersujud&lt;br /&gt;Memanjatkan sebuah doa&lt;br /&gt;Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu&lt;br /&gt;Namun ku tau&lt;br /&gt;Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya&lt;br /&gt;dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar&lt;br /&gt;mengembalikan izzah mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai Kekasihku.. ku kan senantiasa berdoa untuk mu agar harapanmu terpenuhi&lt;br /&gt;untuk bisa kembali ke medan pertempuran itu&lt;br /&gt;sungguh aku ridha jika harus dua kali atau bahkan berulang kali ditinggal olehmu&lt;br /&gt;meski kerinduanku belumlah pupus&lt;br /&gt;meski sajadahku belumlah kering karena banyaknya air mata kerinduan mengharap hadirmu disisiku&lt;br /&gt;meski hari-hariku kan kembali sepi oleh canda dan petuahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski kau tak lagi mengimamiku shalat&lt;br /&gt;meski kau tak akan menyakasikan kehadiran Mujahid kecilmu menghirup udara kehidupan&lt;br /&gt;aku ridha, sungguh aku ridha&lt;br /&gt;asalkan Rabb kita memperkenankan kita bersua dan berkumpul di JannahNya&lt;br /&gt;untuk selamanya&lt;br /&gt;Jika kita tak berjumpa kembali&lt;br /&gt;Maka kan ku semai cintamu disyurga&lt;br /&gt;Dalam istana takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senyumku mengembang jika ku membayangkannya(syurga)&lt;br /&gt;namun ku tak bisa menyembunyikan rasa cemburuku pada bidadari bermata jeli&lt;br /&gt;yang akan membagi kasihmu dengan ku&lt;br /&gt;kecantikan mereka tiada tandingan&lt;br /&gt;meski kau selalu menyanjungku tiap pagi dan malam hari&lt;br /&gt;namun seperti yang kau tau aku adalah wanita pecemburu&lt;br /&gt;jiaka rasa itu menyerang maka aku kan mengingat kata-katamu&lt;br /&gt;â€œkecantikan bidadari memang tiada duanya namun wanita dunia lebih mulia dan tiada tandingannya karena mereka bersusah payah beribadah sewaktu didunia&lt;br /&gt;Dan seketika itu pula hatiku riang&lt;br /&gt;Ahhh..kau selalu mengerti bagaimana caranya membuatku senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pujaanku..tiada berita yang lebih kusukai selain berita tentang kesyahidanmu&lt;br /&gt;Oleh karena itu janganlah berhenti untuk mengharap syahadah pada-Nya&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah melapangkan jalanmu menujuNya&lt;br /&gt;Kau ingat bukan Rabb kita telah berfirman&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Barang siapa menolong agamanya maka dia akan menolongnya pula"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kekasih hati..jangan pernah ragu untuk meninggalkanku kembali&lt;br /&gt;Jangan fikirkan aku&lt;br /&gt;Karena ku kan baik-baik saja&lt;br /&gt;Ku kan setangguh isteri Handzalah&lt;br /&gt;yang merelakan malam pengantinya untuk memenuhi seruan-Nya&lt;br /&gt;Kan kutopang hidupku tanpamu&lt;br /&gt;Karena kini ku telah terbiasa&lt;br /&gt;Kau yang mengajarkannya padaku, bukan?&lt;br /&gt;Bukankah kita telah berkomitmen dari awal perjumpaan&lt;br /&gt;dan saat ijab Kabul diucapkan&lt;br /&gt;untuk mendirikan bangunan kasih kita diatas jalanNya&lt;br /&gt;hingga syahid menjemput?&lt;br /&gt;Kita tau perjumpaan didunia adalah sementara&lt;br /&gt;Karenanya kita memohon perjumpaan yang kekal&lt;br /&gt;Hingga kau dan aku tak terpisahkan lagi oleh ruang dan waktu&lt;br /&gt;Allaahumma Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam rinduku untuk mu selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aisyah-mu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari seorang teman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mempersiapkan diri untuk hal terburuk.. hmm.. sebenarnya bukan hal terburuk, tapi terindah.. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-5531886948824460124?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/5531886948824460124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=5531886948824460124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5531886948824460124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5531886948824460124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/02/izinkan-aku-bercerita-tentangmu.html' title='Izinkan Aku Bercerita Tentangmu…'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-395051300919336745</id><published>2009-01-27T20:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T20:48:52.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>MENAPAKI JALAN ISLAM</title><content type='html'>Banyak orang mengharapkan kesuksesan dan keselamatan dalam kehidupan ini. Akan tetapi, sedikit sekali orang yang mengetahui jalan kesuksesan dan keselamatan tersebut. Lebih sedikit lagi adalah orang yang mengetahui, kemudian  menapaki jalan kesuksesan dan keselamatan tersebut dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Di antara rahmah Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Ia tidak membiarkan manusia hidup di dunia ini dalam kebingungan dan kesesatan. Oleh karena itu, Ia mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan jalan petunjuk-Nya kepada manusia. Pada akhir zaman ini, Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam dengan membawa risalah Islam sebagai penyempurna risalah para rasul sebelumnya. Maka, siapa yang menapaki jalan Islam pasti selamat. Sebaliknya, siapa yang menjauhinya pasti sesat dan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Akan tetapi, Islam tidak cukup dengan pengakuan; tidak pula dengan kerja keras tanpa aturan. Al-Qur'an memberikan pelajaran kepada kita mengenai penyimpangan umat sebelum kita dari jalan petunjuk yang dibawa oleh rasul mereka. Hal ini bertujuan agar kita –umat Islam— tidak mengulang sejarah penyimpangan mereka dari petunjuk Rabbani. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan yang Engkau anugerahkan kepada mereka (para nabi, shiddiqin, syuhada', dan shalihin); bukan jalan orang-orang yang dimurkai, bukan pula jalan orang-orang yang tersesat." (QS Al-Fatihah [1] : 6-7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Para ulama mengatakan bahwa "orang-orang yang dimurkai" adalah Yahudi, sedangkan "orang-orang yang tersesat" adalah Nasrani. Yahudi dimurkai Allah karena mengetahui kebenaran, tetapi tidak mau mengamalkannya. Sebaliknya, Nasrani tersesat karena beramal dengan menyelisihi kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Adapun Islam adalah agama moderat. Umatnya pun umat moderat sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan demikianlah Kami jadikan kalian sebagai umat moderat (pertengahan) agar menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi pula atas (perbuatan) kalian." (QS Al-Baqarah [2] : 143)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam berada di pertengahan antara Yahudi dan Nasrani. Oleh karena itu, siapa saja yang hendak menapaki jalan Islam harus menyelisihi jalan yang pernah ditempuh oleh ahlul kitab. Mereka yang hendak menapaki jalan Islam dan hendak memperjuangkannya harus memenuhi dua hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  mengetahui dienullah 'Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengamalkan ajaran dien sehingga dien itu menjadikan mereka berkuasa di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Beramal untuk mencari keridhaan Allah tanpa dasar ilmu adalah sangat berbahaya, sementara ilmu tanpa adanya amal jauh lebih berbahaya. Maka dapatlah dimengerti bahwa manusia yang paling berbahaya terhadap dienul Islam adalah orang-orang 'alim yang tidak mengamalkan ajaran dien. Sebab, mereka mngetahui celah-celah dan tempat-tempat untuk berkilah dari dien ini dan melepaskan diri dari tuntutan-tuntutan nash-nash Al-Qur'an dan hukum-hukum syar'i, kemudian mereka menfatwakan kepada umat perkara-perkara yang meringankan. Kebenaran mereka anggap sebagai syubhat. Sebaliknya, syubhat justru mereka anggap sebagai kebenaran. Pada hakikatnya, mereka ini menyembunyikan kebenaran dan menutupinya dengan hapalan pengetahuan mereka. Terhadap orang-orang seperti ini, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada mereka dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS Al-Baqarah [2] : 159-160)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dalam menjelaskan ayat ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian, siapa para pelaknat itu?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahuinya." Beliau bersabda, "Binatang di permukaan bumi yang ditimpa paceklik dan kelaparan lantaran perbuatan para ulama su' 'jahat' sehingga jarang sekali turun hujan." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Imam Al-Auza'i mengatakan dalam sebuah atsar, "Pekuburan mengadu kepada Allah 'Azza wa Jalla karena bau busuk bangkai orang-orang kafir. Lalu Allah mewahyukan kepadanya, 'Maukah Aku beritahukan kepadamu bau yang lebih busuk dari bangkai-bangkai itu?' Pekuburan menjawab, 'Ya, kami mau wahai Tuhanku.' Allah berfirman, 'Perut-perut ulama su'.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di sisi lain, mereka yang mau beramal untuk dienul Islam namun tidak disertai ilmu, maka bisa jadi mereka mencemarkan dien tanpa mereka sadari. Orang yang beribadah kepada Allah tanpa dasar pengetahuan juga berbahaya. Karena itu, Imam Ibnu Sirin rahimahullah mengatakan, "Takutlah kalian terhadap dua fitnah karena fitnah keduanya adalah fitnah yang menyebabkan kehancuran manusia. Kedua fitnah itu adalah 'alim yang bejat dan ahli ibadah yang jahil." 'Alim yang bejat adalah orang 'alim yang tidak mengamalkan ilmunya, sedangkan ahli ibadah yang jahil adalah yang tidak mempunyai pengetahuan tentang dien, maka dia menyembah Allah 'Azza wa Jalla atas dasar kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan demikian, siapa saja yang ingin menapaki jalan Islam haruslah dengan ilmu dan amal secara seimbang sehingga mengantarkannya kepada kesuksesan dan keselamatan dunia-akhirat. Wallahu a'lam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://gedublaks.multiply.com/journal/item/2/MENAPAKI_JALAN_ISLAM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-395051300919336745?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/395051300919336745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=395051300919336745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/395051300919336745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/395051300919336745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/menapaki-jalan-islam.html' title='MENAPAKI JALAN ISLAM'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8433902522939834458</id><published>2009-01-27T20:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T20:40:03.953-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FiqhudDaulah'/><title type='text'>MENEGAKKAN SYARI'AT ISLAM</title><content type='html'>Terjemah dari kitab Tahkim Asy-Syari’ah karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUQADDIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Segala puji bagi Allah; Rabb alam semesta. Saya bersaksi bahwa tidak ada Dzat yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata; tiada sekutu bagi-Nya. Dia lah sesembahan makhluk pertama dan terakhir, Tuhan seluruh manusia, Sang Raja Diraja, Yang Maha Tunggal lagi Tempat Bergantung. Dia tidak dilahirkan dan tidak melahirkan serta tidak ada seorang pun yang bisa menandingi-Nya. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya. Dia telah menyampaikan risalah dan menunaikan amanah. Dia berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh. Dia tinggalkan umatnya dalam keadaan putih terang; malamnya seperti siang harinya. Tidak ada seorang pun yang menyimpang dari ajarannya melainkan pasti hancur. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ini adalah tulisan sederhana sebagai keharusan nasihat tentang kewajiban berhukum kepada syari’at Allah dan peringatan dari berhukum kepada syari’at selain-Nya. Saya menulisnya karena melihat sebagian manusia pada zaman ini terjerumus ke dalam berhukum kepada selain syari’at Allah. Mereka berhukum kepada selain Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya; baik kepada tukang ramal, dukun, pemimpin suku, para pembela hukum positif, dan semisalnya. Sebagian mereka melakukan hal itu karena bodoh terhadap hukum perbuatan itu dan sebagian lain sengaja menentang Allah dan Rasul-Nya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya berharap nasihatku ini bisa menjadi petunjuk bagi mereka yang bodoh dan peringatan bagi mereka yang lalai sehingga menjadi sebab keistiqamahan hamba Allah dalam meniti jalan-Nya yang lurus. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berilah peringatan karena ia bermanfaat bagi orang-orang beriman.” (QS Adz-Dzariyat: 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ingatlah tatkala Allah mengambil janji orang-orang yang diberikan kitab kepada mereka, ‘Hendaklah kalian menjelaskannya kepada manusia dan jangan menyembunyikannya.” (Ali Imran: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya memohon kepada Allah agar memberikan bermanfaat melalui tulisan ini dan menunjukkan kaum Muslimin secara umum untuk senantiasa konsisten dengan syari’at-Nya, berhukum dengan Kitab-Nya, dan mengikuti Sunnah Nabi-Nya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wahai kaum Muslimin! Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhanmu  memerintahkan agar engkau tidak menyembah kecuali kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tuamu.” (Al-Isra’: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sembahlah Allah dan janganlah engkau sekutukan Dia dengan sesuatu apa pun serta berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu!” (An-Nisa’: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu bahwa ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُنْتُ رِدْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ قَالَ فَقَالَ يَا مُعَاذُ تَدْرِي مَا حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memboncengkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di atas unta. Beliau bertanya, ‘Wahai Mu’adz! Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya dan apa pula hak hamba dari Allah?’ Aku jawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun dan hak hamba dari Allah adalah Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun’.” Mu’adz berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, bolehkah aku memberi kabar gembira manusia (dengan hadits ini)?’ Rasulullah menjawab, ‘Jangan engkau beritahu mereka agar tidak menyandarkan diri’.” (HR Bukhary)            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Para ulama rahimahumullah telah menafsirkan ibadah dengan pengertian yang saling berdekatan. Di antara pengertian yang paling komprehensif adalah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh perkataan dan perbuatan yang dicintai dan diridhoi Allah; baik yang lahiriah maupun batiniah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pengertian ini menunjukkan bahwa ibadah menuntut ketundukan yang sempurna kepada Allah Ta’ala; baik dalam perintah, larangan, keyakinan, perkataan, maupun perbuatan. Demikian pula, hendaknya kehidupan seseorang tegak di atas syariat Allah. Ia menghalalkan apa yang dihalalkan Allah dan mengharamkan apa yang diharamkan Allah. Ia tunduk terhadap syariat Allah dalam semua tingkah laku dan perbuatannya. Ia lakukan itu dengan murni tanpa pengaruh hawa nafsunya. Dalam perkara ini, antara individu dan kelompok atau laki-laki dan wanita adalah sama. Bukan hamba Allah namanya jika seseorang tunduk kepada Rabbnya dalam sebagian aspek kehidupannya namun juga tunduk kepada makhluk dalam aspek lainnya. Pengertian ini dipertegas oleh firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa’: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Demikian juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga keinginan (hawa nafsu)nya mau mengikuti risalah yang aku sampaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak sah keimanan seorang hamba kecuali apabila ia beriman kepada Allah, ridho dengan hukumnya dalam sedikit maupun banyak, dan berhukum dengan syariat-Nya semata dalam seluruh aspek kehidupannya, baik dalam jiwa, harta, maupun kehormatan. Jika tidak mau, berarti ia telah beribadah (menyembah) kepada selain Allah. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut’.” (An-Nahl: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Barang siapa tunduk hanya kepada Allah, mentaati-Nya, dan berhukum dengan wahyu-Nya, maka ia adalah hamba Allah. Sebaliknya, barang siapa tunduk kepada selain Allah dan berhukum kepada selain syariat-Nya, sungguh ia telah beribadah dan tunduk kepada thoghut. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (An-Nisa’: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Beribadah hanya kepada Allah semata dan baro’ (berlepas diri) dari beribadah dan berhukum kepada thoghut termasuk konsekuensi syahadat “tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.” Allah Subhanahu adalah Rabb dan sesembahan manusia. Dia lah yang menciptakan mereka. Dia pula yang berhak memerintah dan melarang mereka. Dia lah yang menghidupkan dan mematikan mereka serta memberi hukuman maupun pahala kepada mereka. Dia semata yang berhak untuk diibadahi; bukan selain-Nya. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwa mencipta dan memerintah adalah hak-Nya.” (Al-A’raf: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya Allah semata Sang Pencipta, maka Dia pun yang berhak memerintah. Kita wajib mentaati perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Allah menceritakan orang-orang Yahudi bahwa mereka menjadikan orang alim dan rahib mereka sebagai sesembahan selain Allah ketika mereka mentaati orang alim dan rahib itu dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Diriwayatkan dari ‘Ady bin Hatim radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menyangka yang dimaksud dengan menyembah orang alim dan rahib itu adalah ketika menyembelih hewan korban, bernadzar, sujud, dan ruku’ untuk mereka saja maupun yang serupa. Pada saat baru saja masuk Islam, ‘Ady datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mendengar beliau membaca ayat di atas. ‘Ady menyanggah, “Ya Rasulullah, kami tidak menyembah mereka.” Yang ia maksud adalah orang-orang Nasrani karena dahulunya ‘Ady adalah seorang Nasrani sebelum masuk Islam. Rasulullah bertanya, “Bukankah mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Allah lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah lalu kalian pun juga ikut-ikutan menghalalkannya?” ‘Ady menjawab, “Memang betul!” Rasulullah bersabda, “Itulah bentuk penyembahan (peribadatan) mereka.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat di atas, “Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa”, yaitu Tuhan yang apabila mengharamkan sesuatu maka itulah yang haram, apa yang Dia halalkan maka itulah yang halal, apa yang Dia syariatkan diikuti, dan apa yang Dia tentukan hukumnya dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” Maksudnya, Maha Tinggi dan Maha Suci Allah dari segala sekutu dan tandingan. Tidak ada yang berhak disembah selain Dia dan tidak ada Rabb selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Apabila diketahui bahwa berhukum kepada syariat Allah termasuk konsekuensi syahadat “Laa ilaaha illallaah, Muhammad ‘abduhu wa Rasuluh”, maka berhukum kepada thoghut, para tokoh, tukang ramal, dan yang sejenis mereka dapat melenyapkan keimanan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Perbuatan ini adalah kekufuran, kezhaliman, dan kefasikan. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zhalim.” (Al-Maidah: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Maidah: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Allah Ta’ala menjelaskan bahwa hukum selain syariat yang diturunkan Allah adalah hukum orang-orang jahiliyyah. Allah juga menjelaskan bahwa menolak hukum Allah Ta’ala adalah penyebab memperoleh siksa-Nya yang tidak akan dihindarkan dari kaum yang zhalim. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ ÿ أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 49-50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Orang yang membaca dan mentadabburi ayat ini akan jelas baginya bahwa masalah berhukum dengan syariat yang Allah turunkan ditegaskan dengan delapan penegasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pertama, perintah untuk berhukum dengan syariat Allah dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ) “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kedua, janganlah hawa nafsu dan keinginan manusia merintanginya untuk berhukum dengan syariat Allah dalam kondisi apa pun. Ini berdasarkan firman Allah,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ ) “janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ketiga, peringatan dari sikap tidak mau berhukum dengan syariat Allah, baik dalam hal yang sedikit maupun banyak serta hal yang kecil maupun yang besar. Ini berdasarkan firman Allah, ( وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ) “Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Keempat, berpaling dan menolak sedikit pun dari hukum Allah adalah dosa besar yang pasti mendapat siksa pedih. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ( فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ) “Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kelima, peringatan agar tidak terpedaya dengan banyaknya orang yang menolak hukum Allah karena hanya sedikit orang yang mau bersyukur dari hamba-hamba Allah. Allah berfirman, ( وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ ) “Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Keenam, pensifatan hukum selain syariat yang diturunkan Allah sebagai hukum jahiliyyah. Allah berfirman, ( أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ ) “Apakah hukum jahiliyah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ketujuh, penetapan makna yang agung bahwa hukum Allah adalah hukum paling baik dan paling adil. Allah berfirman, ( وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا ) “(hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kedelapan, konsekuensi dari keyakinan adalah ilmu (mengetahui) bahwa hukum Allah adalah hukum paling baik, paling sempurna, dan paling adil. Wajib bagi manusia untuk tunduk kepadanya disertai dengan keridhoan dan kepatuhan. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ ) “dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pengertian-pengertian ini terdapat dalam banyak ayat Al-Qur’an dan juga ditunjukkan oleh sabda Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan perbuatan beliau. Di antaranya adalah firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan.” (An-Nisa’: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” (Al-A’raf: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Diriwayatkan sebuah hadits dari Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga keinginan (hawa nafsu)nya mau mengikuti risalah yang aku sampaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Imam An-Nawawy mengatakan, “Hadits ini shahih, kami meriwayatkannya dalam kitab al-hujjah dengan isnad shahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Beliau juga bersabda kepada ‘Ady bin Hatim, “Bukankah mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah lalu kalian juga ikut-ikutan mengharamkannya?” ‘Ady menjawab, “Memang betul.” Rasulullah bersabda, “Itulah bentuk peribadatan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata kepada sebagian oarng yang mendebatnya dalam sebagian masalah, “Sungguh, hampir saja batu turun dari langit menimpa kalian. Aku katakan, ‘Rasulullah bersabda’, tapi kalian malah membantah dengan mengatakan, ‘Kata Abu Bakar dan Umar’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Maknanya, seorang hamba wajib tunduk dengan sempurna terhadap firman Allah Ta’ala dan sabda Rasul-Nya serta mendahulukannya atas perkataan semua orang. Ini adalah perkara yang sudah diketahui dalam agama secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Oleh karena itu, di antara konsekuensi rahmat dan hikmah-Nya adalah Ia menjadikan syariat dan wahyunya sebagai landasan hukum di antara hamba-hamba-Nya. Sebab, Allah Maha Suci dari segala kelemahan, hawa nafsu, dan kebodohan yang menimpa manusia. Allah Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, lagi Maha Lembut. Ia mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya dan apa yang bermaslahat bagi mereka, baik pada saat ini maupun saat yang akan datang. Di antara kesempurnaan rahmat-Nya, Allah mengurusi keputusan di antara mereka ketika terjadi perselisihan dan dalam urusan-urusan hidup agar tercapai keadilan, kebaikan, dan kebahagiaan di antara mereka. Bahkan, tercapai juga kerelaan dan ketenangan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Demikianlah. Tatkala seorang hamba mengetahui bahwa hukum yang diterapkan dalam perkara yang diperselisihkan adalah hukum Allah Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui, ia pun menerima, rela, dan mematuhinya. Hingga …, meskipun hukum tersebut menyelisihi hawa nafsu dan keinginannya. Berbeda halnya jika ia mengetahui bahwa hukum yang diterapkan berasal dari manusia seperti dirinya. Mereka memiliki syahwat dan hawa nafsu. Dalam kasus ini, orang tersebut tidak akan rela serta terus melanjutkan tuntutan dan gugatannya sehingga perselisihan pun tidak berhenti. Ketika Allah mewajibkan hamba-Nya untuk berhukum dengan wahyu-Nya, hal itu sebagai bentuk rahmat-Nya dan kebaikan-Nya kepada mereka. Allah telah menjelaskan jalan umum ini dengan sangat gamblang dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا ÿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa’: 58-59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam ayat di atas terdapat nasihat umum, baik untuk orang yang menghukumi dan yang dihukumi atau untuk pemimpin dan rakyat. Dalam ayat di atas juga terdapat nasihat untuk para hakim dan penguasa tentang keadilan. Allah memerintahkan mereka agar menetapkan hukum dengan adil. Allah juga memerintahkan orang-orang beriman agar menerima hukum tersebut yang merupakan konsekuensi dari syariat-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan mengembalikan segala perkara kepada Allah dan Rasul-Nya di saat terjadi perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari pembahasan yang sudah lalu, wahai saudaraku muslim, jelaslah bagi Anda bahwa menerapkan syariat Allah dan berhukum kepadanya termasuk di antara ketentuan yang diwajibkan Allah dan Rasul-Nya. Perkara ini termasuk konsekuensi dari peribadatan kepada Allah dan kesaksian terhadap risalah Nabi-Nya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang menentang syariat Allah atau sebagian darinya, maka ia wajib mendapatkan adzab Allah. Masalah ini sama saja, baik yang dilakukan oleh negara kepada rakyatnya atau dilakukan oleh kelompok kaum muslimiin di setiap tempat dan zaman, baik dalam perselisihan khusus atau umum. Begitu pula, baik antara satu negara dengan negara lain, antara satu kelompok dengan kelompok lain, atau antara individu muslim dengan muslim lainnya. Hukum dalam semua kasus itu sama. Allah lah yang memiliki hak untuk mencipta dan memerintah, dan Dia seadil-adilnya hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tidak ada keimanan bagi orang yang meyakini bahwa hukum dan pendapat manusia lebih baik daripada hukum Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada keimanan pula bagi orang yang meyakini bahwa hukum Allah dan Rasul-Nya serupa dengan hukum manusia atau membolehkan untuk mengambil hukum positif dan aturan manusia meskipun ia meyakini bahwa hukum Allah lebih baik, lebih sempurna, dan lebih adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Wajib atas seluruh kaum muslimin secara umum, penguasa mereka, dan ahlul halli wal ‘aqdi[1] untuk bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan menerapkan hukum syariat-Nya di negara-negara mereka dan dalam seluruh urusan hidup mereka serta memelihara diri mereka dan orang-orang yang menjadi tanggungan mereka dari adzab Allah di dunia dan di akhirat. Wajib pula atas mereka untuk mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di negeri-negeri yang menolak hukum Allah serta malah membeo bangsa Barat dan mengikuti jalan mereka. Di negeri-negeri tersebut sering terjadi perselisihan dan perpecahan, muncul berbagai bencana, sedikit kebaikan, dan saling membunuh. Kedaaan mereka tidak akan pernah baik dan hegemoni politik maupun intelektual musuh yang menguasai mereka tidak akan lenyap kecuali apabila mereka mau kembali kepada Allah dan meniti jalan-Nya yang lurus yang Ia ridhoi untuk hamba-hamba-Nya. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk meniti jalan tersebut dan menjanjikan  surga An-Na’im bagi mereka. Maha Benar Allah ketika berfirman,     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى. قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا. قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ ءَايَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?’ Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Thaha: 124-126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak ada kesempitan melebihi hukuman yang Allah berikan kepada orang yang mendurhakainya dan tidak melaksanakan perintah-Nya, lalu ia mengganti hukum Allah dengan hukum makhluk yang lemah. Alangkah bodohnya pendapat orang yang Al-Qur’an ada padanya –hendaknya dia menyampaikan kebenaran, menjelaskan perkara dan jalan keluarnya, dan memberikan petunjuk kepada orang yang sesat—, lalu ia mencampakkannya. Sebagai gantinya, ia mengambil pendapat tokoh-tokoh manusia atau peraturan suatu negara? Tidakkah mereka ini mengetahui bahwa mereka telah rugi dunia akhirat? Mereka tidak mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan di dunia. Di akhirat pun, mereka tidak selamat dari siksa Allah pada hari kiamat. Hal itu karena mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah kepada mereka dan meninggalkan apa yang diwajibkan Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya memohon kepada Allah agar menjadikan kata-kataku ini sebagai peringatan dan penyadar bagi kaum muslimin untuk memikirkan kondisi mereka dan memperhatikan diri dan bangsa mereka sehingga kembali kepada petunjuk mereka dan konsisten dalam menjalankan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam agar mereka benar-benar menjadi umat Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula, agar nama baik mereka kembali terangkat di kalangan bangsa-bangsa di muka bumi sebagaimana terangkatnya nama baik salafush shalih dan generasi utama umat ini hingga mereka menguasai dunia ini dan manusia pun tunduk kepada mereka. Semua itu terwujud dengan pertolongan Allah yang menolong hamba-hamba-Nya yang beriman yang mau memenuhi panggilan-Nya dan Rasul-Nya. Oh…, andai saja mereka tahu. Dosa apakah yang telah mereka perbuat? Bencana apakah yang mereka timpakan kepada umat? Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” (Az-Zukhruf: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Disebutkan dalam sebuah hadits dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang maknanya adalah, bahwa Al-Qur’an akan diangkat dari hapalan (benak) dan mushaf di akhir zaman ketika ditinggalkan oleh manusia. Mereka menolak untuk membaca dan menerapkan hukum-hukumnya. Hati-hatilah agar musibah ini tidak menimpa kaum muslimin atau menimpa generasi mereka yang akan datang karena perbuatan mereka. Innaa lillaahi wa innaa ilahi rooji’uun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Nasihatku ini juga saya tujukan kepada kelompok-kelompok muslim yang hidup di tengah-tengah mereka. Yaitu mereka yang mengetahui dien dan syariat Allah, akan tetapi tetap berhukum kepada tokoh-tokoh mereka yang menerapkan adat dan budaya ketika terjadi perselisihan. Mereka memutuskan hukum dengan syair-syair dan sajak-sajak, persis seperti perbuatan orang-orang jahiliyah dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya berharap terhadap orang yang telah sampai kepadanya nasihatku ini agar bertaubat kepada Allah, berhenti melakukan perbuatan-perbuatan haram itu, meminta ampunan kepada Allah, dan menyesali kesalahan yang telah lalu. Demikian pula, hendaknya ia saling menasihati saudara-saudaranya yang ada di sekitarnya untuk membuang semua tradisi jahiliyah atau adat yang menyelisihi syariat Allah. Sesungguhnya taubat mampu menghapus dosa-dosa sebelumnya. Orang yang bertaubat dari suatu dosa seperti orang yang tidak melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kepada para penguasa dan pembantunya, hendaknya mereka giat mengingatkan dan menasihati umat manusia dengan kebenaran, menjelaskannya kepada mereka, dan mengangkat hakim-hakim yang shalih di antara mereka agar tercapai kebaikan dengan izin Allah. Hendaknya pula mereka menghentikan hamba-hamba Allah yang menentang-Nya dan berbuat maksiat kepada-Nya. Sungguh, alangkah butuhnya kaum muslimin  pada hari ini terhadap rahmat Rabb mereka. Dengan rahmat tersebut, Allah akan mengubah kondisi mereka dan mengangkat mereka dari kehidupan yang hina menuju kehidupan yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya memohon kepada Allah dengan perantara nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi agar Ia membuka hati kaum muslimin untuk memahami dan menerima firman-Nya, menerapkan syariat-Nya, menolak semua peraturan yang menyelisihi syariat-Nya, dan konsisten menjalankan hukum-Nya sebagai bentuk pengamalan firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keputusan hukum  itu hanyalah hak Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Yusuf: 40)          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] . Dewan penasihat dalam sebuah negara Islam yang bertugas memilih, mengangkat/menurunkan, dan membai’at khalifah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8433902522939834458?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8433902522939834458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8433902522939834458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8433902522939834458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8433902522939834458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/menegakkan-syariat-islam.html' title='MENEGAKKAN SYARI&apos;AT ISLAM'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-4468033223514170411</id><published>2009-01-27T20:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T20:36:24.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nice Article ^.*'/><title type='text'>Bantahan untuk "Salafy"</title><content type='html'>Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau-&lt;br /&gt;Soal:&lt;br /&gt;Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang telah dieksekusi tersebut berupa senyuman di wajah mereka setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara umum di negeri kami? wa Jazâkumulâhu Khairan.&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim,&lt;br /&gt;الحمد لله رب العالمين ، والعاقبة للمتقين ، ولا عدوان إلا على الظالمين ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد ولد آدم أجمعين ، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين ، وسلم تسليما كثيرا على مر الأيام والليالي والشهور والسنين .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Amma Ba’du,&lt;br /&gt;Bukanlah suatu hal yang aneh pada kalangan awam dan mereka yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah akan terjadi pada mereka seperti yang tersebut dalam pertanyaan, saat mereka mengiringi jenazah (para pelaku pengeboman) yang dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Orang-orang tersebut dieksekusi, lantaran perbuatan mereka menghilangkan harta benda dan nyawa, (dan ini) adalah perbuatan kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin karena dosa, baik dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat.&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Dalam setiap pernyataannya, beliau bertiga TIDAK PERNAH MENGKAFIRKAN kaum muslimin karena dosa, kalau anda mengatakan mereka mengkafirkan kaum muslimin karena dosa (kecuali dosa kufur) maka anda telah memakan bangkai saudara sesama muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang memahami As-Sunnah, maka ia akan mengetahui bahwa eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka adalah perkara yang sangat tepat dan kebenaran semata.&lt;br /&gt;jawaban:&lt;br /&gt;atas dasar apa anda anda mengatakan bahwa itu sudah tepat?apa anda pernah tabbayun dengan mereka bertiga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengetahui sejarah kaum Khawarij semenjak masa shahabat dan sepanjang perguliran masa ke masa, maka akan nampak baginya bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dieksekusi itu adalah perbuatan khurûj (pembangkangan, kudeta) terhadap pemerintah muslim dan pelanggaran terhadap pelbagai kehormatan, berupa nyawa yang terjaga dan harta. Bahkan perbuatan kaum Khawarij pada hari ini adalah bentuk dari perbuatan kaum bathiniyah.&lt;br /&gt;Diantara perbuatan kaum bathiniyah adalah, beberapa masa yang lalu mereka menduduki Baitul Haram dan menumpahkan darah-darah yang terjaga serta mengambil Hajar Aswad, sehingga menghilang dari kaum muslimin sekian lama, sebab mereka membawanya ke Baghdad atau tempat lain –sebagaimana yang diberitakan-.&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Pernyataaan ini 100% benar, tapi ditujukan ke pihak yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah nasihat dariku kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku, yaitu kaum muslimin di Indonesia –semoga Allah menjaga negara mereka dan negara kami dari setiap keburukan dan kejelekan- dalam dua hal:&lt;br /&gt;Pertama, tentang keterangan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang mutawatir dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang celaan terhadap kaum Khawarij sepanjang masa, abad dan tahun –selama-lamanya-, serta cercaan dan kemurkaan atas mereka.&lt;br /&gt;Beliau menggelari mereka bahwa “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, “Mereka adalah orang-orang bodoh yang baru tumbuh” dan “Mereka berbicara dari ucapan manusia terbaik, akan tetapi mereka keluar dari Islam seperti tembusnya anak panah dari buruannya.”&lt;br /&gt;Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam (juga) memerintahkan untuk membunuh dan memerangi mereka. Beliau bersabda, “Mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan yang paling buruk tabiatnya”, “Mayat mereka adalah seburuk-buruk mayat di kolong langit”, “Berbahagialah orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh mereka”, “Kalau aku dapati mereka, niscaya aku akan binasakan mereka seperti binasanya kaum ‘Ad dan Iram”.&lt;br /&gt;Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saat terjadinya perpecahan di antara kaum muslimin, akan keluarlah di antara mereka mâriqah[1] yang akan diperangi oleh kelompok yang paling dekat dengan kebenaran, kemudian kelompok yang berada di atas kebenaran tersebut dapat membasmi mereka.”&lt;br /&gt;Benarlah sabda beliau ini. Penduduk Nahrawan di Irak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu. Perang terhadap mereka saat itu di bawah pimpinan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu bersama para tokoh Islam dari kalangan shahabat dan tabi’in.&lt;br /&gt;‘Ali dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum (berada di atas) kebenaran dalam memerangi kaum Khawarij, sebagaimana faksinya lebih dekat kepada kebenaran dari faksi Mu’awiyah dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum.&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Ini juga 100% benar, tapi sekali lagi pernyataaannya ditujukan kepada pihak yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, wajib atas setiap muslim untuk membenci kaum Khawarij, dan membantu pihak berwajib untuk membongkar kedok mereka. Sebab, menutupi dan tidak menunjukkan markas dan (kamp) konsentrasi mereka adalah membantu mereka dalam dosa dan permusuhan. Tidak bisa terlepas tanggung jawab seorang muslim yang mengetahui rencana dari perencanaan yang membahayakan ahlul Islam berupa pembunuhan jiwa, baik yang terjaga dengan Islam karena sebagai pemeluknya, atau terjaga dengan Islam karena hubungan perjanjian. Yang kami maksud dengan terjaga dengan Islam karena perjanjian adalah kaum kuffar yang tinggal di tengah-tengah kaum muslimin, baik sebagai pekerja atau penduduk. Mereka mendapatkan perlindungan, perjanjian dan keamanan dari pemerintah yang muslim.&lt;br /&gt;Jangan bersimpati kepada mereka dengan melakukan demonstrasi, keluar ke jalan-jalan (membentuk) konsentrasi massa, atau penghujatan di media massa , baik koran, radio, televisi atau selainnya.&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Lagi lagi ditujukan ke pihak yang salah, anda mengatakn mereka khawarij….karena mengkafirkan pemerintah muslim, sekarang coba kita bicara dengan terang terangan ja, apakah masih muslim orang yang meyatakan bahwa alquran itu tidak sempurna?Alquran itu buatan tangan manusia?&lt;br /&gt;Alquran itu perlu diubah ayat ayatnya…….&lt;br /&gt;Pemerintahan thogut ini nggak hanya seperti itu bung…mereka mengganti SEMUA HUKUM dalam alquran dengan hukum buatan tangan manusia…sama artinya dengan melemparkan Al Quran ke kotoran babi..&lt;br /&gt;Kalau anda masih ngotot mereka adalah pemerintahan muslim,apa buktinya?…apakah karena mereka masih sholat?bagaimana kalau mereka mengganti hukum Alloh, apakah kalian akan mengatakan bahwa kita harus melihat hatinya…&lt;br /&gt;Nah itu prinsip MURJIAH KALIAN!!! Kalia membuat makar atas nama Alloh…Demi Alloh, saya akan menuntut kalian dihadapan Alloh atas penyesatan terhjadap Dien ini, Demi Alloh!!! Kalau memang kalian berada diatas hujjah , maka tunjukkan HUJJAHMU!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari: http://mujahidkoko.wordpress.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-4468033223514170411?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/4468033223514170411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=4468033223514170411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4468033223514170411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4468033223514170411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/bantahan-untuk-salafy.html' title='Bantahan untuk &quot;Salafy&quot;'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-2638944996439681740</id><published>2009-01-27T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T20:34:36.500-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nice Article ^.*'/><title type='text'>FUNDAMENTALISME DAN ISLAM KAFFAH</title><content type='html'>Dalam perkembangan benturan pemikiran belakangan ini, agama sering dituduh sebagai biang keladi konflik yang mengorbankan harta dan jiwa manusia. Pemikiran ini sengaja disebarkan terutama kepada umat Islam untuk meragukan mereka terhadap agamanya. Di antara buku yang menjajakan pemikiran ini adalah Is Religion Killing Us? Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan Al-Qur'an karya Jack Nelson-Pallmayer. Dalam bukunya, ia menyatakan bahwa pembenaran kekerasan atas nama agama atau menggunakan legitimasi agama sebenarnya bukan disebabkan karena manusia salah memahami teks atau problem misinterpretasi. Kekerasan itu memang terletak dalam teks-teks kitab suci yang menjadi ajaran baku setiap agama.[1] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Yang lebih menarik untuk kita cermati dari buku ini adalah kata pengantar yang ditulis oleh Dr. Hamim Ilyas dengan judul Akar Fundamentalisme Dalam Perspektif Al-Qur'an. Menurut dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini,  ”Fundamentalisme adalah satu tradisi interpretasi sosio-religius (mazhab) yang menjadikan Islam sebagai agama dan ideologi, sehingga yang dikembangkan di dalamnya tidak hanya doktrin teologis, tapi juga doktrin-doktrin ideologis. Doktrin-doktrin itu dikembangkan oleh tokoh-tokoh pendiri fundamentalisme modern, yakni Hasan al-Banna, Abu A’la al-Maududi, Sayyid Quthb, Ruhullah Khumaini, Muhammad Baqir al-Shadr, Abd as-Salam Faraj, Sa’id Hawa dan Juhaiman al-Utaibi.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dengan nada sinis, Hamim menulis, ”Karakteristik fundamentalisme adalah skripturalisme, yakni keyakinan harfiah terhadap kitab suci yang merupakan firman Tuhan yang dianggap tanpa kesalahan. Dengan keyakinan itu dikembangkan gagasan dasar bahwa suatu agama tertentu dipegang kokoh dalam bentuk literal dan bulat, tanpa kompromi, pelunakan, reinterpretasi dan pengurangan.”[3]      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lebih lanjut, ia mengemukakan, ”Karakteristik fundamentalisme yang telah mengakar membawa konskuensi logis munculnya doktrin-doktrin yang justru mengekang, menyiksa diri dan membatasi ruang gerak, bukannya membebaskan. Doktrin sentral fundamentalisme adalah Islam kaffah. Dalam doktrin ini Islam tidak hanya diajarkan sebagai sistem agama, tetapi sebagai sistem yang secara total mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Karena itu dalam konteks dunia modern sangat ditekankan bahwa agama tidak bisa dipisahkan dari negara, sehingga Hasan al-Banna mendifinisikan Islam sebagai agama dan negara (ad-din wa ad-daulah)."[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Meski sempat mengutip QS Al-Baqarah: 208,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian.”&lt;/span&gt;, Hamim Ilyas menganggap konsep Islam kaffah seperti di atas adalah salah dan sering menjadi landasan kaum fundamentalis dalam membenarkan tindak kekerasan selama ini.[5] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kata Hamim, "Demi mencegah terjadinya hal tersebut maka dalam menafsirkan Islam kaffah haruslah memperhatikan munasabah dan asbabun nuzul secara jernih dan akurat. Dalam ayat-ayat Al-Quran dibicarakan beberapa kategori orang dilihat dari segi keseimbangan hidupnya. Sebagian menginginkan dunia dan yang lain menginginkan dunia dan akhirat. Mereka yang menginginkan dunia terjerumus ke dalam materialisme hedonisme, sehingga merusak ladang (lingkungan hidup) dan keturunan (seks bebas). Sementara yang menginginkan dunia dan akhirat, sulit mewujudkan keseimbangan dan terjerumus ke dalam spiritualisme sehingga melupakan dunia. Jadi inti ayat-ayat ini memerintahkan umat Islam untuk menjaga keseimbangan hidup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kemudian ayat itu turun dengan latar belakang masyarakat Arab yang secara sosial sedang mengalami transisi dari masyarakat kesukuan menjadi masyarakat perdagangan, dan secara budaya dari masyarakat berperadaban spiritual menuju peradaban materi. Di kalangan mereka belum terjadi keseimbangan, sehingga sebagian mereka sangat spiritualistik yang mengabaikan dunia dan sebagian yang lain sangat materialistik yang anti-agama. Jadi ayat itu diturunkan untuk membawa keseimbangan baru mewujukan masyarakat yang sekaligus berperadaban materi dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dengan begitu akan dapat dipahami bahwa disamping sebagai sistem kepercayaan dan peribadatan, Islam juga merupakan sistem peradaban yang memadukan materi dan spiritualitas, bukan sistem atau ideologi sosial. Dengan pemahaman ini maka sistem sosial yang dianut masyarakat bisa berubah, tapi sistem kebudayaannya tetap, yakni sistem kebudayaan yang imbang dunia dan akhirat."[6]     &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;      Demikianlah pemaparan Hamim Ilyas tentang penafsiran konsep Islam kaffah yang benar. Kesimpulannya menurut Hamim, makna Islam kaffah sebagaimana tersebut dalam surat Al-Baqarah: 208 adalah adanya keseimbangan dalam hidup ini, yaitu kesimbangan antara materi dan spiritual, serta tidak berarti bahwa Islam adalah sistem atau ideologi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem Istilah Fundamentalisme   &lt;br /&gt;    Menyematkan istilah fundamentalisme pada Islam sebenarnya tidak tepat. Sepanjang perjalanan sejarah umat Islam selama berabad-abad, istilah ini tidak pernah dikenal dan digunakan oleh mereka. Istilah fundamentalisme lahir di Barat dengan latar belakang pengalaman dan permasalahan keagamaan mereka. Fundamentalisme populer digunakan untuk menggambarkan ketaatan yang sempurna terhadap doktrin Kristen yang berlandaskan pada penafsiran literal Bibel. Istilah ini mulai digunakan sejak akhir abad XIX dan awal abad XX oleh gerakan Kristen Protestan tertentu yang menentang penyesuaian doktrin Kristen terhadap teori dan filosofi ilmu pengetahuan modern.[7] Prototipe pemikiran yang menjadi ciri khas fundamentalisme ini adalah penafsiran Bibel dan seluruh teks agama secara literal dan menolak secara utuh seluruh bentuk penakwilan atas teks-teks mana pun, walaupun teks-teks itu berisikan metafor-metafor rohani dan simbul-simbul sufistik, serta memusuhi kajian-kajian kritis yang ditulis atas Bibel.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berbeda dengan Bibel yang ditulis berdasarkan inspirasi wahyu, Al-Quran merupakan kitab yang tanzîl (diturunkan) kepada Nabi Muhammad dan ditulis setiap kali turun ayat, lalu dihimpun dalam satu mushaf pada masa kekhilafahan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan dihimpun ulang pada masa kekhilafahan Utsman bin 'Affan. Dengan cara ini, wahyu Al-Quran tetap otentik dan terjaga sepanjang masa. Meyakini keotentikan Al-Quran tanpa ada kesalahan merupakan prinsip aqidah yang dianut kaum Muslimin secara turun temurun; bukan keyakinan kaum fundamentalis sebagaimana anggapan Dr. Hamim Ilyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Demikian juga, kecenderungan penafsiran secara literal yang disematkan pada kaum "fundamentalis Islam" adalah pernyataan yang tidak benar. Seluruh aliran pemikiran Islam yang lama, baik sekelompok kecil dari ahli atsar, ash-habul hadits, kaum zhahiriyah maupun kelompok besar mayoritas dari ahli ra'yi, seluruhnya menerima majaz (metafor) dan takwil terhadap banyak nash-nash suci. Sehingga hampir terjadi ijma' bahwa nash-nash yang tidak bisa ditakwilkan, yang dalam istilah ahli ushul fikih disebut "nash" adalah sedikit, sementara sebagian besar dari nash-nash itu dapat menerima pendapat, takwil, dan ijtihad. Sedangkan perbedaan di antara aliran-aliran pemikiran Islam itu adalah dalam kadar penakwilan itu: ada yang membatasi diri dalam melakukan penakwilan, ada yang sedang-sedang saja, dan ada yang secara berani melakukan penakwilan. Namun, penakwilan itu sama sekali tidak ditolak oleh madzhab-madzhab Islam.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i262.photobucket.com/albums/ii112/mulyana1nana/box_allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 302px;" src="http://i262.photobucket.com/albums/ii112/mulyana1nana/box_allah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Islam Kaffah Menurut Para Ulama&lt;br /&gt;      Para ulama berselisih pendapat mengenai terhadap siapakah QS Al-Baqarah: 208 ini diturunkan. Pendapat pertama, ayat ini diturunkan terhadap orang yang masuk Islam dari kalangan Ahli Kitab. Setelah keislamannya, mereka menjauhi daging unta dan perkara-perkara lain yang biasa dijauhi Ahli Kitab. Pendapat ini diriwayatkan oleh Abu Shalih dari Ibnu Abbas.[10] Pendapat kedua, ayat ini diturunkan terhadap Ahli Kitab yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam. Mereka diperintahkan agar masuk ke dalam Islam. Pendapat ini juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Adh-Dhahak. Pendapat ketiga, ayat ini diturunkan terhadap kaum Muslimin. Allah memerintahkan mereka agar masuk ke dalam seluruh syariat Islam. Pendapat ini dikemukakan oleh Mujahid dan Qatadah.[11]         &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Untuk menjelaskan bagaimana penafsiran para ulama kita terhadap konsep Islam kaffah, berikut akan dinukilkan pendapat-pendapat mereka dari beberapa kitab tafsir. Ibnu Katsir meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sekelompok tabi'in tentang firman Allah ta'ala, "masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan", maksudnya adalah masuklah ke dalam Islam dan taatilah seluruh perintah-Nya semampu yang kalian kerjakan.[12] Sementara itu, Az-Zamakhsyari menafsirkan bahwa orang-orang beriman diperintahkan agar masuk ke dalam ketaatan secara keseluruhan, sedangkan mereka tidak akan masuk ke dalam ketaatan tanpa mengerjakan ketaatan lainnya. Atau ke dalam cabang dan syariat Islam secara keseluruhan dan tidak meninggalkan sedikit pun darinya.[13] Penafsiran QS Al-Baqarah: 208 sebagai perintah agar masuk ke dalam syariat Islam secara keseluruhan merupakan penafsiran yang banyak dikemukakan para mufassir. Selain Az-Zamakhsyari, ada sekian mufassir yang menyampaikan pendapat serupa dalam kitab-kitab tafsir mereka. Di antaranya dalam tafsir Al-Baghawy, Al-Alûsi, Zâdul Masîr, Ar-Râzy, As-Samarqandy, Al-Jalâlain, Muqatil, Ibnu 'Ajibah, Ibnu Abdis Salam, tafsir Ibnu Abbas, Sayyid Tanthawy, Aysarut Tafâsîr, As-Sa'dy, Al-Wajîz, Haumad, Al-Masîr, dan sebagainya.[14]         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan melihat banyaknya pendapat mufassir yang menyatakan bahwa konsep Islam kaffah adalah menjalankan atau masuk ke dalam syariat Islam secara keseluruhan, maka pendapat yang memandang Islam sebagai sistem yang secara total mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial, bukanlah pendapat yang salah. Sebab, syariat Islam mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia, termasuk urusan bernegara. Sepanjang sejarah umat Islam selama berabad-abad[15], syariat dan aqidah Islam diterapkan di bawah naungan negara.      &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;       Oleh karena itu sangat aneh apabila ada pihak yang menolak dijadikannya Islam sebagai dasar negara dan menuduhnya sebagai ciri khas doktrin fundamentalisme. Padahal, para pejuang Islam yang turut mengusir Belanda dan Jepang dari negeri ini melakukan perjuangannya bukan semata-mata agar para penjajah tersebut hengkang dari negeri ini, namun juga untuk memperjuangkan tegaknya syariat Islam di negeri ini. Setidaknya ada empat peristiwa besar dalam sejarah umat Islam Indonesia yang membuktikan hal itu. Pertama, terjadinya perdebatan sengit dalam BPUPKI antara wakil umat Islam melawan wakil kaum nasionalis sekuler tentang rumusan dasar negara setelah Indonesia nanti merdeka. Akhirnya pada 22 Juni 1945 dicapailah rumusan kompromi yang disebut "Piagam Jakarta" dengan memasukkan kalimat "dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dalam alinea empat.[16] Tragisnya, sehari setelah proklamasi kemerdekaan RI, tujuh kata penting dalam Piagam Jakarta itu dicoret oleh PPKI.[17] Kedua, dibentuknya Partai Masyumi dalam Kongres Umat Islam pada 7-8 Nopember 1945 M (bertepatan dengan 1-2 Dzulhijjah 1364 H) di gedung Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Menurut Anggaran Dasar tahun 1945, Masyumi bertujuan “menegakkan kedaulatan Republik Indonesia dan agama Islam” dan “melaksanakan cita-cita Islam dalam urusan kenegaraan”.[18] Ketiga, proklamasi NII pada 7 Agustus 1949 akibat kekecewaan yang memuncak terhadap perjuangan RI yang cenderung bersikap lunak terhadap Belanda. Keempat, terjadinya debat di Majelis Konstituante pada 1956 hingga 1959 antara wakil umat Islam melawan wakil kaum nasionalis sekuler dan wakil umat Kristen untuk memperjuangkan Islam sebagai dasar negara di Indonesia. Keempat peristiwa ini membuktikan bahwa para pejuang Islam yang mengusir penjajah dari negeri ini meyakini bahwa urusan agama tidak bisa dipisahkan dari negara. Apakah mereka juga kaum fundamentalis?          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seorang politikus Barat saja, Samuel P. Huntington, mengakui nilai penting negara bagi Islam. Ia menulis, "Absennya negara Islam yang berperan sebagai negara inti merupakan faktor utama yang menjadi sebab terjadinya konflik-konflik internal maupun eksternal di kalangan masyarakat Islam. Kesadaran tanpa keterikatan menjadi sumber kelemahan Islam serta memudahkan jalan bagi kemungkinan timbulnya ancaman dari peradaban lain. Adakah kondisi seperti ini akan terus berlanjut?"[19]   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Memang, Islam menyeru umatnya agar seimbang dalam hidup mereka antara aspek spiritual dan aspek material. Akan tetapi, makna seperti ini bukan yang dikehendaki QS Al-Baqarah: 208 mengenai konsep Islam kaffah. Anggapan Dr. Hamim Ilyas yang menyatakan bahwa ayat ini turun dengan latar belakang masyarakat Arab yang sedang mengalami transisi dari masyarakat kesukuan menjadi masyarakat perdagangan dan dari masyarakat berperadaban spiritual menuju peradaban materi, sehingga ayat ini diturunkan untuk membawa keseimbangan baru mewujudkan masyarakat yang sekaligus berperadaban materi dan spiritual, adalah tidak ada hubungannya dengan munasabah dan asbabun nuzul seperti yang ia anjurkan untuk memerhatikannya. Di antara asbabun nuzul ayat tersebut sebagaimana telah disinggung sebelumnya berkenaan dengan Abdullah bin Salam  –seorang Yahudi yang baru masuk Islam– yang mengagungkan hari Sabtu, membenci daging unta, serta ingin menggunakan sebagian hukum Taurat dan mencampuradukkannya dengan Islam. Demikianlah konteks sebenarnya turunnya ayat tersebut. Jadi, turunnya ayat tentang Islam kaffah itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan transisi masyarakat Arab dari masyarakat kesukuan menjadi masyarakat perdagangan, dan juga dari budaya dari masyarakat berperadaban spiritual menuju peradaban materi, seperti yang dikemukakan oleh Dr. Hamim Ilyas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;     Istilah fundamentalisme tidak netral, tidak bebas nilai, dan sangat kental dengan pengaruh worldview Barat. Dalam praktek di lapangan, istilah ini  mengandung konotasi negatif. Kaum fundamentalis Islam sering diidentikkan sebagai orang yang menjalankan Islam secara radikal, kaku, ekstrim, dan tanpa kompromi. Akan tetapi, standard yang digunakan untuk menilai kriteria dan karakteristik fundamentalis adalah menurut framework Barat. Akibatnya, ajaran-ajaran Islam yang bertentangan dengan keinginan dan kepentingan Barat dituduh sebagai doktrin fundamentalisme. Kasus salahpaham terhadap konsep "Islam kaffah" yang diusung oleh Dr. Hamim Ilyas sebagai orang yang sadar atau tidak telah terpengaruh oleh framework Barat menjadi salah satu contoh nyata bagi kita. Wallahu a'lam.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]  Pallmayer, Jack Nelson. 2007. Is Religion Killing Us; Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan Qur'an. Yogyakarta: Pustaka Kahfi. Hlm. 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Ilyas, Hamim. "Akar Fundamentalisme Dalam Perspektif Al-Qur'an" dalam Pallmayer, Jack Nelson. 2007. Is Religion Killing Us; Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan Qur'an. Yogyakarta: Pustaka Kahfi. Hlm. xvii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Idem. Hlm. xviii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Idem. Hlm. xx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Idem. Hlm. xxiii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Idem. Hlm. xxiv-xxv.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] "Christian Fundamentalism Exposed" dalam http://www.sullivan-county.com/news/ Diakses pada 3 Maret 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Imarah, Muhammad. 1999. Fundamentalisme dalam Perspektif Pemikiran Barat dan Islam. Jakarta: Gema Insani Press. Hlm. 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Imarah. Op. cit. hal. 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Ibnu 'Athiyyah menukil riwayat dari Ikrimah radhiyallâu 'anhu bahwa ayat ini turun mengenai Ahli Kitab, yaitu Abdullah bin Salam dan teman-temannya. Hal itu karena mereka mengagungkan hari Sabtu, membenci daging unta, serta ingin menggunakan sebagian dari hukum Taurat dan mencampuradukkannya dengan Islam. Lalu, turunlah ayat ini terhadap mereka. Silakan lihat Ibnu 'Athiyyah, Abu Muhammad Abdul Haq bin Ghalib. 2001. Al-Muharrar Al-Wajîz Fî Tafsîr Al-Kitâb Al-Azîz. Beirut: Dâr Al-Kutub Al-'ilmiyyah.  Jilid I. hlm. 282.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Ibnul Jauzy, Abul Faraj. 1984. Zâd Al-Masîr fî 'Ilmi At-Tafsîr. Beirut: Al-Maktab Al-Islâmy. Juz 1 hlm. 224.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Ar-Rifa'i, Muhammad Nasib. 1989. Taysîr Al-'Aliy Al-Qadîr li Ikhtishâr Tafsîr Ibnu Katsîr. Riyadh: Maktabah Al-Ma'arif. Jilid 1. Hlm. 169&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Az-Zamakhsyary, Abul Qasim Mahmud bin Umar. 1998 Al-Kasyaf 'An Haqâiq Ghawâmidh At-Tanzîl wa 'Uyûn Al-Aqâwîl. Riyadh: Maktabah Al-'Ubaikan. Jilid I hlm 418.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Untuk memudahkan pengecekannya, silakan buka tafsir ayat ini dalam program software Maktabah Asy-Syamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Dan baru berakhir dengan runtuhnya Khilafah Turki 'Utsmaniyah pada 3 Maret 1924. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Firdaus A.N.. 1999. Dosa-Dosa Politik Orde Lama Dan Orde Baru Yang Tidak Boleh Berulang Lagi di Era Reformasi. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Hlm. 70.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Anshari, Endang Saifuddin. 1997. Piagam Jakarta; Sebuah Konsensus Nasional Tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949). Jakarta: Gema Insani Press. Hlm. 56.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Noer, Deliar. 1987. Partai Islam di Pentas Nasional. Jakarta: Grafiti. Hlm. 118&lt;br /&gt;[19] Huntington, Samuel P. 2002. Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia. Yogyakarta: Qalam. Hlm 325. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: www.gedublaks.multiply.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-2638944996439681740?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/2638944996439681740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=2638944996439681740' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2638944996439681740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2638944996439681740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/fundamentalisme-dan-islam-kaffah.html' title='FUNDAMENTALISME DAN ISLAM KAFFAH'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-245106501915348848</id><published>2009-01-27T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T19:25:44.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Jembatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SX_QI_MAlxI/AAAAAAAAABw/t2bNz66Vmcc/s1600-h/1_809723120l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 340px; height: 358px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SX_QI_MAlxI/AAAAAAAAABw/t2bNz66Vmcc/s400/1_809723120l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296180539630327570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kerja sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ..ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya." Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini," kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-245106501915348848?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/245106501915348848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=245106501915348848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/245106501915348848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/245106501915348848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/jembatan.html' title='Jembatan'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SX_QI_MAlxI/AAAAAAAAABw/t2bNz66Vmcc/s72-c/1_809723120l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-3760044243392985490</id><published>2009-01-25T23:51:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T23:56:32.236-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Out Of Box</title><content type='html'>Membandingkan keadaan Jakarta, Bandung dan beberapa kota besar sekitarnya dengan keadaan kota kecil (mungkin setingkat kecamatan) yang berada di pedalaman pulau luar Jawa, nampak sangat kontras bedanya. Bahkan, dapat membuat kita, sebagai muslim (apakah anda mengaku muslim?) sejenak melupakan tugas2 pokok kita sbg manusia (hamba Alloh). Bisa jadi. ALlohua`lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal ini disebabkan beberapa kondisi dan lingkungan yang berbeda tsb. Di kota kecil nan jauh, namun sebagai penghasil barang tambang terkemuka, pendapatan per kapita penduduknya terbilang besar. Bahkan untuk seorang lulusan SMU pun. Tapi itu tidak selalu, saya hanya mau bilang di kota kecil itu hampir tidak dijumpai pengemis, anak-anak jalanan, penduduk miskin yang setara dgn level kemiskinan di Jakarta, Bandung, Botabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam cukup kondusif disana. Berbondong-bondong bapak-bapak, ibu-ibu, wanita dan laki-laki mengikuti berbagai kajian (yang katanya sih umum..tapi saya tau diadakan oleh sebuah harokah bersayap partai) islami yang sangat menjamur dimana-mana. Bahkan, itu yang terlihat vokal. Dengan satu-satunya yayasan sosialnya, induk kajian tersebut dengan mudahnya menggapai berbagai lini kehidupan masyarakat kota kecil itu. Dari SD hingga SMP, radio, badan amil zakat, hingga senam sehat. Dakwah terlihat menjanjikan. Saya belum melihat respon masyarakat yang sangat baik untuk kategori sebuah partai di sebuah kota, seperti di kota kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang nyaman hidup di kota impian (andai saja kota itu tidak memiliki masalah dengan air, listrik, dan mall bagi yang membutuhkan). Karena hedonisme belumlah terfasilitasi. Kecuali korupsi, kolusi dan nepotisme yang sangat terfasilitasi. Saya pikir, kota itu cukuplah memberikan lingkungan yang baik untuk perkembangan islam dan syi`ar islam. Sekali lagi, bila dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia, dimana banyak sekali kemacetan, tindakan asusila dan kriminal yang entah berapa kali terjadi per menitnya, gaya hidup hedon, pemurtadan, manusia-manusia hipokrit bla.. bla...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.. bukan itu yang membuat kita berkembang. Bukan itu yang memicu semangat. Bukan itu yang melecut kesadaran. Saat melihat dunia luar, saat berinteraksi dengan pengemis, janda-janda tua, anak-anak jalanan, melewati pasar, mall, bahkan saat melihat adik-adik ABG-ABG modis.. dan berbagai objek-objek hidup atau tak hidup lainnya, justru akan terasa miris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Al-A’la 16-17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah nurani terasa ditusuk-tusuk. Perubahan seperti apa sebenarnya yang kita inginkan? Kita? Bukan.. ALloh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma berpikir akan “Makan apa kita besok?” tapi cobalah untuk berpikir “Apa yang bisa kita lakukan besok?” dan bukan hanya berpikir “Apakah mall buka besok?” tapi sedikitlah berpikir “Apakah hukum-hukum Alloh masih diinjak-injak besok?”. Bukan juga “Bagaimana nasib kita?” tetapi “Bagaimana nasib saudara-saudara kita sesama muslim?” Dan juga bukan “Siapa dia?” tapi.. “Siapa kita?” hehehe aneh ya... :D&lt;br /&gt;Ngga aneh juga sih.. Siapa kita? Apa kita mau disebut the dead body? Iya lah.. dead body, kerjaannya apa? Manusia yang tidak bermanfaat buat manusia lain (apalagi buat Tuhannya) kata-kata apa yang pantas selain “daging berjalan”? hihihi. Begitu banyak perumpamaan terhadap manusia di dalam alQuran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kalau Kami Menghendaki sesunggunya Kami Tinggikan derjatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dihulurkan lidah dan jika kamu biarkannya dia menghulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Cerita-cerita demikian bermaksud agar manusia memikirkannya.” (al-A’raf, 7: 176)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk yang mengambil pelindung selain Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti labah-labah yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah labah-labah kalau mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabut, 29: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keluar. Keluar Kotak. Inilah kenyataan teman. Bukan sekedar bekerja, bercanda, memenuhi kebutuhan pribadi. Terlalu jauh dari kenyataan, bisa membuat hati kita mengeras. Sekeras batu. Sehingga pernahkah kalian berpikir di belahan dunia sana masih banyak orang-orang yang hidup dengan tidak layak. Bahkan tidak layak pula untuk disebut hidup. Pernahkah kalian berpikir di belahan dunia sana para saudara-saudara kita sedang berperang demi izzul islam. Apakah kita merasa cukup dengan apa yang kita punya sehingga tidak peduli pada tujuan kita diciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak tugas bagi hamba-hamba yang mengaku menauhidkan Alloh. Begitu berat beban yang dipikul mereka yang berjuang dijalan islam. Akankah kita menjadi penonton atau menjadi pemain walau hanya 1/10.000.000.000 bagian andil yang kita sisipkan. Bahkan.. sebuah semangat pun sangat berharga dalam sebuah kemenangan. Melihat kenyataan yang sangat menyedihkan.. apakah islam bisa menang? Kapan islam akan menang? Yaa.. memang tidak akan menang kalau kita tidak melakukan apapun. Tidak cuma berpikir, membayangkan, tapi juga bergerak. Hidup adalah perjuangan :)&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musa berkata kepada kaumnya, ‘Minta tolonglah kalian kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al A’raf 128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan akan diberikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa. Maksudnya adalah Islam dan umatnya. Dan ini pasti terjadi cepat atau lambat, sebab Allah tidak pernah mengingkari janji. Allah berfirman: “innallaaha laa yukhliful mii’aad (sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji.)” Ali Imran 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berilah kabar gembira kepada umatku dengan kemenangan, ketenangan di negerinya, pertolongan Allah, dan kemulyaan agamanya, siapa yang menjadikan amal akhiratnya untuk dunia, maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat” (HR. Imam Ahmad no 20273).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duuh.. saya ni cerita apa ya? Hehehe.. &lt;br /&gt;Eh, tapi walking-walking bagus juga untuk kesehatan ^^V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua yang merasa masih di dalam kotak :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-3760044243392985490?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/3760044243392985490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=3760044243392985490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/3760044243392985490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/3760044243392985490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/out-of-box.html' title='Out Of Box'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-1379331109914571746</id><published>2009-01-25T23:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T23:51:13.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Nama-Nama Al Quran</title><content type='html'>Al-Quran merupakan Kalam Allah yang mengandung ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibral untuk disampaikan kepada semua manusia. Al-Quran merupakan mukjizat yang paling agung yang telah mendapat jaminan dari Allah SWT akan kekal terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat lebih daripada 10 nama Al-Quran dicatatkan oleh Allah dalam kitabNya. Nama-nama itu menepati ciri-ciri dan kriteria Al-Quran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Al-Kitab (Kitab)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Kitab di dalam bahasa Arab dengan baris tanwin di akhirnya (kitabun) memberikan makna umum yaitu sebuah kitab yang tidak tertentu. Apabila ditambah dengan alif dan lam di depannya menjadi (Al Kitab) ia telah berubah menjadi suatu yang khusus (kata nama tertentu). Dalam hubungan ini, nama lain bagi Al-Quran itu disebut oleh Allah adalah Al-Kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, (menjadi) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (al-Baqarah: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Al-Hudaa (Petunjuk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah menyatakan bahawa Al-Quran itu adalah petunjuk. Dalam satu ayat Allah menyatakan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia (2:185) dan dalam satu ayat yang lain Allah nyatakan ia sebagai petunjuk bagi orang-orang betaqwa. (3:138 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) … (al-Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Al-Furqan (Pembeda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberi nama lain bagi Al-Quran dengan Al-Furqan beerti Al-Quran sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil. Mengenali Al-Quran maka kesannya sewajarnya dapat mengenal Al-Haq dan dapat membedakannya dengan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hambaNya (Muhammad) … (al-Furqan: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Ar-Rahmah (Rahmat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menamakan Al-Quran dengan rahmat kerana dengan Al-Quran ini akan melahirkan iman dan hikmah. Bagi manusia yang beriman dan berpegang kepada Al-Quran ini mereka akan mencari kebaikan dan cenderung kepada kebaikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar serta rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian. (al-Isra: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. An-Nuur (Cahaya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan yang Allah gariskan dalam Al-Quran menjadi cahaya dalam kehidupan dengan mengeluarkan manusia daripada thaghut kepada cahaya kebenaran, daripada kesesatan dan kejahilan kepada kebenaran ilmu, daripada perhambaan sesame manusia kepada mengabdikan diri semata-mata kepada Yang Maha Mencipta dan daripada kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kitab itulah Allah member petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari kegelapaan kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus. (al-Maidah: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Ar-Ruuh (Roh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah menamakan wahyu yang diturunkan kepada rasulNya sebagai roh. Sifat roh adalah menghidupkan sesuatu. Seperti jasad manusia tanpa roh akanmati, busuk dan tidak berguna. Dalam hubungan ini, menurut ulama, Al-Quran mampu menghidupkan hati-hati yang mati sehingga dekat dengan Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) Ruuh (Al-Quran) dengan perintah Kami, … (ash-Shura: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Asy-Syifaa’ (Penawar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mensifatkan bahawa Al-Quran yang diturunkan kepada umat manusia melalui perantara nabi Muhammad SAW sebagai penawar dan penyembuh. Bila disebut penawar tentu ada kaitannya dengan penyakit. Dalam tafsir Ibnu Kathir dinyatakan bahawa Al-Quran adalah penyembuh dari penyakit-pnyakit yang ada dalam hati manusia seperti syirik, sombong, bongkak, ragu dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (Yunus: 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Al-Haq (Kebenaran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran dinamakan dengan Al-Haq kerana dari awal hingga akhirnya, kandungan Al-Quran adalah semuanya benar. Kebenaran ini adalah datang dari Allah yang mencipta manusia dan mangatur system hidup manusia dan Dia Maha Mengetahui segala-galanya. Oleh itu, ukuran dan pandangan dari Al-Quran adalah sesuatu yang sebenarnya mesti diikuti dan dijadikan priority yang paling utama dalam mempertimbangkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (al-Baqarah: 147)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Al-Bayaan (Keterangan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah kitab yang menyatakan keterangan dan penjelasan kepada manusia tentang apa yang baik dan buruk untuk mereka. Menjelaskan antara yang haq dan yang batil, yang benar dan yang palsu, jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Selain itu Al-Quran juga menerangkan kisah-kisah umat terdahulu yang pernah mengingkari perintah Allah lalu ditimpakan dengan berbagai azab yang tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah (Al-Quran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk kepada seta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Baqarah: 138 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Al-Mau’izhah (Pengajaran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran yang diturunkan oleh Allah adalah untuk kegunaan dan keperluan manusia, kerana manusia sentiasa memerlukan peringatan dan pelajaran yang akan membawa mereka kembali kepada tujuan penciptaan yang sebenarnya. Tanpa bahan-bahan pengajaran dan peringatan itu, manusia akan lalai dan alpa dari tugasnya karena manusia sering didorong oleh nafsu dan dihasut oleh syaitan dari mengingati dan mentaati suruhan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh Kami telah mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mahu mengambil pelajaran? (daripada Al-Quran ini).(al-Qamar: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Adz-Dzikr (Pemberi Peringatan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menyifatkan Al-Quran sebagai adz-dzikra (peringatan) kerana sebetulnya Al-Quran itu sentiasa memberikan peringatan kepada manusia krna sifat lupa yang tidak pernah lekang dari manusia. Manusia mudah lupa dalam berbagai hal, baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan sesame manusia mahupun lupa terhadap tuntutan-tututan yang sepatutnya ditunaikan oleh manusia. Oleh itu golongan yang beriman dituntut agar sentiasa mendampingi Al-Quran. Selain sebagai ibadah, Al-Quran itu sentiasa memperingatkan kita kepada tanggungjawab kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran). (al-Hijr: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. Al-Busyraa (Berita Gembira)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran sering menceritakan kabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan menjalani hidup menurut kehendak dan jalan yang telah diatur oleh Al-Quran. Khabar-khabar ini menyampaikan pengakhiran yang baik dan balasan yang menggembirakan bagi orang-orang yang patuh dengan intisari Al-Quran. Telalu banyak janji-janji gembira yang pasti dari Allah untuk mereka yang beriman dengan ayat-ayatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (an-Nahl: 89)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-1379331109914571746?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/1379331109914571746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=1379331109914571746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/1379331109914571746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/1379331109914571746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/nama-nama-al-quran.html' title='Nama-Nama Al Quran'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-6520812191009190594</id><published>2009-01-23T07:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T07:32:35.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Jangan Jadi Munafiqin!</title><content type='html'>Allah SWT Berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS An Nisaa’, 4: 145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang munafik adalah orang yang paling jahat dari semua orang dan layak untuk mendapatkan hukuman di hari kiamat. Ini karena mereka berperilaku sebagai Muslim, tetapi mereka adalah musuh yang paling jahat dari semua musuh karena mereka menyembunyikan kekufuran dan syirik. Pentingnya mempelajari kemunafikan adalah sebagaimana pentingnya mempelajari Tauhid karena keduanya saling berkaitan. Jika kita tidak mempelajari kufur, syirik dan nifaq, tidak dapat disangkal lagi, kita bisa jatuh ke dalamnya, dan selanjutnya menjadi Kafir. Jika seseorang tidak mengetahui karekteristik dari Musyirikin, dia akan menjadi Musyrik. Dan sama halnya jika kita tidak mempelajari kareteristik munafik kita akan menjadi munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Mu’min dan Muslim sejati yang takut melakukan nifak atau kufur, dan hanya muwwahid yang takut untuk melakukan syirik. Satu-satunya orang yang dengan bebas melakukan kufur, nifak dan syirik adalah Kafir. Perhatian pertama bagi setiap Muslim adalah menjauhi kufur, syirik dan nifak, dan kemudian beribadah kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari oleh Ibnu Abi Mulaikah, yang berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bertemu tiga puluh Shahabat Nabi SAW dan masing-masing dari mereka takut menjadi orang munafik, dan tidak ada dari mereka yang berkata bahwa dia sekuat Jibril atau Mika’il.” Dan Hasan (Al Basri) berkata: ‘Hanya orang yang beriman yang takut dari kemunafikan, dan hanya orang munafik yang merasa aman darinya (kemunafikan).’ (Shahih Al Bukhari Kitabul Iman Bab 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi Ibrahim A.S. berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS Ibrahim, 14: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang harus berfikir setelah membaca wahyu bahwa jika Shahabat Nabi SAW dahulu takut dari kemunafikan, untuk alasan yang lebih besar tidakkah seharusnya kita takut dari itu? Jika seseorang terbaik seperti Nabi Ibrahim A.S. takut terhadap syirik, tidakkah seharusnya kita takut juga? Namun sangat menyedihkan melihat realitas hari ini sangat jarang kita menemukan orang yang takut melakukan dosa, membiarkan diri sendiri menjadi kafir, munafiq atau musyrik! Orang-orang kelihatannya berfikiran bahwa mereka akan masuk surga secara langsung dan melewati hari pengadilan dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita seharusnya tidak menjadi naif dan realistis terhadap berbagai kemungkinan menjadi Kafir, Musyrik atau Munafik dengan mengambil tindakan pencegahan dan kekebalan. Sebaik-baik yang bisa kita lakukan adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah dan mempelajari tauhid. Kemudian setelah itu, apakah kita mati sebagai Muslim atau Kafir ada di tangan Allah SWT ; dan semoga Allah SWT meneriman ibadah kita dan menjadikan kita mati dalam keadaan iman dan Tauhid, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu meminta kepada Allah SWT untuk mati dalam keadaan iman dan Tauhid disamping fakta bahwa Allah adalah yang mengendalikan hati kita dan dia bisa membalikkannya sesuai dengan keinginanNya, kapanpun Dia inginkan:&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنا وَمَيِّتِنا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، وَشَاهِدِنا وغائِبِنَا؛ اللَّهُمَّ مَنْ أحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَان؛ اللَّهُمَّ لا تَحْرِمْنَا أجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah ampunilah hidup kami dan perbuatan kami, kehadiran kami dan kealpaan kami, muda kami dan tua kami, laki-laki kami dan perempuan kami. Yaa Allah, siapa saja dari kita menjaga hidup, menjaganya hidup pada Islam dan siapa saja dari kami Kamu matikan, karenanya untuk mati dalam iman, Yaa Allah janganlah mencabut balasan kami dan tidak tunduk kepada fitnah setelah kematiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kemungkinan menjadi kafir, tidakkah Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kita untuk memohon kepada Allah untuk menjadikan hidup kita dengan Islam dan mati dalam keadaan beriman. Mari kita sekarang, dengan izin Allah SWT mempelajari sebagian karekteristik Munafik (agar kita terhindar darinya, Insya Allah) :&lt;br /&gt;Karakteristik Munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka mengklaim Beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS Al Munafiqun, 63:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjelaskan orang munafik sebagai orang yang mengklaim bahwa mereka beriman, namun mereka realitasnya Kafir. Dia SWT menyebut mereka pembohong dan Kafir disamping fakta bahwa mereka dengan tegas mengklaim dengan lidah mereka bahwa mereka Muslim dan mengucapkan ‘Laa ilaaha illa Allah’. Ini adalah sebuah titik yang menakutkan bagi semua Muslim sebagaimana kita semua mengklaim menjadi beriman, namun bagaimana kita mengetahui bahwa kita tidak murtad? Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu…” (QS An Nisa, 4: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita semua seharusnya berhati-hati ketika mengklaim sebagai Muslim tidak menjamin kita untuk menjadi orang-orang penghuni jannah (surga), dan tidak selamat dari kemunafikan. Tanpa memenuhi perintah Allah, menjauhi Thaghut dan meminta Allah untuk menjaga kita tetap beriman, kita mungkin tidak sengaja jatuh ke dalam perangkap kemunafikan, syirik dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada dua tipe nifaq, nifaq akbar (nifaq besar) dan nifaq asghar (nifaq kecil). Seseorang dengan nifaq akbar benar-benar kafir walau berpura-pura menjadi Muslim. Selanjutnya dia tidak berfikir untuk dirinya bahwa dia adalah seorang beriman, tetapi dia hanya mengklaim menjadi Muslim dengan tujuan untuk kemulian hidupnya. Nifaq asghar bisa ditemukan dalam diri seorang Muslim, yang melakukan keimanan dia adalah seorang Muslim dan juga mengklaim begitu. Dengan demikian ada dua tingkatan kemunafikan, yakni seseorang itu kafir namun berpura-pura menjadi Muslim (nifaq akbar), dan jenis lainnya adalah dia seorang Muslim yang nyata-nyata melakukan perbuatan kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka tidak mempunyai Talazum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Talazum berarti kesatuan antara iman dan perbuatan, yaitu mengatakan dan melaksanakan apa yang kita imani. Setiap Muslim dan kafir mempunyai Talazum; seorang Muslim beriman kepada Allah dan memanifestasikan hal ini dalam perbuatannya (seperti shalat) dan perkataan (bertasbih). Sebagaimana, setiap Kafir membenci Allah dan dien-Nya dan selanjutnya kita melihat mereka secara lisan mendeklarasikan perang melawan Islam dan kepada kaum Muslimin (melalui perkataan), dan melakukan keyakinan ini dengan membunuhi wanita, anak-anak dan orang tua Muslim yang tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, orang munafik tidak mempunyai Talazum , artinya apa yang dia sembunyikan dan ditampakkan tidaklah sama dan menjadikam mereka orang yang paling rumit dari semua orang. Ini karena mereka mengatakan apa yang mereka tidak imani dan tidak melaksanakan Islam secara utuh. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (QS Al Baqarah, 2: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka menipu Allah dan Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS Al Baqarah, 2;9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisa, 4: 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Munafik menipu diri mereka dengan mengklaim sebagai orang beriman, padahal, faktanya mereka adalah Kafir. Mereka mencari kemulian dalam kehidupan mereka dengan mengucapkan Syahadat padahal faktanya mereka tidak mempunyai kemuliaan bagi hidup ini karena mereka bukanlah Muslim. Allah SWT telah membuat dua camp (golongan/kelompok) ; camp Islam dan camp Kufur, namun orang-orang munafik ini menginginkan mereka bisa berada pada kedua camp tersebut pada saat yang bersamaan. Mereka ingin manfaat dari hak-hak Islam dan iman seperti warisan, kehormatan, kemuliaan, persaudaraan, rasa hormat, perayaan ied, pahala dan sebagainya, tetapi juga ingin mengikuti doktrin dan jalan hidup orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mereka mempunyai penyakit dalam hati mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam hati mereka ada penyakit (keraguan dan kemunafikan), lalu ditambah Allah penyakitnya.” (QS Al Baqarah, 2: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Ibnu Katsir, dia menjelaskan bahwa istilah ‘penyakit’ dalam ayat ini berarti ‘keraguan’. Selanjutnya, kita selalu melihat mereka yang mempunyai tanda-tanda munafik, sering ragu terhadap ulama, Allah SWT dan Mujahidin dan sebagainya. Keraguan mereka terdapat dalam banyak aspek dien, seperti hidup setelah mati, surga dan hari pengadilan; selanjutnya mereka melangkah terlalu jauh dengan meninggalkan ikatan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka pembohong, pengingkar janji dan tidak bisa dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan ayat di atas, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS Al Baqarah, 2: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS Al Muafiqun, 63:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik paling umum dari orang Munafik adalah bahwa mereka pembohong, selalu mengingkari janji dan tidak bisa dipercaya dimana saja kita mempercayai mereka dengan sesuatu. RasuluLlah SAW juga bersabda dalam hadits yang telah umum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanda-tanda munafik ada tiga, ketika dia berbicara dia berbohong, ketika dia berjanji mengingkarinya dan ketika dia dipercaya dia khianat.” (Shahih Al Bukhari, Kitabul Iman Bab 24: tanda-tanda Munafik No 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mereka menjadi kasar ketika berdebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dalam bimbingan dan pengetahuan, orang-orang munafik dikenal menjadi orang yang sangat argumentatif dan membantah ketika dia terlibat diskusi atau debat. Ketika mereka tidak bisa memberikan jawaban untuk masalah tertentu atau menghadirkan kasus mereka dengan baik mereka menjadi kasar (menggunakan kata-kata kotor, menggunakan sumpah dan sebagainya) dan menjengkelkan. Rasulullah SAW berkata dalam sebuah riwayat yang berbeda atas hadits yang sama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan ketika dia berdebat dia menjadi kasar” (Al Bukhari No 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mereka mengkhianati perjanjian dan kontrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim tidak pernah membatalkan perjanjiannya karena hal itu adalah dosa besar dalam Islam dan dosa lainnya adalah munafik. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits diatas, tetapi dalam riwayat yang berbeda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dan ketika dia mempunyai perjanjian dia mengkhianatinya.” (Al Bukhari No 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Rasulullah SAW telah menginformasikan kepada kita kehinaan itu adalah ketika seseorang yang dengan sengaja melanggar perjanjiannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Bagi setiap pengkhianat dia akan mempunyai sebuah panji pada hari kiamat, memproklamirkan ini adalah begini dan begini yang telah mengkhianati perjanjiannya.’ (Riyadus Salihin No 1585)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mereka penyebab fitnah dan keburukan, namun mengklaim pembuat kedamaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang munafik selalu berkomentar dan memperhatikan kesalahan orang lain, dan tidak pernah berfikir tentang kesalahan dan dosa mereka sendiri. Mereka selalu membuat fitnah dan kerusakan, tetapi menunjuk jari mereka kepada orang lain selain mereka. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS Al Baqarah, 2: 11-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa orang munafik adalah penyebab fitnah (kerusakan), namun mengklaim telah melakukan perbaikan. Yang lebih mengejutkan lagi mengetahui bahwa mereka benar-benar para pengacau. Mereka dengan yakin percaya bahwa mereka baik, melaksanakan perdamaian di muka bumi, tetapi Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa mereka benar-benar murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mereka berhukum kepada thaghut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS An Nisa, 4: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah SWT memperingati kita beberapa poin yang telah disebutkan di atas, seperti bahwa mereka mengklaim telah beriman kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT. Tetapi Dia juga menginformasikan kepada kita tentang karakteristik lain dari orang munafik, yakni berhukum kepada Thaghut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhukum kepada selian Allah adalah syirik akbar, namun, orang-orang munafik ini dijelaskan bahwa mereka orang yang tidak hanya secara rutin berhukum kepada selain Allah, tetapi juga mencari dan mempunyai keinginan untuk merujuk kepada selain Allah untuk menyelesaikan perselisihan. Mereka adalah orang-orang yang terus membenarkan kemurtadannya dan dalam kasus yang lebih buruk mereka mungkin mengutip ayat di luar konteks dengan tujuan untuk membenarkan kerusakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mereka memuaskan telinga seseorang, mempunyai hafalan Al-Qur’an dan argumentasi yang masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari kemampuan terbesar dan berpengaruh adalah bahwa mereka bisa menyesatkan dan menjatuhkan orang-orang dengan argumen ‘mengagumkan’ mereka atau membacakan ayat-ayat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Al Munafiqun, 63: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada sebagian orang diantara kalian yang shalatnya mengalahkan shalatmu, dan yang puasanya mengalahkan puasamu, dan ibadahnya mengalahkan ibadahmu. Mereka akan membaca Al-Qur’an tetapi tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah dari busurnya…’ (Al Bukhari, Kitab Fadilah Al-Qur’an Bab 3g Hadits no 5058)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mereka takut dari Al-Qur’an yang ditujukan kepada mereka, dan tidak melihat kesalahan mereka sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sunnah Rasulullah SAW dan Shahabatnya untuk membaca Al-Qur’an dimana kita bisa mengaplikasikanya untuk diri kita, dan seolah-olah Allah berbicara kepada kita secara langsung. Namun orang-orang Munafik tidak suka untuk mengakui kesalahan mereka dan membaca Al-Qur’am sebagaimana Allah menujukan kepada mereka. Lebih lanjut Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka....” (QS At Taubah, 6: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dimana saja kita mempelajari dien kita seharusnya selalu mengaplikasikannya untuk diri kita, memperhatikan untuk mengoreksi kesalahan kita sebelum mengoreksi kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menghina orang-orang Beriman dan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam kelanjutan ayat di atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.” (QS At Taubah, 9: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan pada saat perang Tabuk tentang orang-orang Munafik yang terus mengejek orang-orang beriman, berkata bahwa hafalan Al-Qur’an mereka hanya memberikan perut besar. Sindiran dan ejekan seperti ini sangat umum terlihat hari ini dari orang-orang moderat yang menjual kaum Muslimin dam yang mengejek Mujahidin dan aktifis Muslim yang bekerja untuk melihat bendera Islam tegak di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat umum mendengar orang-orang munafik berkata ‘lihatlah orang-orang ini, mereka percaya berjuang untuk Khilafah atau mendukung Jihad atau ‘bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berpendidikan yang mengakui manfaat dari pemerintah bisa menegakkan negara Islam?’ dan sebagainya. Ini hanyalah sebagian contoh dari pernyataan mereka yang mempunyai penyakit di dalam hati mereka. Allah SWT menginformasikan kepada kita tentang alasan mereka menggunakan hal tersebut untuk membenarkan kemurtadan mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At Taubah, 9: 65-66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS Muhammad, 47: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mereka tidak pernah pergi berjihad, berpartisipasi dalam semua perjuangan (jihad) dan tidak juga berhijrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat perang Uhud orang-orang Munafik lari dari medan pertempuran dan kembali ke Madinah. Sebagian orang-orang beriman menjadi bingung berkaitan dengan bagaimana mereka seharusnya berhadapan dengan orang-orang munafiqun. Shahabat Rasulullah SAW percaya bahwa mereka seharusnya dibunuh dimana saja mereka terlihat, disamping yang lain membantah sebaliknya mereka (munafiqun) adalah Muslim dan mengucapkan syahadat. Dengan maksud untuk menyelesaikan dan mengklarifikasi perselisihan ini, Allah SWT menurunkan ayat di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.” (QS An Nisa, 4: 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, sebuah hadits dari Nabi Muhammad SAW dengan jelas menyoroti orang yang tidak mempunyai niat berjihad:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang mati tanpa berjihad di jalan Allah, tidak juga mempunyai niat untuk melakukannya, akan mati dalam satu cabang nifaq.” (Muslim dan Riyaad Us Saalihin Bab 234, Hadits bo 1341)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan Hijrah orang-orang Munafik tidak ingin meninggalkan ‘negeri kesayangan’ mereka dan takut berjihad di jalan Allah. Allah SWT telah menurunkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS An Nisa, 4: 97-99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk selalu diingat poin krusial ini bahwa munafiqun membenci Jihad, Mujahidin dan berhijrah di jalan Allah. Jika kita mempunyai perasaan ini maka ketauhilah bahwa kita mempunyai salah satu karakteristik Munafikin dan mintalah kepada Allah agar menjaga kita dari nifaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Mereka mempunyai Muwalat (sekutu) dengan Kuffar dan hidup diantara Musyrikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanda seseorang yang terlibat syirik adalah hidup diantara Kuffar dan Musyrikin tanpa membedakan diri mereka. Bukti yang sama telah disebutkan di atas bisa digunakan untuk membenarkan poin ini, sebagaimana sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berlepas diri dari Muslim yang hidup diantara Musyrikin,... dan tidak membedakan diri dari mereka (kuffar).’ (Sunan Abu Daud, Kitabul Jihad Bab 105, hadits no 2645)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dengan jelas menunjukkan kepada kita betapa bahayanya hidup diantara kuffar, bersatu dengan mereka dan tidak membedakan diri dari mereka. Itu juga menyoroti kewajiban dan perlu bagi Muslim untuk hidup bersama sebagai sebuah komunitas dan menerapkan Syari’ah; atau Rasulullah SAW akan menjauhkan dirinya dari kita pada hari pengadilan, disaat kita akan begitu membutuhkan syafa’atnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mereka membuat sejumlah alasan untuk tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Munafik selalu banyak alasan untuk tidak mengerjakan kewajiban dan tugas mereka, sebagaimana disebutkan juga dalam ayat sebelumnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At Taubah, 9: 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, pada saat perang Tabuk dahulu mereka banyak alasan untuk lari dari Jihad. Salah satu dari alasan mereka adalah cuaca yang amat panas dimana Allah SWT telah tentukan di saat bulan-bulan musim panas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.” (QS At Taubah, 9: 81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah berkata benar, panas neraka tidak dapat dibandingkan dengan panas dunia. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Api yang anak Adam nyalakan adalah satu bagian dari 70 bagian dari api neraka.” (Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat di atas 9:81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mereka membenarkan keharaman, kekufuran dan kesyirikan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.” (QS Al Imran, 3: 167)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa orang-orang Munafik selalu membenarkan kemurtadan mereka. Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa orang-orang menjadi kafir atau murtad dengan alasan menjadi lebih dekat kepada Allah! Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (QS Az Zumar, 39: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bukanlah hal yang mengejutkan melihat orang-orang Munafik membenarkan kekufuran dan kesyirikan mereka melakukan voting untuk hukum buatan manusia, terjun ke parlemen untuk melegalisasi hukum, bergabung dengan tentara, polisi dan sebagainya. Orang-orang munafik dan musyrikin tidak pernah mengatakan ‘aku telah melakukan syirik dan kufur atau sebagainya...’ tetapi mereka menggunakan apa yang disebut dengan alasan dan pembenaran ‘Islami’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mereka melakukan kufur I’raad – berpaling kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS An Nisaa’, 4: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS As Sajadah, 32: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Munafik selalu berpaling dari Ahkam (hukum syar’i) dan Ulama. Ketika kita memberi mereka hukum yang tidak sesuai dengan mereka, maka mereka akan berkata ‘Aku tidak mengikuti opini itu’, bahkan tidak ada opini lain tentang isu tersebut. Ketika kita sampaikan kepada mereka ayat mereka akan berkata ‘itu adalah penafsiran kamu terhadap Al-Qur’an dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Mereka menyerukan kemungkaran dan mencegah kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS At Taubah, 9: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan mencoba untuk menghalangi usaha kita untuk melakukan dakwah berdasarkan metode Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, menyerukan jihad, berjuang untuk dien Allah atau bahkan menciptakan kesadaran tentang Islam di luar Masjid dan sebagainya. Lebih lanjut mereka malah mencegah Ma’ruf dan menyerukan segala bentuk kemunkaran, seperti voting untuk hukum buatan manusia, bergabung dengan polisi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Mereka memamerkan perbuatan baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisaa’, 4: 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Munafik memamerkan bahasa Arabnya, tajwid, adzan, ilmu dan sebagainya. Mereka adalah orang-orang yang selalu memamerkan perbuatan baiknya dengan tujuan agar mendapatkan pujian dan agar orang-orang mendengarkan mereka. Ar Riyaa adalah sebuah dosa besar dan perbuatan syirik, karena semua perbuatan baik kita seharusnya dilakukan murni hanya untuk mencari ridha Allah SWT dan bukan pujian dari orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perkara yang aku takutkan dari kalian adalah syirik asghar. Shahabat bertanya: ‘Apakah syirik asghar itu?’ Rasulullah SAW menjawab: riya.’ (Musnad Imam Ahmad, jilid 5; Al Arsaar, Hadits : Muhammad bin Labid RA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mereka menginginkan kita menjadi Kafir seperti mereka dan mengikuti jalannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong.” (QS An Nisaa’, 4: 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Munafik sangat jahat karena mereka ingin agar kita menjadi kafir seperti mereka dan mengikuti kerusakan dan kejahatan mereka. Mereka ingin agar kita meninggalkan golongan yang selamat dan bergabung dengan partai syaitan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Mereka menginginkan kita untuk takut kepada Kuffar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (QS Ali Imran, 3: 173)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang munafik akan selalu mempunyai mental kalah dan akan mencoba untuk menimbulkan ketakutan ke dalam hati orang-orang beriman terhadap Kuffar. Seseorang tidak bisa menjadi Muslim jika mereka mengatakan ‘apa yang bisa kita lakukan, jumlah mereka terlalu banyak dan kita tidak mempunyai senjata yang cukup dan sebagainya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali Imran, 3: 175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Mereka malas melaksanakan Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan pada poin no 19, Allah menginformasikan kepada kita ayat (QS 4: 142) bahwa orang-orang Munafik berdiri dengan kemalasan pada shalat mereka. Bukti lain untuk ini bisa ditemukan dalam surah Al Ma’un:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.” (QS Al Maa’un, 107: 4-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Allah SAW juga menjelaskan orang-orang Munafik adalah orang yang sulit ditemui pada shalat isya dan fajar (subuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Mereka menunjukkan Islam, tetapi mengutuk dan menghina ketika setiap kali mereka berhadapan dengan semua bentuk kesulitan dan bencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS Al Hajj, 22: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Munafik selalu senang dengan kita ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan mudah, profesional, teratur dengan baik dan terstruktur, tetapi ketika mereka diuji oleh Allah SWT mereka benar-benar meninggalkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dien dan kewajiban mereka.&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujan dari mempelajari masalah ini untuk menyadari tanda-tanda Munafikin, agar kita tidak melakukannya. Kita seharusnya memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari nifaq, kufur, syirik dan bid’ah dan agar kita mati dalam keadaan iman dan Tauhid. Kita seharusnya juga selalu menyadari celah dan berbagai kemungkinan menjadi Kafir, dan untuk mencegah hal ini adalah dengan memenuhi semua perintah Allah dan juga kewajiban kita. Semoga, Insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;written by Sais Musallim &lt;br /&gt;www.musallim.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-6520812191009190594?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/6520812191009190594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=6520812191009190594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6520812191009190594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6520812191009190594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/jangan-jadi-munafiqin.html' title='Jangan Jadi Munafiqin!'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-7982750801239223605</id><published>2009-01-23T07:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T07:26:33.309-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Al-Walaa Wal Baraa' - Muwalat Dengan Kuffar</title><content type='html'>Al-Muwalat dengan non Muslim terbagi menjadi dua bagiani:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kufur Akbar&lt;br /&gt;2. Kufur Duna Kufur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kufur Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebut Al Muwalaat Zaahirah, yang didefenisikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Al Muwalaat Zahirah adalah seseorang yang dengan jelas, berdiri dengan kafir dan musyrik dengan lidahnya dan perbuatannya untuk menguatkan, meninggikan mereka, meningkatkan jumlah mereka serta bersekutu dengan mereka melawan Muslim tanpa mempedulikan apa yang ada dalam hatinya.”&lt;br /&gt;Bentuk Muwalaat ini akan mengeluarkan seseorang dari ikatan Islam dan dengan jelas dalam ayat Qur’an surah Al-Ma’idah dimana Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al Ma’idah, 5: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Imam Qurtubi tentang ayat ini beliau mengutip Ikrimah dan Abdullah Ibnu Abbas ra., beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“’Dia adalah salah satu dari mereka’ maksudnya bahwa hukumannya adalah seperti hukuman mereka, dia tidak akan menerima harta rampasan karena dia mutad, kita harus mendeklarasikan kebencian kepadanya seperti kita mendeklarasikan kebencian kepada mereka, dan kita berkewajiban untuk memeranginya seperti kita berkewajiban untuk memerangi mereka, dan dia akan masuk neraka seperti mereka. Ini adalah opini dari Ikrimah dan Ibnu Abbas ra.”&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengumpulkan sepuluh hal yang membatalkan Imaan, dan di antaranya adalah ‘bersekutu dengan Kuffar.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthb yang hidup pada masa Asy’ariyyah, tetapi telah berubah untuk mengikuti Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak orang-orang yang berfikir untuk ‘bersama mereka’ yang berarti mengikuti mereka (dien mereka), hal itu jauh dari kebenaran, itu adalah mendukung mereka dengan lidah dan anggota tubuh dan mencintai mereka.”&lt;br /&gt;Selanjutnya dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap Muwalaat kepada kuffar akan membuat kita kafir, dan membolehkan Muslim untuk memerangi dan membunuhnya, walau pun dengan mengklaim sebagai Muslim dan mendeklarasikan syahadah.”&lt;br /&gt;Ini selanjutnya dipaparkan dalam Qur’an dimana Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS An Nisaa’, 4: 97-99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan tentang orang-orang yang memeluk Islam di Mekkah, tetapi tidak bersama Rasulullah saw. pada saat Hudaibiyah, tetapi mereka tetap tinggal di Mekkah.&lt;br /&gt;Ibnu Katsir dan Imam Qurtubi menafsirkan ayat ini, mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayat ini adalah tentang kaum Muslimin yang tetap tinggal di Mekkah pada saat Hudaibiyah karena mereka mementingkan pada tanah dan rumah-rumah mereka, sampai Quraisy meminta mereka untuk bergabung dengan tentara Quraisy untuk berperang di Badar melawan Muslim. Mereka pergi ke medan Badar melawan Rasulullah saw., Allah menyebut mereka kafir dan memberikan izin untuk membunuh mereka semua.” [Qurtubi Jilid.5 hal. 349]&lt;br /&gt;Allah menyebut mereka kafir dan memberikan izin untuk membunuh mereka semua, menempatkan mereka di neraka. Dia mengutip Ikramah ra. yang berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah ada sekelompok Muslim yang tidak mau berhijrah, mereka diminta untuk bergabung dengan tentara (Quraisy)…” [Qurtubi jilid. 5 hal. 349]&lt;br /&gt;Karena ini, Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;“berperanglah dengan nama Allah, di jalan Allah, dan jika kamu bertemu dengan mereka, perangilah mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Qurtubi berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“walaupun di bawah paksaan, tidak ada keringanan bagi mereka untuk memerangi saudara Muslimnya sendiri.” [Qurtubi jilid 5 hal. 349]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah ibnu Abbas berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dahulu bersama ibuku – Al Mustadd’afin tinggal di Mekkah bahwa Allah swt. telah memberikan keringanan dalam Qur’an.”&lt;br /&gt;Kaum Muslimin ini juga diperingati dalam ayat yang lain, karena itu telah terjadi bahwa orang-orang Muslim yang telah bergabung dengan tentara Quraisy melawan Muslim di Badar telah melewati Madinah dengan tujuan untuk berdagang, kaum Muslim di Madinah telah mendengar bahwa mereka akan datang ke Madinah dan mereka bersiap untuk membunuh mereka pada saat mereka tiba, namun sebuah kelompok Munafiqun datang dan menyalahkan mereka, bartanya bagaimana bisa membunuh orang-orang yang mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’. Allah telah menurunkan sebuah ayat yang ditujukan kepada tentara Quraisy beserta kelompok Munafiq tersebut:&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong.” (QS An Nisaa’ 88-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyebut kedua munafiq, keduanya orang-orang yang telah memerangi Muslim, dan orang-orang yang telah membela mereka berasal dari kaum Munafiq di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir mengutip perkataan Ibnu Abbas dalam tafsirnya tentang ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayat ini turun pada saat sebuah kelompok dari kaum Muslimin di Mekkah yang mengklaim Muslim. Mereka mendukung Kuffar melawan Muslim, mereka pergi ke Madinah kemudian orang-orang berselisih untuk membunuh mereka atau tidak, Allah swt. berfirman: “bunuhlah mereka dimana saja kamu menemui mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ibnu Abbas selanjutnya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ayat ini diturunkan “bunuhlah mereka dimana saja kamu temui mereka.:, mereka berlari di sekitar Madinah, khawatir bahwa ayat itu diberlakukan untuk mereka.”&lt;br /&gt;Dan Allah swt. mendeklarasikan orang-orang yang mengambil Kuffar sebagai teman adalah Kafir, Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;“. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik (Fasiqun).” (QS Al Ma’idah, 5: 80-81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Al Fasiqun berarti non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir ayat ini dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahlun Nifaq tidak diketahui oleh orang-orang kecuali oleh Muwahid, dan dimana saja telah diturunkan orang-orang yang dahulunya mereka saling melihat satu sama lain dan berfikir ‘Untuk siapa ayat ini diturunkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa lebih dahulu mereka mengatakan jika mereka Muslim dan mengklaim telah beriman, karena perbuatan kufur mereka yang dinilai telah murtad, tidak ada seorang pun mengetahui orang-orang Munafiq kecuali dengan melihat perbuatan (munafiq) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. juga berfirman:&lt;br /&gt;“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS Ali Imran 3: 28)&lt;br /&gt;“maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.” (QS Al Kahfi, 18:102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. adalah wali bagi orang-orang beriman dan orang-orang beriman HARUS mempunyai walaa’ kepada Allah, kuffar terpisah dari Allah, dan mereka tidak dibolehkan untuk mempunyai walaa’ dengan orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sunan Ad-Darimi tentang ayat ini telah dinyatkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah sebuah seruan yang jelas bahwa seorang kafir tidak bisa diambil oleh Muslim sebagai seorang teman, jika dia (Muslim) melakukannya, maka dia kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. telah menginformasikan kepada kita tentang seorang ulama yang sebelumnya berasal dari Yahudi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mencertaikan kepada mereka cerita orang-orang yang Kami kirimkan tanda-tanda, tetapi meningglakannya dengan: begitu Syaitan mengikutinya dan membuatnya sesat. Jika kami kehendaki, Kami seharusnya mengangkatnya dengan tanda-tanda kami; tetapi dia cenderung pada dunia, dan mengikuti hawa nafsunya. Dia ibarat seekor anjing: jika kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyerangnya, dia akan menjulurkan lidahnya, atau jika kita meninggalkannya sendiri, dia masih mejulurkan lidahnya. Itu adalah ibarat orang-orang yang menolak tanda-tanda Kami; maka bercerita kisah; sekiranya mereka mungkin memikirkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah tentang seseorang yang memberikan ‘ayat’ atau ‘ilmu’. Ada perselisihan dalam masalah orang ini, sebagian mengatakan bahwa mereka adalah seorang Nabi, yang lainnya mengimaninya untuk menjadi seorang ‘Alim dari Bani Israil, ini opini yang lebih kuat. Dia hidup di antara Kuffar pada masa Musa as., tetapi Musa as. dan pengikutnya datang untuk memerangi Kuffar, orang-orang ini datang pada orang ‘Alim ini dan mengadu ketakutan kepada pengikut Musa as.. Mereka memintanya untuk berdoa, sampai secepatnya Syaitan membisikan menyusul dan dia (Alim) berdoa memerangi Musa as. diluar rasa suka pada orang-orangnya di atas orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya Allah telah mengambil kembali apa yang Dia telah berikan kepadanya, dan mengutuknya dalam ayat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kufur Duna Kufur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir kufur dari kufur, berarti bahwa Muwalaat jenis ini tidak akan mengeluarkan kita dari ikatan Islam. Al Muwalaat yang ini Kufur duna Kufur yang menjadi marah karena sebuah alasan kebangsaan, kesukuan, sampai kita melakukan Muwalaat yang lebih besar lagi (itu adalah kufur Akbar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti contoh pada saat Rasulullah saw. mendengar bahwa orang-orang membuat sebuah fitnah melawan Aisyah r.a. Itu tersebar dengan seorang pria yang telah pergi berdua bersamanya, Ummu Aisyah dan seorang penyair. Allah swt. menurunkan tujuh ayat yang menyatakan ketidakbersalahan Aisyah r.a., menyebutkan rumor , ‘Ifk (berita palsu) (Ifk bukan hanya umpatan, atau bualan tetapi sebuah fitnah, Kisah Aisyah r.a. dikenal dengan Hadits ‘Ifk atau Berita Palsu.)&lt;br /&gt;Sa’ad Ibnu Mu’adz berkata pada Muhammad saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika dia adalah seorang dari aus kami akan membunuhnya, jika dia seseorang dari Khazraj, kamu akan memerintahkan kepada kami dan kami akan membunuhnya.” [yaitu bahwa jika dia berasal dari suku mereka, dia tidak akan membunuhnya kecuali jika Rasulullah memerintahkannya.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang pria berasal dari Muhajirin telah bertempur dengan seorang pria dari Anshar, laki-laki mnyeru “Yaa kaum Anshar dukunglah aku” dan orang Muhajir, “Yaa Muhajirin, dukunglah aku.” (mereka berpecah dengan suku-suku mereka masing-masing dan berperang satu sama lain.) Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tinggalkanlah Nasionalisme itu adalah sesuatu yang buruk.”&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau tidak menyebut mereka kafir, mengindikasikan bahwa kebangsaan, kedaerahan adalah Kufur Duna Kufur, itu akan membuat kita berdosa tetapi tidak murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALlohua`lam bish showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari blog tetangga :)&lt;br /&gt;souce:www.musallim.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-7982750801239223605?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/7982750801239223605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=7982750801239223605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/7982750801239223605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/7982750801239223605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/al-walaa-wal-baraa-muwalat-dengan.html' title='Al-Walaa Wal Baraa&apos; - Muwalat Dengan Kuffar'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-7475106793413376537</id><published>2009-01-21T20:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T20:19:55.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Hamas, Brigade Izuddin Al Qassam &amp; Seruan Jihad Yang (Seharusnya) Tidak Pernah Padam</title><content type='html'>Internation Jihad Analysis - Sepekan setelah peristiwa penabrakan sekelompok pekerja Muslim oleh tentara Israel di Al Maqthuroh, Palestina, Intifadhah dimulai. Peristiwa 8 Desember 1987 tersebut oleh HAMAS (Harokah Muqowwamah Islamiyah) atau Gerakan Perlawanan Islam Palestina dijadikan momentum dimulainya perjuangan suci membebaskan tanah Palestina, tanahnya orang-orang Muslim dari cengkraman zionis Israel, dengan jihad sebagai satu-satunya jalan pembebasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya HAMAS merupakan kulminasi perjuangan panjang kaum Muslimin Palestina dan dilatarbelakangi beberapa hal penting, seperti macetnya langkah-langkah penyelesaian yang ditempuh negara-negara Arab dan PLO. Usaha-usaha perdamaian yang diprakarsai oleh Dewan Keamanan PBB hanya mengeluarkan resolusi-resolusi yang tidak pernah mau dipatuhi Israel. Kondisi PLO sendiri semakin melemah karena konflik internal dan juga karena tekanan dan pengkhianatan negara-negara Arab moderat membuat PLO akhirnya menerima usulan Amerika mengakui negara zionis Israel. Hancurnya kekuatan PLO ini semakin membuat Israel lupa daratan dan mabuk kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, tokoh-tokoh Muslim Palestina dibebaskan dari penjara dan kamp-kamp penyiksaan, termasuk ulama kharismatik Palestina, Syekh Ahmad Yassin yang kemudian menjadi inspirator dan pemimpin spiritual HAMAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izzudien Al Qassam Brigade&lt;br /&gt;Mujahidien Brigade Izzudien Al Qassam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigade Izuddin Al Qossam adalah sayap militer HAMAS dalam merealisasikan jihad atas kaum yahudi. Nama Izuddin Al Qassam diambil dari nama salah seorang anggota HAMAS yang syahid pada tanggal 25 November 1935, setelah terjadi pertempuran hebat melawan pasukan kafir Inggris di Junain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigade Izuddin Al Qassam tampil sebagai kekuatan militer yang sangat ditakuti Israel. Beberapa operasi militer yang sangat spektakuler telah dilakukan brigade ini dan berhasil membuat tentara Israel menderita kerugian yang cukup banyak. Kehadiran mereka secara perlahan namun pasti telah menciptakan kondisi keamanan tertentu yang nampaknya tidak dapat dikontrol lagi oleh pasukan zionis Israel, terutama di Tepi Barat dan Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigade Izuddin Al Qassam memulai operasi mereka dengan menghancurkan patroli Israel di perkampungan Al Syujaiyah dan membunuh tiga prajurit Israel. Dengan pekik takbir yang membahana, mereka mengumumkan pertanggung jawaban atas penyerangan tersebut. Israel pun segera memberlakukan larangan ke luar rumah dan melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah dan memantau situasi dengan helikopter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, Brigade Izuddin Al Qassam kembali menyatakan diri bertanggung jawab atas penembakan sebuah mobil patroli Israel di kota Al Khalil yang menewaskan seorang prajurit kafir Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, liputan media massa belum menyentuh Brigade Izuddin Al Qassam, sehingga mereka dan HAMAS belum cukup dikenal luas. Namun, setelah Brigade Izuddin Al Qassam berhasil menculik dan menawan seorang komandan militer Israel di kota Al Lad, dunia pun gempar. Komandan tersebut dijadikan tebusan yang hanya bisa ditukar dengan pembebasan pemimpin mereka, Syekh Ahmad Yasin. Peristiwa tersebut menjadikan nama Brigade Izuddin Al Qassam menjadi buah bibir dikarenakan dalam waktu yang singkat berhasil mempelopori berbagai aksi militer yang spektakuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigade Izuddin Al Qassam mulai tampil ke permukaan secara terang-terangan pada 1 Januari 1992 ketika mereka berhasil membunuh ketua pengaman perumahan Israel. Peristiwa tersebut bersamaan dengan perayaan ulang tahun PLO sehingga sempat mengecoh berbagai kalangan dengan asumsi yang melakukan aksi tersebut adalah PLO. Tetapi setelah Israel menangkap para pelaku aksi tersebut, saat itu pula Brigade Izuddin Al Qassam mengumumkan kehadirannya secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dikenal dengan aksi-aksi militer yang spektakuler, Brigade Izuddin Al Qassam telah menyumbangkan beberapa pejuangnya dalam aksi istisyhad (aksi syahid), seperti : Ghosan Abu Nada (dari Jabaliyah), Mohammad Abu Naqiroh (dari Rafah), Thoriq Duhkhan dan Yasir Al Hasanat (dari An Nur Syirot), Mohammad Jundul (dari Al Maghozi), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, mata dunia kembali tertuju kepada HAMAS, terutama Brigade Izuddin Al Qassam. Sejak gempuran membabi buta zionis Israel, Sabtu, 27 Desember 2008, ke wilayah Gaza, HAMAS melalui Brigade Izuddin Al Qassam tetap bertahan dan melancarkan serangan balik dengan roket-roket yang mereka buat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perhitungan akal, kekuatan dua pasukan yang bertempur itu sangat tidak seimbang. Bagaikan Daud melawan Goliath. Angkatan bersenjata Israel, IDF (Israel Defence Forces) memiliki kekuatan 176 ribu infanteri bersenjata lengkap, 286 helikopter serbu, 875 jet tempur berkecepatan supersonik, 2800 tank, dan 1.800 senjata artileri seperti meriam, rudal, peluncur roket yang semuanya siap ditembakkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, HAMAS hanya berkekuatan 20.000 mujahid, tanpa pesawat tempur, jet atau helikopter patroli satu pun. Hanya saja, mereka memiliki Allah SWT yang selalu bersama mereka, dan semangat jihad yang menyala-nyala. Hebatnya lagi, dengan pertolongan Allah, mereka mampu membuat roket sendiri yang diberi nama Battar, dan peluru Al Bana, dan Al Yasin yang menjadi senjata paling ampuh dan terkenal melibas zionis yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam video yang dikeluarkan oleh Ar Rahmah Media berjudul HAMAS The Brigade of Izuddin Al Qassam, dijelaskan visi misi Brigade Izuddin Al Qassam dan ditunjukkan bagaimana mereka berlatih, mempersiapkan serangan dan pukulan mematikan kepada zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Politik HAMAS, Ismail Haniya, dalam video tersebut mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlawanan yang dipimpin oleh HAMAS sayap militer Brigade Syahid Izuddin Al Qassam, Intifadhoh Aqso yang mulia membentuk perlawanan dengan Yahudi, pertama karena perlawanan adalah pilihan rakyat Palestina, setelah lebih tujuh tahun perdamaian mandul, yang mana rakyat Palestina melalui ini semua, ditambah kesanggupan orang-orang dan tim pelatih untuk memperbaiki alat-alat untuk perlawanan. Gaza memiliki orang-orang yang punya keinginan yang lebih panas bagai bara api. Sudah menjadi kewajiban bagi HAMAS dan Brigade Izuddin Al Qassam untuk menunjukkan kepada musuh zionis yang biadab apa yang bisa mereka lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Panjang HAMAS dan Jihad Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMAS dibangun pertama kali oleh ulama kharismatik Syekh Ahmad Yassin, ulama kelahiran tahun 1939 di Al Joura, 20 km utara Gaza, dan kemudian tinggal di sebuah flat di kota Gaza sejak awal tahun 1970-an. Saat itu, banyak pemimpin Islam di Palestina maupun tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin di berbagai negara Arab yang dibebaskan dari penjara dan kamp-kamp penyiksaan, termasuk Syekh Ahmad Yasin. Saat usia beliau masih 10 tahun, beliau dan keluarganya telah dipaksa menjadi pengungsi oleh agresor Israel pada tahun 1948. Saat masih remaja Syekh Ahmad Yassin mengalami kecelakaan saat ia berolah raga. Setelah kejadian tersebut, ia menjalani hidupnya di atas kursi roda. Di atas kursi roda itulah seruan intifadhah beliau serukan dan di atas kursi roda itu pulalah tiga rudal zionis Israel menghantarkan beliau syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tampil membina dan membimbing umat yang saat itu sudah rusak dan hampir putus asa, dibantu oleh Fathi Yakan, Syekh Ahmad Qathan, dan lainnya. Mereka membangkitkan kembali ruhul Islam dan ruhul Jihad kaum Muslimin Palestina sehingga memunculkan momentum intifadhah yang sekaligus memunculkan HAMAS untuk  komitmen berjuang membebaskan tanah Palestina, tanahnya orang-orang Muslim dari agresor zionis yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMAS tidak menganggap intifadhah sebagai akhir dari perjuangan mereka, tetapi sebagai mata rantai dari perjuangan panjangnya. Gerakan Perlawan Islam tidak menghendaki pengorbanan habis-habisan melalui perang dengan batu, melainkan sebuah upaya membebaskan tanah Palestina secara menyeluruh melalui peperangan yang melibatkan seluruh putra Palestina juga seluruh kaum Muslimin di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen dan perjuangan nyata HAMAS berhasil merebut simpati umat Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat. HAMAS yang juga memiliki sayap politik dan sosial selain sayap militer semakin dikenal dan disukai masyarakat Palestina secar luas. Pada saat itulah ujian dan cobaan menerpa HAMAS. Perjuangan suci untuk membebaskan tanah Palestina dengan satu-satunya jalan, yakni jihad mulai dikotori dengan sistem pemilu demokrasi ala Barat yang nampak indah dan memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMAS akhirnya terjebak untuk ikut sistem pemilu demokrasi kufur, yakni pada pemilihan parlemen pada tahun 2006. HAMAS, terutama sayap politiknya semakin terpedaya dan terpukan dengan kemenangan yang mereka peroleh, mendapatkan 76 dari 132 kursi yang diperebutkan. Kemenangan HAMAS dalam demokrasi kufur terebut sudah barang tentu tidak diakui Israel. Selain itu, kemenangan HAMAS menjadi pemicu kecemburuan faksi Fatah yang sedari dulu menempuh jalan kompromi dan damai dengan Israel. Pertikaian antara HAMAS dan Fatah pun tidak bisa dihindari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan HAMAS, Khaled Mashal, dalam sebuah wawancara dengan Koran Rusia, Nezavisimaya Gazeta, pada tanggal 13 Februari 2006 menyatakan kemungkinan HAMAS untuk hidup berdampingan dengan Israel dengan beberapa syarat. Syarat itu antara lain pengakuan batas wilayah 1949, penarikan Israel dari semua wilayah Palestina yang diduduki termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Selain itu Israel juga harus mengakui hak-hak warga Palestina, termasuk hak untuk kembali ke tanah airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap melunak HAMAS ini tentu saja sangat disesali sebagian besar kaum Muslimin yang telah menyadari bahwa kaum zionis yahudi Israel tidaklah mengenal bahasa damai dan taat terhadap perjanjian yang dibuat. Organisasi jihad global Al Qaida, melalui Syekh Aiman Az Zawahiri saja sampai mengeluarkan sebuah statemen yang cukup keras kepada HAMAS sebagai sebuah nasihat agar tidak mengambil jalan dami, jalan parlemen, dan hanya menggunakan jalan suci jihad fie sabilillah untuk membebaskan tanah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak pilihan HAMAS mulai terjadi. Pasca terbentuknya kabinet HAMAS melalui sistem kufur pemilu demokrasi, pada tanggal 20 Maret 2006, HAMAS bentrok dengan Fatah di jalur Gaza. Bentrokan yang sangat memilukan tersebut akhirnya bisa diakhiri pada 27 Juni 2006. Namun kesepakatan tersebut tidak berarti karena sejak 9 Juni 2006 Israel memulai penyerangan kepada HAMAS di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMAS berhasil menangkap seorang tentara Israel Gilad Shalit. Israel membalas dengan menangkap 64 pejabat HAMAS, termasuk anggota kabinet dan legislatif. Penangkapan politisi HAMAS ini memberi peluang Fatah untuk mengambil kesempatan yang akhirnya menimbulkan konflik susulan antara HAMAS dan Fatah dan diakhiri dengan dibagi duanya wilayah Palestina dimana HAMAS menguasai Gaza dan Fatah menduduki Tepi Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 Juni 2008 tercapai kesepakatan gencetan senjata antara Israel dengan HAMAS selama enam bulan. Kompensasinya adalah HAMAS harus menyerahkan Gilad Shalit untuk ditukarkan dengan 40 tawanan HAMAS oleh Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap perjanjian gencetan senjata berakhir, Israel  menunjukkan watak aslinya sebagai kaum pengkhianat. Pada 4 November 2008, Israel menyerang enam pejuang HAMAS dalam sebuah patroli militer di Gaza. HAMAS pun membalas serangan tersebut dengan menembakkan roket-roketnya ke wilayah Israel. Israel tidak terima wilayahnya diserang dan melalui Perdana Menterinya, Ehud Barak, dilancarkanlah serangan bumi hangus dengan sandi “Operation Cast Lead” pada tanggal 27 Desember 2008 hingga detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan kaum Muslimin Palestina menemui syahid dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Wilayah Gaza kembali menjadi saksi bahwa Israel hanya mengenal bahasa perang. HAMAS kembali diuji komitmennya untuk berjihad mempertahankan dan membebaskan tanah Palestina. Tanahnya kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat &amp; Semangat Jihad Untuk Hamas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya perlawanan kaum Muslimin dan jihad Palestina tidak pernah lepas dari pengamatan seluruh kaum Muslimin di dunia, khususnya Mujahidin. Derita yang dialami Gaza saat ini pun menjadi fokus mereka, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Banyak nasehat bahkan kritik keras disampaikan kaum Muslimin khususnya Mujahidin kepada HAMAS agar tetap melancarkan jihad malawan agresor Israel dan mengenyahkan sistem kufur demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Departemen Media At Tauawi yang difasilitasi oleh Front Media Islam Global, Tandzim Al Qaeda, melalui tokoh utamanya yang selalu aktif di forum-forum jihad on line berbahasa Arab, Asad Al Jihad, mengeluarkan sebuah pesan berjudul “Wahai Rakyat Palestina, Siapakah Lawan dan Kawan Kalian !” Dalam pesan tertanggal 27 Desember 2008, saat dimana Israel baru saja melancarkan serangan kepada kaum Muslimin Palestina itu, Asad Al Jihad menegaskan sikapnya, yakni bersama Mujahidin Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya saya menegaskan sikapku tentang peperangan ini adalah bahwa saya bersama Ahli Tauhid di Gaza pada umumnya, dan bersama para mujahid Hamas, Jaish Al Islam dan Jaisy Al Ummah serta sebagian jamaah jihad lainnya, untuk saling bersatu dan membantu penduduk Gaza.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pesan tersebut juga disampaikan perkataan pimpinan Al Qaeda, Syekh Usamah bin Ladin untuk membantu kaum Muslimin di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Demi Allah, sungguh kami akan menolong kalian walaupun harus merangkak…. Atau kami akan merasakan sebagaimana apa yang dirasakan oleh Hamzah bin Abdul Mutholib”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Mush’ab Abdul Wadud, Amir Tandhim Al Qaeda Biladul Maghrib Al Islamy, mengeluarkan rilis sebagai peryataan resmi tandzim jihad mereka atas serangan brutal agresor Israel kepada kaum Muslimin Palestina. Rilis tertanggal 30 Desember 2008 tersebut disebarkan di situs dan forum-forum jihad dan berintikan keinginan kuat mereka untuk membantu jihad di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai saudara kami di Gaza. Allah tahu sekiranya bukan karena pembatas-pembatas yang dibuat oleh orang-orang kafir dan sekiranya bukan karena para penguasa murtad yang berusaha membunuh kalian sungguh akan kami datangi kalian, akan kami bela kalian meskipun dengan merangkak, akan tetapi apalah kuasa kami sementara para pengkhianat yang mencekik leher umat berusaha menghalangi kami untuk sampai kepada kalian. Kami bermohon kepada Allah agar memberikan kekuatan kepada kami untuk menolong kalian dengan apa yang kami miliki dan tidaklah sulit bagi Allah untuk melakukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengancam dan menuntut balas kepada agresor yahudi Israel akan tumpahnya darah kaum Muslimin di Gaza, Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Adapun kalian wahai para yahudi! Bergembiralah kalian dengan berbagai hal yang menghatui kalian karena para mujahidin, pelindung dien, tanah dan kehormatan, dengan izin Allah akan menuntut balas atas kematian mereka di Gaza meskipun berselang masa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan, Hakimul Ummat, orang kedua Al Qaeda, Syekh Aiman Az Zawahiri ikut menyemangati kaum Muslimin dimana pun untuk berjihad, menyerang kepentingan Israel, Amerika, dan sekutu-sekutunya dimanapun mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka dari itu, marilah kita serang instalasi-instalasi mereka di mana saja, sebagaimana mereka berkumpul untuk menyerang kita dari mana saja. Dan hendaklah mereka ketahui bahwa setiap dolar yang mereka keluarkan untuk membunuh umat Islam maka kelak akan terbalas dengan darah, dan setiap peluru yang mereka tembakkan kepada kita akan dibalas dengan ledakan seperti letusan gunung berapi, dan bahwa mereka tidak akan dapat menghina dan memcaci Nabi kita shallallahu ’alaihi wasallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Syekh Aiman memang secara keras mengkritik dan menasehati HAMAS agar tidak tersesat bujuk rayu demokrasi dan menyingkirkan jihad. Nasehat ini tentu saja sebagai tanda kecintaan beliau kepada HAMAS dan perjuangan jihad Palestina. Syekh Aiman mensifati HAMAS sebagai saudara yang jika diperlukan harus dinasehati dan jika salah harus ditegur. Bukankah tangan kanan dan tangan kiri saling bekerja sama untuk menghilangkan kotoran. Dengan demikian, Syekh Aiman dan Mujahidin yang bersama beliau merupakan tangan yang lain bagi saudaranya yang berada di HAMAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Mukminin Daulah Islamiyah Iraq, Syekh Abu Umar Al Baghdady pernah menyerukan kepada Brigade Izuddin Al Qassam untuk memisahkan diri dari HAMAS karena masih terus berjalan di atas jalan yang sesat sampai hari ini, yakni mengikuti pemilu demokrasi yang sesat, dan tidak mempedulikan nasehat yang telah diberikan oleh saudara-saudara mereka yang lebih berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam rilis terbaru mereka yang dikeluarkan khusus menanggapi masalah serangan Gaza dengan judul “Solusi Terhadap Palestina”, Syekh Abu Umar Al Baghdady kembali berpesan kepada Brigade Izuddin Al Qassam agar memisahkan diri dari HAMAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anggota Brigade al-Qassam yang ikhlas harus mengumumkan pemisahan mereka dari gerakan HAMAS, dan mengumumkan keterpisahan mereka dari kepemiminan politiknya yang telah rusak dan menyimpang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tahu bahwa banyak pemuda-pemuda di dalam tubuh al-Qassam, dan juga beberapa tokoh dan pemimpinnya, mereka merasa sesak melihat penyimpangan yang dilakukan oleh para pemimpin politik mereka. Andaikata tidak kami temukan penyimpangan yang sangat jauh dari syari’ah rabbul ‘alamin (aturan Tuhan pencipta alam) niscaya kami tidak menyerukan kepada para pemuda al-Qassam yang ikhlas untuk membangkang terhadap pemimpin politik mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesungguhan dan kecintaan Amirul Mukminin Negeri Dua Sungai (Iraq) ini tercermin dari doa dan harapan beliau untuk dapat membebaskan tanah Palestina, tanahnya kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun tentang peranan Negara Islam di bumi dua sungai untuk membebaskan Palestina, maka kami berharap kepada Allah, dan juga memohon kepadaNya agar bisa seperti negara yang dipimpin oleh Nuruddin asy-Syahid. Negara itu merupakan batu loncatan untuk mengembalikan al-Aqsha kepada pangkuan ummat Islam. Kemudian muridnya, Shalahuddin sang Penakluk berhasil memasuki Palestina di dalam perang Hitthin, sebagaimana al-Faruq Umar bin Khaththab berhasil melakukan hal itu. Maka sesungguhnya kami pun berdo’a kepada Allah, dan bercita-cita untuk menjadikan Negara Islam Iraq sebagai batu loncatan untuk mengembalikan Palestina ke pangkuan ummat Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bumi jihad Afghanistan, Mujahidin Taliban, di bawah komando Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan, Mullah Muhammad Umar, tidak lupa menyemangati seluruh kaum Muslimin untuk bersatu berjihad melawan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami harap umat Islam bisa mengesampingkan semua halangan yang ada selama ini. Kita semua wajib berjihad dan membantu saudara kita di Palestina, Iraq dan Afghanistan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu, baik oleh kawan maupun lawan adalah statemen resmi dari pimpinan Al Qaeda, Singa Islam, Syekh Usamah bin Ladin. Pesan jihad yang paling ditunggu itu pun akhirnya keluar dalam sebuah pesan audio berdurasi 22 menit yang dirilis oleh sayap media Al Qaeda, As Sahab Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pesan tersebut Syekh Usamah menyampaikan pesan jihad kepada seluruh kaum Muslimin untuk menghentikan agresi Israel ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka yang wajib adalah tahridh (menyemangati)  terhadap jihad yang hukumnya sudah fardhu ain, mendaftar para pemuda untuk bergabung dalam pasukan-pasukan jihad fi sabilillah, melawan aliansi zionis salibis dan antek-anteknya di Kawasan. Bukan menyalurkan energi para pemuda dengan turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi tanpa senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Usamah dalam risalahnya tersebut mengomentari pelbagai cara dan tuntutan yang dilakukan oleh sebagian besar kaum Muslimin dan sebagiannya adalah menyimpang, lalu memberikan solusi yang benar sesuai syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun terdapat banyak jalan menyimpang, namun di sana ada satu jalan lurus untuk merebut kembali Al-Aqsha dan Palestina, yaitu jihad fi sabilillah, seperti yang telah kami singgung tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menyinggung mereka yang mencukupkan diri dengan hanya membebankan tanggung jawab masalah Palestina hanya kepada penguasa dan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mencukupkan diri membebankan tanggung jawab kepada penguasa dan ulama, setelah itu berpangku tangan dari jihad, tidaklah membebaskan kalian dari tanggung jawab. Tidak lain itu juga merupakan jalan untuk melarikan diri. Perintah Allah di dalam Al-Quranul Karim untuk berjihad di jalan-Nya sudah jelas, baik berjihad dengan jiwa maupun harta, hingga kebutuhan (jihad) tercukupi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir beliau berpesan kepada kaum Muslimin Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudaraku di Palestina…Berkali-kali kalian menanggung kesusahan seperti yang dialami bapak-bapak kalian selama sembilan dekade ini, dan sesungguhnya kaum Muslimin bersimpati terhadap kalian karena apa yang mereka saksikan dan mereka dengar. Sedangkan kami, mujahidin, juga bersimpati kepada kalian. Dan simpati kami lebih besar, karena mujahidin juga mengalami kehidupan sama dengan yang kalian alami. Yang mereka rasakan lebih susah dari apa yang kalian rasakan. Mereka dibombardir sebagaimana kalian dibombardir, dengan pesawat-pesawat yang sama. Mereka kehilangan orang-orang tercintanya sebagaimana kalian kehilangan. Maka segala puji bagi Allah, kita adalah milik Allah dan kepada-Nya saja kita akan kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai Dengan Israel, No Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita terakhir dari Gaza telah terjadi sebuah gencetan senjata sepihak dari Israel. Setelah tiga pekan dengan brutal menyerang dan membumi hanguskan Gaza, kini dengan seenaknya Israel menyerukan gencetan senjata selama seminggu, setelah 1.300 nyawa melayang dan 5.300 lainnya luka-luka. Kekhwatiran dan bahaya besar yang mengancam adalah apabila HAMAS dan gerakan jihad disingkirkan untuk kemudian digantikan dengan negoisasi dan perjanjian damai dengan zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arrahmah.com memberitakan (18/1), setelah Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak, sejumlah faksi pejuang Palestina antara lain Hamas, Jihad Islam dan Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) menggelar pertemuan di Damaskus dan hasilnya, mereka menyatakan gencatan senjata selama satu minggu dengan syarat selama sepekan itu Israel sudah harus menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa Abu Marzuk, pimpinan biro politik HAMAS di Damaskus, Suriah, pada hari ahad, 18 Januari mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami yang tergabung dalam gerakan perlawanan Palestina mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menuntut pasukan musuh mundur dalam jangka waktu satu minggu serta membuka semua perbatasan agar bantuan kemanusiaan dan kebutuhan dasar bisa masuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Mesir, diadakan pertemuan gabungan antara sejumlah pimpinan negara Arab dan Eropa, diantaranya dari Mesir, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Turki, dan Yordania. Pertemuan ini juga dihadiri pimpinan Liga Arab, Amr Musa, Sekjen PBB, Ban Ki Moon, dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas. Tentu saja pertemuan ini hanyalah sekedar basa basi dan sebuah konspirasi untuk melemahkan perlawanan jihad kaum Muslimin Palestina. Untuk itu, seharusnya tidak ada kata damai dengan Israel, hingga zionis yahudi agresor itu keluar seluruhnya dari bumi suci Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syekh Umar Bakri Muhammad dalam bukunya, Tidak Ada Damai Dengan Israel, menyatakan bahwa dalam ilmu ushul, sebuah kaidah menyatakan bahwa “Tidak ada ijtihad dalam hal perdamaian”. Hal ini dikarenakan ayat-ayat Al Qur`an yang membahasnya telah jelas. Terhadap orang-orang kafir yang menduduki tanah kaum muslimin, Islam telah memutuskan, Allah SWT memerintahkan kita secara jelas dan meyakinkan dalam Al- Qur`an bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS 2:190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapapun yang mati mempertahankan tanahnya maka dia mati syahid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Barangsiapa yang menyerangmu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. 2:194).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, ulama yang kini mukim di Libanon itu menjelaskan bahwa gencatan senjata dengan orang kafir yang menduduki tanah kaum muslimin, hanya bisa terjadi jika memenuhi 4 kondisi, yaitu :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Pembuat perjanjian atas nama seluruh umat muslim adalah khalifah atau amirul mukminin yang sah, atau wakilnya yang ditunjuk, karena dalam hadits Nabi SAW.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang dari kamu adalah peminmpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isi perjanjian harus didasarkan pada Islam dan selain itu tidak diperbolehkan, karena Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang kamu perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuhnya.” (QS. 4:65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syarat-syarat perjanjian yang tidak terdapat dalam Al-Qur`an maka batil.”&lt;br /&gt;(At-tabrani dalam Al-Mujam al-Kabir dan Al-Suyhuti dalam Aljamai’ Al-Saghir Volume 2: hal 9.77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perjanjian harus dibatasi dalam batas waktu tertentu, karena perjanjian Hudaibiyah dibatasi sampai 10 tahun, dan Allah SWT. berfirman bahwa kaum muslimin harus membuat perjanjian dengan orang-orang kafir dalam waktu 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penuhilah janji-janjimu dengan mereka sampai batas yang telah ditentukan, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah mereka dimana saja kamu menjumpainya dan tangkaplah mereka."(QS. 9:4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW. menguasai Mekkah. Beliau memberi batas 4 bulan, tetapi dalam perjanjian Hudaibiyah 10 tahun (menurut Sirah Ibnu Hasyim). Para ulama berkata bahwa ini berarti kaum muslimin mempunyai posisi yang kuat dalam perjanjian dengan orang-orang kafir untuk batas waktu perjanjian 4 bulan dan dalam posisi lemah dalam batas perjanjian 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perjanjian harus melindungi Agama Islam dan Umat Islam, yang dijelaskan oleh syariat. Jika kondisi ini tidak ditemui, maka perjanjian tersebut batil. Oleh karena itu secara jelas diketahui bahwa perdamaian dengan Israel adalah haram dan juga fatwa-fatwa ulama yang mendukung hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, gencetan senjata yang terjadi saat ini jelas tidak memenuhi syarat-syarat Islami yang dengan demikian harus ditolak. Secara sepihak Israel memaksakan gencetan senjata, dan tetap mengancam HAMAS dan kaum Muslimin Palestina. Pihak Israel menyatakan tidak menentukan jadwal penarikan mundur pasukannya dari Jalur Gaza, sampai HAMAS dan faksi pejuang Palestina menghentikan tembakan roket-roketnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara militer Israel, Avital Leibovich bahkan dengan congkaknya mengatakan akan tetap melanjutkan operasi militer menyerang Gaza. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Operasi militer belum berakhir. Ini cuma gencatan senjata,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sudah jelas, kaum Muslimin harus menolak damai dengan Israel dan meneruskan jihad fie sabilillah mengusir agresor Israel dari tanah suci Palestina. HAMAS, terutama Brigade Izuddin Al Qassam, dan jama’ah-jama’ah jihad yang lainnya saat ini tengah diuji oleh Allah SWT, apakah mereka akan tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT, atau malah terpedaya dengan janji-janji palsu setan melalui perjanjian damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama yang ikhlas dan jujur di seluruh dunia telah memfatwakan haram berdamai dengan yahudi zionis israel. Mereka semua menyatakan bahwa damai dengan para perongrong (zionis yahudi) adalah haram menurut syariat karena itu sama saja dengan mengijinkan para perampas itu tetap melakukan apa yang dilakukannya selama ini, dan berarti melegalkan tindakan mereka; sehingga kaum Muslimin dilarang untuk mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Yahudi karena sama saja mengijinkan mereka menduduki tempat-tempat suci kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kaum muslimin harus berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan tanah tersebut dari Yahudi dengan tangan mereka sendiri, seluruh kaum muslimin harus berpartisipasi dalam melaksanakan kewajiban jihad sampai kita mendapatkannya kembali dari Yahudi, apa yang telah kita miliki. Kita menghimbau kepada seluruh kaum Muslimin untuk berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT. dan melakukan apa saja untuk martabat dan kemuliaan kaum muslimin, demikian para ulama telah berfatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, saat ini adalah waktu yang tepat. Sebuah kesempatan bagi HAMAS, terutama Brigade Izuddin Al Qassam, dan kelompok jihad lainnya untuk membuktikan kepada zionis Israel bahwa kita adalah umat yang kuat dan mencintai jihad. Karena hanya dengan jihad fie sabilillah, masalah Palestina akan diselesaikan secara tuntas dan syar’i. Karena memang sudah seharusnya seruan jihad tidak pernah padam, hingga akhir dari kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bis showab! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: arrahmah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-7475106793413376537?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/7475106793413376537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=7475106793413376537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/7475106793413376537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/7475106793413376537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/hamas-brigade-izuddin-al-qassam-seruan.html' title='Hamas, Brigade Izuddin Al Qassam &amp; Seruan Jihad Yang (Seharusnya) Tidak Pernah Padam'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-4303314570532399148</id><published>2009-01-19T20:59:00.001-08:00</published><updated>2009-01-19T21:00:16.017-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Mujahidin Kaukakus Utara Sebagian Besar Para Pemuda Yang Berjuang Demi Agama</title><content type='html'>KAUKAKUS (Arrahmah.com) – Profil dari mereka yang bergabung dengan kelompok pejuang di Kaukakus Utara sebagian besar adalah pemuda dan mereka berasal dari wilayah yang tersebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi kualitas dari militer bawah tanah yang berada di Kaukakus Utara kini meningkat, lebih tinggi dari aktivitas militer di  Kaukakus Utara pada tahun 1999-2000 silam.  Ini menyiratkan bahwa mereka yang tergabung dengan kelompok-kelompok jihad tidak hanya termotivasi oleh romantisme (pembalasan dendam kematian orang tua, saudara, dll-red), tetapi mereka dengan sadar bergabung untuk menumbangkan kekuasaan penguasa dzolim demi menegakkan syariat Islam (motivasi agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengamat sering menyimpulkan bahwa para pemuda tersebut ditarik untuk bergabung karena satu akumulasi permasalahan yang belum terpecahkan di masyarakat.  Organisasi-organisasi HAM juga seringkali menyederhanakan permasalahan dengan menyimpulkan, bahwa para pemuda tersebut tergabung untuk membalaskan dendam atas kejahatan-kejahatan yang menimpa keluarga mereka yang terkait dengan penguasa (http://www.livechechnya.org/Archiv/12_09_08.htm).  Menurut penafsiran ini, segala sesuatu menjadi sederhana, jika tidak memiliki pekerjaan, maka mereka bergabung, jika pernah berurusan dengan polisi, maka mereka bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, jihad iitu bukanlah sesuatu yang sederhana.  Sebelum akhirnya menyatakan diri untuk bergabung, pemuda-pemuda tersebut telah mempersiapkan diri mereka.  Baik secara fisik maupun secara ilmu.  Mereka, para pemuda banyak belajar melalui internet, di mana mereka mendapatkan informasi-informasi mengenai para mujahidin yang berperang melawan penguasa kafir, ideologi yang dianut kelompok jihad, dan mereka (para pemuda) mempelajari banyak hal sehingga akhirnya mereka siap untuk terjun ke medan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu analisa sederhana yang didapatkan dari mereka yang sering mengunjungi forum-forum jihad (di kaukakus) dapat menghasilkan sebuah profil rata-rata dari suatu doktrin salafi di internet.  Mereka berusia sekitar 18-20 tahun, hampir keseluruhannya adalah mahasiswa yang merantau.  Mereka boleh jadi seorang siswa di Moscow, atau di Negara-negara Barat atau juga di timur tengah.  Apapun, mereka adalah para pemuda yang hanya ingin memulai kehidupan bebas, seseorang yang mudah tertarik hingga dapat menarik kesimpulan dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dia akan menjadi manusia yang senang mengkritik terhadap apa yang ia lihat, di rumah, atau dimanapun, karena ia telah mendapatkan “sesuatu” dalam pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun para pemuda adalah representasi mayoritas dari mereka yang bergabung dengan kelompok-kelompok jihad di dalam pegunungan, mereka tetap tidak dengan mudah menjadi inti dari kelompok-kelompok tersebut.  Ini semata-mata untuk menjaga kerahasiaan dan ketertiban organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, walaupun para pemuda merupakan unsur utama yang memenuhi jumlah jamaah, di sana juga terdapat para anggota yang terdiri dari kategori usia lainnya.  Lebih dari itu, tiap-tiap generasi memiliki dukungan tersendiri untuk sebuah kelompok jihad.   &lt;br /&gt;(north caucacus weekly/arrahmah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan tertinggal melihat perjuangan mereka.. qta gimana? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-4303314570532399148?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/4303314570532399148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=4303314570532399148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4303314570532399148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/4303314570532399148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/mujahidin-kaukakus-utara-sebagian-besar.html' title='Mujahidin Kaukakus Utara Sebagian Besar Para Pemuda Yang Berjuang Demi Agama'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-6124016879041420933</id><published>2009-01-19T20:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T20:56:00.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><title type='text'>Laporan Al-Qassam Mengenai Kecelakaan di Kubu Israel</title><content type='html'>GAZA (Arrahmah.com) - Brigade Izzudin Al-Qassam, menegaskan, pihaknya telah mampu memberikan pukulan keras terhadap musuh Zionis selama perang yang berlangsung 22 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Al-Qossam, Abu Ubaidah dalam konferensi persnya kemarin (19/1) menyebutkan, dalam perang selama 22 hari tersebut, para mujahidnya telah menembak mati 49 serdadu Zionis dan melukai ratusan lainya. Itu belum termasuk korban mati akibat tembakan roket dan tembakan sniper. Dengan demikian diperkirakan jumlah serdadu Zionis yang tewas oleh pasukan Al-Qassam di medan pertempuran, tak kurang dari 80 orang. Jumlah ini belum termasuk korban mati akibat gempuran roket ke wilayah permukiman di sejumlah kota dan distrik Israel. Al-Qassam menantang militer Israel mengumumkan kerugian sebenarnya yang terjadi di medan pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuhada Al-Qossam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan, Abu Ubaidah mengumumkan jumlah syuhada yang meninggal akibat gempuran roket Israel mencapai 1300 orang. Kebanyakan warga sipil yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua. Jumlah ini menunjukan bahwa perang ini tiada lain hanya pembunuhan warga sipil, sebagai realisasi dari Aqidah Talmud mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, perlawanan yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Padahal Israel telah mempersiapkan ini dalam beberapa bulan sebelumnya. Abu Ubaidah menjelaskan, siapa yang membenarkan perang Israel dan menyebarkan kedustaan bahwa perang ini merupakan serangan balasan atas perlawanan, maka ia telah bersekutu dengan Zionis dan ikut bertanggung jawab dalam perang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qassam menegaskan, walaupun Israel telah memuntahkan semua roketnya dan membunuh semua yang bergerak di atas bumi ini serta menggunakan ratusan ton bom untuk membunuh bangsa Palestina, namun al-Qassam masih sanggup melancarkan taktik perangnya dalam 23 hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qoassam telah meluncurkan 980 roket yang terdiri dari 240 roket qassam, 213 roket grad dan 422 roket ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah tersebut, 47 tank Israel rontok dan 4 pesawat tempur mereka jatuh. Satu diantaranya pesawat pengintai tanpa awak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawanan Perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Al-Qassam ini kemudian menyebutkan, para mujahidnya telah melakukan dua operasi penculikan terhadap serdadu Israel. Pertama dilakukan di sebelah timur Tufah pada hari ketiga serangan dan berhasil menawan sejumlah serdadu Israel. Di sela operasi itu, masuklah pesawat tempur Israel dan menembaki pasukan perlawanan Al-Qassam hingga mujahid Al-qassam, Mahmud Raifi gugur syahid dan terbunuhnya satu serdadu Israel. Sementara yang lainnya dapat meninggalkan tempat dengan selamat, walau beberapa orang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun operasi kedua, dilakukan pada tanggal 5 Januari di sebelah Timur Jabaliya. Para pejuang al-Qassam mampu menawan satu serdadu Israel dengan pengawalan ketat dan menahannya selama dua hari di salah satu gedung di medan pertempuran. Kemudian pasukan Zionis mengirimkan salah seorang warga sipil yang ditahannya sebagai tameng hidup untuk dijadikan barang tebusan dengan serdadu Zionis. Namun pasukan perlawanan menolaknya. Pasukan Zionis berang dan mengirimkan pesawat tempur F16 mereka untuk membombardir gedung itu. Dalam serangan ini, tiga pejuang perlawanan yang menawan serdadu tadi gugur syahid sementara serdadu Israel mati terbunuh. Ketiga pejuang tersebut masing-masing, Muhammad Farid Abdullah, Muhammad Abdullah Ubaid dan Iyad Hasan Ubaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Roket Tidak Terpengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan klaim Israel bahwa targetnya di Gaza telah tercapai, Abu Ubaidah mengatakan, target Zionis di Gaza tidak ada satupun yang tercapai kecuali pembantaian dan kejahatan perang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di Al-Qassam menegaskan, pasukan roket kami dengan izin Allah tidak tersentuh. Kami melesatkan roket-roket ini di saat perang tanpa henti dan kami masih mampu untuk melesatkan roket-roket ini selanjutnya.  Kami tegaskan, roket kami terus berkembang dan meningkat kemampuannya. Musuh Zionis akan mendapatkan kerugian baru dan menjadi target serangan kami di masa yang akan datang. Kamipun melesatkan roket ini dengan perencanaan di saat perang. Seperti kami katakan di awal. Israel telah memulai perang. Namun mereka tidak mampu menghentikanya. Kamilah yang menentukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal mereka mengatakan, perang akan berlangsung sebentar. Tetapi kemudian mereka menggelar tahap kedua dan ketiga. Kerugian kami akibat perang ini sedikit sekali. Kami sudah memperbaikinya sebelum perang berakhir. Demikian juga dengan klaim Zionis yang mengatakan, telah menawan pasukan perlawanan. Ini adalah pernyataan dusta. Tidak ada satupun anggota perlawanan yang tertawan oleh mereka. Walaupun mereka menawan itupun hanya warga sipil biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persenjataan Akan Berlanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Al-Qassamm, Abu Ubaidah menegaskan, tujuan perang Zionis tertuju pada penghentian penyelundupan senjata melalui perbatasan. Dan ia minta dukungan internasional untuk menghentikanya. Kami katakan, kalau benar, kapankah penyelundupan senjata melalui jalur resmi perlintasan. Apakah mereka mengizinkannya ? tentu tidak. Tetapi yang penting kami tahu bagaiman senjata itu dibuat dan darimana senjata itu masuk Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kami katakan di sini adalah, senjata perlawanan tidak masuk dengan jalan diselundupkan. Sejak awal kami menginginkan senjata itu masuk secara resmi. Namun semua Negara menolak perlawanan rakyat Palestina. Oleh karena menjadi hak kami untuk memasukannya dengan cara yang kami bisa. Tekanan untuk melarang masuknya senjata bukanlah perkara baru. Sejak dahulu mereka melarang masuknya senjata perlawanan.  Tidak ada satupun yang dapat menghalangi kami untuk melawan penjajahan.&lt;br /&gt;(infopalestina/arrahmah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALlohuakbar.. tetap semangat.. Pertolongan ALloh sesungguhnya sgt dekat :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-6124016879041420933?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/6124016879041420933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=6124016879041420933' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6124016879041420933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6124016879041420933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/laporan-al-qassam-mengenai-kecelakaan.html' title='Laporan Al-Qassam Mengenai Kecelakaan di Kubu Israel'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-1468298633075731391</id><published>2009-01-19T19:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T19:34:14.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivation'/><title type='text'>Enam Seruan Untuk Insan Mukmin</title><content type='html'>bismillah..&lt;br /&gt;semoga bermanfaat untuk yang mengaku muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QUM FAANDZIR&lt;br /&gt;Bangkit dan berdirilah, Susun barisan dan kekuatan. Barisan kesatuan ummat, canangkan seruan peringatan. Seruan kebenaran dan peringatan kehancuran bila menolak kebenaran. Gemakan senantiasa kalam ilahi. Kumandangkan selalu seruan kebenaran. Sampaikan peringatan ini ke telinga setiap insan. Sebarkan kepada dunia luas ajaran tauhid plus anti kepada Thaghut, dengan ajaran cinta dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAROBBAKA FAKABBIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agungkan Robbmu diatas segalanya. Tiada keagungan yang menyamai keagungannya. Tiada kekuasaan yang menyamai kekuasaannya. Tiada perintah dan urusan yang lebih dipentingkan dari pada menjalankan perintahnya. Kecil semuanya dihadapan Allahu Akbar. Tiada ketakutan selain adzab dan siksanya. Tiada yang diharapkan selain ridhonya. Tiada lagi kesulitan yang menghambat bila diri bertumpu pada yang maha besar, yang maha kuasa dan maha tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WATSIYABAKA FATHOHIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan lahir dan batinmu dengan kesucian diri, amanah risalah dapat engkau jalankan. Ini risalah suci tak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, apalagi jiwa yang berlumuran noda tidak mungkin memberi manfaat kepada dunia dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARUJZA FAHJUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhilah maksiat, hindari perbuatan durjana, maksiat dan kedurjanaan akan menodai dirimu dan menghitamkan sejarah hidupmu. engkau tidak akan diterima menghadap, jika dirimu hitam bercat maksiat. Namamu akan tercemar lagi hina dihadapan Allah SWT. Bersihkan keluargamu, tetanggamu dan masyarakatmu dari segala noda dan dosa. Bangsa dan negara yang adikuasa sekalipun akan karam di lembah kehancuran bila maksiat dan dosa merajalela. Tegaknya kebenaran dan kehancuran kemungkaran haruslah menjadi khittah perjuanganmu. Tegaknya Al Haq dan hancurnya Al Batil jadikan sebagai pokok jihadmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WALAA TAMNUN TASTAKTSIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan engakau memberi untuk mengharapkan balasan yang berlebih. Laksanakan tugas tanpa pamrih dan sesamamu. Menjalankan tugas adalah pengabdian dan kebaktian semata. Karena "harta dunia" tidak cukup untuk membalas amal sholehmu. Jadikanlah penyuluh bagi masyarakat ramai. Dengan itu yakinlah keridhoaan Robbmu ada di ambang pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WALIROBBIKA FASHBIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Robbmu bersabarlah. Lakukanlah tugas dan kewajiban berjuang dengan sabar dan tahan mental. Sabar untuk menerima musibah dan cobaan yang silih berganti. Sabar menanti keberhasilan dan sabar menyampaikan kebenaran. Cabutlah rasa putus asa dan kecewa dari kamus hatimu. Dengan sabar segala kesulitan akan hilang. Dengan sabar perjuangan akan terlaksana dan dengan sabar Allah akan mencintai anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA. ( Al-Mudatsir : 2-7 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from: Jundi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-1468298633075731391?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/1468298633075731391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=1468298633075731391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/1468298633075731391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/1468298633075731391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/enam-seruan-untuk-insan-mukmin.html' title='Enam Seruan Untuk Insan Mukmin'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-5413719592794896065</id><published>2009-01-19T19:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T19:32:25.844-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah Ruhiyah'/><title type='text'>Wasiat Syaikh Abdullah Azzam</title><content type='html'>Wahai Para Da’i Islam!&lt;br /&gt;Carilah kematian niscaya anda akan dikaruniai kehidupan. Janganlah anda sampai tertipu oleh angan-angan kalian. Janganlah anda sampai tertipu oleh buku-buku yang anda baca dan amalan-amalan sunnah yang anda lakukan sehingga anda melupakan kewajiban besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Para Ulama Islam!&lt;br /&gt;Majulah kalian untuk memimpin generasi yang ingin kembali kepada Rabb-nya ini. Janganlah kalian cenderung kepada kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kaum Muslimin!&lt;br /&gt;Telah lama kalian tidur nyenyak, sehingga kerusakan merajalela di negeri kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kaum Wanita!&lt;br /&gt;Jauhilah kehidupan mewah dan megah karena kemewahan itu musuh disamping akan merusak jiwa manusia. Hindarilah barang-barang yang tidak terlalu penting dan cukupkanlah dengan kebutuhan-kebutuhan primer. Binalah anak-anak kalian untuk menjadi orang yang berani dan siap berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanamkanlah pada jiwa anak-anak kalian cinta Jihad dan perjuangan. Hiduplah dengan penuh perhatian terhadap problematika kaum Muslimin. Biasakanlah paling tidak sehari dalam sepekan hidup menyerupai kehidupan kaum Muhajirin dan Mujahidin yang hanya memakan sekerat roti kering dan beberapa teguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anak-Anak!&lt;br /&gt;Jauhkanlah diri kalian dari bualan lagu-lagu dan musik-musik orang-orang pengumbar nafsu. Jauhkanlah punggung kalian dari kasur orang-orang yang hidup bemewah-mewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ummu Muhammad! (Istri Abdullah Azzam)&lt;br /&gt;Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebanyak-banyaknya atas apa yang telah engkau lakukan kepadaku dan kepada kaum Muslimin. Engkau telah bersabar hidup bersamaku setelah sekian lama merasakan manis pahitnya kehidupan. Engkau telah memberikan dukungan yang sangat berarti bagiku untuk berjalan di atas perjalanan yang penuh berkah ini dalam berjuang di medan Jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke atas pundakmulah aku serahkan tanggung jawab keluarga pada tahun 1969, ketika kita baru mempunyai dua anak dan seorang bayi. Engkau hidup dalam sebuah kamar kecil yang terbuat dari tanah liat, tanpa dapur dan alat pemanas (untuk menghadapi musim dingin). Kemudian aku serahkan ke atas pundakmu segala urusan rumah tangga ketika beban semakin berat, keluarga semakin bertambah, anak-anak bertambah besar dan tamu-tamu bertambah banyak, tetapi engkau tetap tabah menghadapi semuanya. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan sebanyak-banyaknya atas apa yang telah engkau lakukan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lezat. Kesabaran menghadapi kesulitan lebih manis daripada hidup bergemilang kemewahan dan kemegahan. Pertahankanlah hidup zuhud niscaya Allah mencintaimu, dan janganlah engkau menginginkan apa yang ada di tangan orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu. Al-Quran adalah kenikmatan dan teman hidup. Bangun malam, shiam sunnah dan istighfar di waktu pagi akan membuat hati menjadi bersih dan menjadikan engkau merasakan manisnya ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemanlah dengan wanita-wanita shalihah, tidak berambisi kepada kehidupan dunia dan menjauhi kemewahan dan cinta dunia, akan memberikan ketenangan hati. Semoga Allah mempertemukan dan menghimpun kita di Surga Firdaus, sebagaimana Allah menghimpun kita di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Kalian Anak-Anakku!&lt;br /&gt;Sesungguhnya kalian tidak mendapatkan perhatianku kecuali sedikit. Kalian tidak memperoleh pembinaan dariku kecuali sedikit. Ya, aku tidak memberikan perhatian kepada kalian. Tetapi apa yang dapat aku lakukan sementara malapetaka terhadap kaum Muslimin membuat orang hamil melahirkan kandungannya dan musibah yang menimpa Umat Islam membuat rambut bayi-bayi beruban. Demi Allah, aku tidak kuasa hidup tenang sementara api malapetaka membakar hati kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak rela hidup di tengah-tengah kalian menikmati hidangan lezat. Demi Allah, sejak dulu aku membenci kemewahan, baik dalam pakaian, makanan ataupun tempat tinggal. Aku berusaha mengangkat kalian ke tingkat orang-orang zuhud dan aku jauhkan kalian dari lumpur kemewahan. Aku wasiatkan kepada kalian agar berpegang teguh kepada Aqidah Salaf (Ahlussunnah wal-Jama’ah) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhkanlah diri kalian dari sikap berlebih-lebihan. Baca dan hafalkanlah Al-Quran. Jagalah lisan, bangunlah malam, lakukanlah puasa sunnah, bergaul-lah dengan orang-orang baik, aktiflah bersama gerakan Islam. Aku wasiatkan kepada kalian wahai anak-anakku agar kalian ta’at pada ibu kalian dan menghormati saudara-saudara perempuan kalian (Ummul Hasan dan Ummul Yahya). Carilah ilmu syar’i yang bermanfaat. Ta’atilah saudara kalian yang terbesar (Muhammad) dan hormatilah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku wasiatkan kalian agar saling mencintai sesama kalian. Berbuat baiklah kepada nenek dan kakek kalian (Ummu Faiz dan Ummu Muhammad), karena keduanya-lah, setelah Allah, banyak berjasa baik kepadaku. Sambunglah hubungan keluarga kita dan berbuat baiklah kepada keluarga kita. Penuhilah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat demi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau Ya Allah, dan Maha Terpuji Engkau. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Engkau. Aku memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.&lt;br /&gt;____________________________________________&lt;br /&gt;Senin waktu Ashar, 22 Sya’ban 1406H (20 April 1986)&lt;br /&gt;Abdullah Yusuf Azzam&lt;br /&gt;nasruni.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-5413719592794896065?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/5413719592794896065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=5413719592794896065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5413719592794896065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/5413719592794896065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/wasiat-syaikh-abdullah-azzam.html' title='Wasiat Syaikh Abdullah Azzam'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-6910740779367941202</id><published>2009-01-11T08:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T08:13:03.352-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nice Article ^.*'/><title type='text'>ZIONISME</title><content type='html'>Zionisme adalah sebuah gerakan politik ekstrim orang2 Yahudi yang berupaya mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Dari negara tersebut diharapkan bisa memerintah dunia seluruhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionisme berasal dari nama gunung “Zion” di Al Quds dimana gerakan ini sangat berambisi untuk membangun Haikal (candi) Sulaiman dan mendirikan sebuah kerajaan yang ibukotanya adalah Al Quds. Gerakan Zionisme berkaitan dengan seorang tokoh Yahudi Austria, Theodor Herzl, yang dikategorikan sebagai pencetus pertama ide gerakan tersebut. Dan idenya itulah yang menjadi landasan berdirinya gerakan Zionisme Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionisme internasional mempunyai akar historis ideologis politis, yang memaksa kita untuk melihat kepada peranan-peranan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gerakan orang2 Makkabi yang kembali dengan tujuan utamanya adalah kembali ke “Zion” dan membangun Haikal Sulaiman&lt;br /&gt;2. Gerakan Bar Kokhba (th. 118-138 M). Orang Yahudi telah membangkitkan semangat di dalam jiwa orang-orang Yahudi. Didorongnya mereka untuk berkumpul di Palestina dan mendirikan negara di tempat tersebut.&lt;br /&gt;3. Gerakan Moses Kreiti. Yaitu sebuah gerakan yang hampir sama dengan Bar Kokhba&lt;br /&gt;4. Gerakan Sabatai Zevi (1626-1676 M) yang mengklaim sebagai Al Masihnya orang Yahudi sang juru selamat. Ketika orang2 Yahudi mulai bersiap-siap untuk kembali ke Palestina, juru penyelamat itu dibuang dan meninggal di Albania.&lt;br /&gt;5. Gerakan para hartawan yang dipelopori oleh Rothchild dan Moshe Montfury. Bertujuan untuk membangun Imperialisme Yahudi di Palestina sebagai langkah awal untuk meraih bumi Palestina kemudian mendirikan negara Yahudi&lt;br /&gt;6. Gerakan ideologi imperialisme yang mengumandangkan berdirinya sebuah negara Yahudi di Palestina pada awal abad ke-18&lt;br /&gt;7. Masa pembekuan segala aktivitas Yahudi, karena mereka ditindas dan terpencar-pencar. Namun demikian, rasa nasionalisme mereka tetap membara dan tak pernah padam.&lt;br /&gt;8. Gerakan David Rabin, dan muridnya sendiri, Soloman Molokh (1501-1532 M). Mereka telah menganjurkan orang2 Yahudi, agar mendirikan kembali kerajaan Israel di Palestina&lt;br /&gt;9. Gerakan Minsche bin Israel (1604-1657 M). Ini adalah cikal bakal yang telah mengarahkan planning Zionisme dan difokuskannya pada prinsip memperalat Inggris untuk mempelajari tujuan2 Zionisme&lt;br /&gt;10. Gerakan Zionisme garis keras, berdiri setelah pembantaian orang2 Yahudi di Rusia, tahun 1882 M. Pada waktu itu Hitler dari Jerman mengarang buku berjudul “Mengembalikan orang2 Yahudi ke Palestina menurut ucapan para nabi”&lt;br /&gt;11. Zionisme Modern. Sebuah gerakan yang dinisbatkan kepada Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi Austria (1860-1904 M). Tujuannya yang pokok sangat jelas, yaitu menggiring orang2 Yahudi untuk mendominasi dunia, diawali dengan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Yahudi telah melakukan perundingan dengan Sultan Abdul Hamid II (Khilafah Utsmaniyah) tentang persoalan tersebut 2 kali, namun setiap perundingan mendapatkan “tamparan” yang keras sekali dari sultan. Sejak saat itulah Yahudi Internasional berusaha keras menjatuhkan Sultan Abdul Hamid dan menghapuskan Khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herzl telah menyelenggarakan Konferensi Zionisme Internasional Pertama tahun 1897 M. Dia berhasil mengumpulkan orang2 Yahudi sedunia pada konferensi tersebut. Ia berhasil pula mengumpulkan cendekiawan2 Yahudi yang mengeluarkan keputusan2 yang paling berbahaya sepanjang sejarah dunia, yaitu “Protokolat Para Hakim Zionist” yang diadopsi dari ajaran2 kitab suci Yahudi yang telah diselewengkan. Sejak saat itu Yahudi mulai menata organisasi-organisasi mereka, sehingga mereka mampu bergerak dengan gesit, cepat, lincah, lihai, dan tersembunyi untuk mencapai tujuan2 destruktifnya, yang dampak dan akibatnya jelas sekali di depan mata kita dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMIKIRAN-PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionisme mengadopsi ide dan keyakinannya dari kitab-kitab suci yang telah diselewengkan oleh tokoh2 yahudi sendiri. Pemikiran2 Zionisme telah dirangkum dalam “Protokolat Para Hakim Zionist”&lt;br /&gt;   Zionisme menganggap, bahwa semua orang Yahudi di dunia adalah anggota keluarga bangsa Israel&lt;br /&gt;   Zionisme bertujuan agar orang2 Yahudi mampu mendominasi dunia, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh tuhan mereka, “Yahweh” (padahal dulu tuhan mereka itu Allah, lho...). Sebagai titik tolak dari rencana besar itu, mereka harus mendirikan sebuah pemerintahan di bumi yang telah dijanjikan, yaitu yang terbentang dari sungai Nil (di Mesir) sampai dengan sungai Eufrat ( di Irak)&lt;br /&gt;   Diyakininya bahwa orang Yahudi adalah bangsa istimewa yang harus menjadi Tuan yang berkuasa. Sementara bangsa2 lainnya adalah budak2 mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mereka berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kami mengumandangkan slogan, “Kebebasan Persamaan, dan Persaudaraan”, agar masyarakat tertipu dengan slogan itu. Bahkan mereka akan turut serta mengumandangkannya pula, dan membeo atas apa-apa yang kita inginkan&lt;br /&gt;• Kita harus membentengi sebuah Aristokrasi berdasarkan harta yang kita miliki, dan spesialisasi ilmu2 yang dimiliki oleh para ilmuwan kita&lt;br /&gt;• Kita akan berupaya menggiring para pemimpin untuk masuk pada lingkungan kita. Dan penentuan nasib mereka ada di tangan kita. Mereka terpilih berdasarkan jebakan2 yang kami pasang untuk menjaring mereka dengan kriteria moral yang buruk, berambisi besar menjadi pemimpin, dan pengalaman yang kurang&lt;br /&gt;• Kita akan mendominasi media cetak dan elektronika. Sebuah kekuatan efektif yang akan menggiring dunia ke arah yang kita kehendaki&lt;br /&gt;• Harus dipertajam jurang pemisah antara penguasa dengan rakyat, agar kekuasaan itu berjalan seperti orang buta yang kehilangan tongkatnya, dan selanjutnya akan berlindung kepada kita untuk mempertahankan kekuasaannya.&lt;br /&gt;• Harus dinyalakan api persaingan yang tidak sehat antara semua potensi, agar mereka saling bertarung, agar kekuasaan dijadikannya sebagai tujuan suci yang selalu dikejar-kejar oleh masing-masing potensi itu. Harus dinyalakan pula api peperangan antar negara, bahkan kalau perlu di dalam satu negara. Ketika itula segala kekuatan yang ada akan lumpuh, dan pemerintahan2 akan berguguran. Di saat itulah pemerintahan internasional kita akan tegak di atas puing-puingnya&lt;br /&gt;• Kami akan maju menghadapi bangsa2 Muslim yang tertindas dengan berkedok sebagai tokoh-tokoh pembela kemerdekaan dan juru selamatnya, dan mengajak mereka untuk bergabung dalam barisan tentara kami yang terdiri dari orang2 FREEMASSONRY. Berkat adanya kelaparan, kami akan membantu massa dan menggunakan tangan-tangan mereka untuk menumpas siapa saja yang menghambat jalan tujuan kami&lt;br /&gt;• Kita harus menciptakan krisis ekonomi, agar semua bangsa tunduk kepada kita, berkat emas yang telah kita monopoli&lt;br /&gt;• Berkat segala sarana dan prasarana kami yang rahasia, kami sekarang berada pada kondisi yang kuat, sehingga apabila ada satu negara yang menyerang kami, maka negara lain akan siap membela kami&lt;br /&gt;• Kata “Kebebasan” mendorong massa untuk bertarung melawan Allah dan hukum-hukum-Nya. Oleh sebab itu kami harus menyebarkan slogan tersebut, dan yang semacamnya, sampai kekuasaan berada di tangan kami&lt;br /&gt;• Kami mempunyai kekuatan yang tersembunyi dan tak ada seorangpun yang mampu menghancurkannya. Kekuatan itu aktif bekerja secara diam-diam, rahasia, dan kejam. Sedangkan anggota2nya selalu berubah-ubah. Kekuatan inilah yang berperan menggiring semua penguasa dan pemimpin bangsa di dunia ke arah yang kami kehendaki&lt;br /&gt;• Kita harus menghancurkan dominasi iman di dalam kalbu setiap bangsa dan membersihkan otak mereka dari ide tentang adanya Allah, kemudian kami ganti dengan gaya hidup yang materialistis. Sebab pemeluk agama hidup dengan bahagia di bawah pengayoman dominasi iman. Dan agar masyarakat tidak sempat mengontrol keimanannya, kita harus menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Dengan demikian, mereka tidak sensitif lagi menghadapi musuh utama mereka dalam pertarungan internasional&lt;br /&gt;• Kita harus mengawasi segala sarana yang mendominasi lalu lintas keuangan segala bangsa, agar uang di gudang2 mereka mengalir ke kotak keuangan kita&lt;br /&gt;• Kami akan aktif membangun masyarakat yang kosong dari nilai kemanusiaan dan moral, berperasaan membantu dan muak kepada agama serta politik, agar harapan satu2nya didambakan hanyalah kenikmatan materi. Ketika itulah mereka tidak berdaya untuk melawan. Oleh sebab itu, mreka akan terjebak, tidak berkutik, dan selanjutnya bertekuk lutut di hadapan kami&lt;br /&gt;• Kita harus memanfaatkan emosi yang menyala-nyala untuk mencapai tujuan kita daripada memadamkannya. Dan harus pula mendominasi pemikiran2 orang lain agar diterjemahkan sesuai dengan kepentingan kita daripada dibunuhnya.&lt;br /&gt;• Kami akan berupaya menggiring opini umum, sampai hilang kemampuan mereka untuk berpikir sehat. Akan kami sibukkan opini itu sampai mereka yakin, bahwa berita2 burung yang kami sebarkan itu adalah suatu berita kebenaran (berita yang benar). Dan kami jadikan opini itu tidak berdaya untuk membedakan antara janji2 yang mungkin terpenuhi dengan janji2 yang palsu. Oleh sebab itu, kami harus membuat lembaga2 yang anggota-anggotanya sibuk menyampaikan pidato2 heroik yang selalu mengobral janji. Dan kami juga harus menyebarkan kepada bangsa2 itu ide ketidakfahaman mereka tentang politik, dan akan lebih baik lagi jika ide mereka itu dikumandangkan oleh mereka sendiri.&lt;br /&gt;• Kami akan memperbanyak berita2 burung yang kontradiktif, membakar hawa nafsu, dan membangkitkan emosinya.&lt;br /&gt;• Kami akan mendirikan dewan pemerintahan tertinggi, yang memiliki tangan2 yang banyak, terbentang luas sampai ke penjuru bumi. Seluruh Dewan dimana semua penguasa2 bumi tunduk kepadanya.&lt;br /&gt;• Kita harus mendominasi industri dan perdagangan. Membiasakan masyarakat untuk hidup mewah, berlebihan, glamour, dan kita juga harus meningkatkan upah, meningkatkan kredit, dan melipatgandakan bunganya. Ketika itulah seluruh bangsa akan sujud bertekuk lutut dihadapan kita.&lt;br /&gt;• Dalam forum-forum yang formal, kita harus berpura-pura bertentangan dengan hati nurani kita. Oleh sebab itu, kita kutuk kezaliman, kita kumandangkan kebebasan dan kita telanjangi orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;• Pers, semuanya harus berada di tangan kita, kecuali sedikit saja yang tidak termasuk dalam daftar. Kita akan menggunakannya untuk menyebarkan issu, sampai menjadi berita yang dianggap benar. Kami akan sibukkan masyarakat dengan issu2 itu, agar mereka lupa tentang sesuatu yang bermanfaat untuk mereka. Mereka kan kami tarik agar mengekor di belakang nafsu dan kesenangan-kesenangannya.&lt;br /&gt;• Para penguasa lebih tidak berdaya lagi mengingkari perintah2 kami. Sebab mereka tahu, bahwa penjara atau ditenggelamkan dari peredaran hidup adalah pilihan terbaik bagi mereka yang membangkang. Oleh sebab itu, loyalitas mereka kepada kami semakin besar, dan mereka lebih siap lagi untuk mengutamakan kepentingan2 kami.&lt;br /&gt;• Kami akan berusaha untuk tidak membongkar rencana2 kami, sebelum waktunya, dan tidak pula menghancurkan kekuatan masyarakat sebelum saatnya. Setiap mereka yang kami inginkan, terlebih dahulu telah kami persiapkan opini umumnya yang bersuara tentang mereka&lt;br /&gt;• Kami akan hancurkan keluarga dengan cara membangkitkan semangat mandiri dalam diri setiap pribadi agar ia membangkang. Akan kami halang-halangi orang-orang yang mempunyai keistimewaan untuk sampai pada kedudukan yang tinggi&lt;br /&gt;• Yang bisa naik di panggung kekusaan, hanyalah mereka yang mempunyai lembaran2 sejarah hitam yang tidak tebongkar. Mereka itu akan menjadi jujur untuk menjalankan perintah2 kami, karena takut akan dibongkar dan ditelanjangi di depan umum. Kami juga tetap membuat boneka2, dan kami yang akan membesar-besarkan kehebatan dan kepahlawanan mereka itu.&lt;br /&gt;• Kami akan menunggangi segala kudeta dan revolusi, apabila kudeta dan revolusi itu kami pandang bermanfaat untuk kami. (Itulah sebabnya mengapa kasus2 disintegrasi sering marak belakangan ini, tak terkecuali di Indonesia seperti kasus GAM, OPM, RMS, dll)&lt;br /&gt;• Kami telah membangun suatu rahasia kekuatan untuk mencapai tujuan2 kami. Akan tetapi bangsa2 hewan itu tidak tahu rahasia kekuatan tersebut. Oleh sebab itu, mereka mempercayainya, dan bergabung dengan perkumpulan2 kami. Dengan demikian, kami dominasi mereka, dan kami peralat mereka agar mengabdi pada kami&lt;br /&gt;• Bertebarnya bangsa pilihan Allah, bangsa Yahudi adalah suatu nikmat, dan bukan kelemahan. Dan faktor itulah yang mengangkat kami sehingga mampu mendominasi dunia&lt;br /&gt;• Penerbit2 buku akan berada di tangan kami. Rekaman2 yang merupakan pola pikir manusia akan berada di dalam perintah kami. Setiap penerbit yang bertentangan dengan pola pikir kami, akan kami bredel dengan mengatasnamakan hukum&lt;br /&gt;• Kami akan memiliki surat2 kabar dan majalah2  yang terdiri dari bermacam-macam aliran dan prinsip, tapi semuanya tetap berbakti kepada demi tujuan kami&lt;br /&gt;• Kita harus menyibukkan orang lain dengan membuat aneka ragam tempat hiburan, olahraga, konsevatori2 umum, kesenian, sex, dan heroin, untuk menina-bobokkan mereka, agar tidak menentang, atau menghalang-halangi program dan rencana2 kita&lt;br /&gt;• Kami akan memperlakukan orang2 yang menghalang-halangi jalan kami dengan memberlakukan ketentuan yang sangat bengis, sadis, dan kejam.&lt;br /&gt;• Kami akan memperbanyak perkumpulan2 FREEMASSONRY kami dan menyebarkannya dimana saja untuk memperluas jangkauan dominasi kami&lt;br /&gt;• Akhirnya ketika kekuasaan itu telah berada di tangan kami, kami tidak akan memperkenankan keberadaan agama apapun di muka bumi ini, selain agama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Zionisme itu usianya sangat tua, setua usia kitab Taurat itu sendiri. Gerakan inilah yang telah membongkar semangat nasionalisme di kalangan orang2 Yahudi semenjak hari-harinya yang pertama. Gerakan Herzl, pada hakekatnya merupakan pembaharuan dan penataan kembali “ZIONISME” yang sudah kuno itu.&lt;br /&gt;• “Zionisme” ditegakkan berdasarkan ajaran Taurat yang telah diselewengkan dan Talmud. Tetapi perlu juga dicatat disini, bahwa sejumlah pemimpin Zionisme adalah termasuk pula dalam deretan orang-orang yang Atheis. Agama Yahudi menurut mereka, hanyalah mantel untuk merealisir ambisi-ambisi politik dan ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Zionisme adalah sebuah mantel politik Yahudi Internasional&lt;br /&gt;• Seperti yang dikatakan oleh orang2 Yahudi sendiri (bagaikan Tuhannya orang2 Hindu, yakni Wisnu, yang mempunyai 100 tangan). Oleh sebab itu, zionisme dengan segala perangkatnya yang ada di dunia, mempunyai tangan-tangan yang dominan dan terarah, yang aktif demi kepentingannya&lt;br /&gt;• Zionisme inilah yang mengendalikan dan membuat “planning” untuk Israel. Freemassonry bergerak bersama ajaran-ajaran zionisme dan pedoman-pedomannya. Para pemimpin dunia dan ahli pikirnya, tunduk kepada gerakan ini.&lt;br /&gt;• Zionisme mempunyai beratus-ratus organisasi di Eropa, dan Amerrika yang bergerak dalam bidang lapangan yang bertindak seakan-akan nampak saling bertentangan, padahal semuanya aktif bekerja untuk kepentingan Yahudi Internasional&lt;br /&gt;• Ada yang kekuatannya sangat berlebihan, tapi ada pula yang sangat lemah. Namun bagaimanapun penampilan, realitas masih menunjukkan bahwa, orang-orang Yahudi sekarang masih berada di atas angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadopsi dari buku : GERAKAN KEAGAMAAN DAN PEMIKIRAN &lt;br /&gt;(Akar Ideologis dan Penyebarannya) JILID 1 dan 2&lt;br /&gt;terbitan “Lembaga Pengkajian dan Penelitian WAMY”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-6910740779367941202?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/6910740779367941202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=6910740779367941202' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6910740779367941202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/6910740779367941202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/zionisme.html' title='ZIONISME'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-2477103616108866568</id><published>2009-01-11T06:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T06:57:09.840-08:00</updated><title type='text'>Politik Zionis Israel</title><content type='html'>* Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Amerika mengalolasikan 5 milyad US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel? Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyard US$ setiap tahunnnya? Dan tahukah anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua benua Afrika? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyard US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbangkan? Khususnya pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik pengembangan senjata nuklir? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: "lowongan kerja hanya untuk ras yahudi", "dicari seorang karyawan dengan syarat ras yahudi"? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu beridiologi radikal dengan persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel? Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: "Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih saying kepada warga arab, dan wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq yang jahat dan terkutuk"?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelejen Israel) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948? Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina? karena dihalangi dengan ditandatanganinya kesepatakan OSLO? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel? Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsiannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from: source&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-2477103616108866568?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/2477103616108866568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=2477103616108866568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2477103616108866568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/2477103616108866568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/politik-zionis-israel.html' title='Politik Zionis Israel'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8266727845906909150</id><published>2009-01-03T22:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T22:51:10.044-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terrible..'/><title type='text'>Tentara Zionis Mulai Invasi Jalur Gaza Melalui Darat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Israel (Arrahmah.Com)&lt;/strong&gt; - Mengutip pejabat Israel, Kantor Berita BBC melaporkan, tentara darat Israel sudah mulai bergerak memasuki Jalur Gaza. Setelah sepekan menggempur melalui udara, kini Zionis masuk melalui darat tanpa menghiraukan kecaman dunia.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pada Jumat pagi waktu setempat, Perdana Menteri Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Ehud Barak, Menteri Luar Negeri Tzipi Livni dan anggota kabinet lainnya berdiskusi soal serangan darat Israel. Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev menyatakan, pertemuan itu juga dihadiri pejabat militer dan intelijen Israel. Lampu hijau untuk serangan darat keluar setelah pemerintah Amerika Serikat Jumat kemarin memberi lampu hijau bagi Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira langkah yang diambil, apakah itu dari darat atau udara, merupakan satu paket operasi militer. Itu merupakan keputusan yang sudah diambil Israel," ujar Gordon Johndroe, deputi bidang press Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah evakuasi warga sipil dari Gaza, merupakan pertanda serangan darat semakin dekat. Saat ini sudah 400 warga yang memegang paspor asing dari Rusia, AS, Turki, dan Norwegia, sudah meninggalkan Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sayap Militer Hamas, Brigade Izzudin Al Qassam bersama Para MUjahidin Dari Jihad Islam dan yg lain tak tinggal diam dengan ancaman serangan darat itu. Pemimpin biro politik Hamas Khaleed Meshaal Jumat kemarin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan kejutan bagi tentara Israel yang masuk Gaza. Dia menyebutnya dengan "black destiny" bagi tentara Israel. "Jika Anda (Israel) melakukan langkah bodoh dengan menyerang dari darat, black destiny akan menanti Anda," kata Meshaal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga dari kedelapan serangan Israel, sebanyak 436 orang tewas dan 2.250 lebih terluka. Sementara Israel sudah kehilangan enam warganya (termasuk militer) dan 16 lainnya dilaporkan terluka akibat serangan roket dan mortir Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Mujahidin, invasi israel melalui darat adalah kehancuran Israel, dan permulaan Hitam bagi zionis utk dihabisi, Semoga Allah melindungi sauda-saudara kitadi Paletina, dan memberikan kekuatan serta ketabahan buat ara Mujahidin di Palestin, Allahu Akbar, Wal Izzatu lillah.! (Prince of Jihad/Arrahmah.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8266727845906909150?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8266727845906909150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8266727845906909150' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8266727845906909150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8266727845906909150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/tentara-zionis-mulai-invasi-jalur-gaza.html' title='Tentara Zionis Mulai Invasi Jalur Gaza Melalui Darat'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-8049687182559896626</id><published>2009-01-02T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T19:27:57.430-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah Ruhiyah'/><title type='text'>Hmmm...</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Critha%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Hm.. ini tulisan pertama saya diblog ^^V&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Memang bukan penulis, tidak terbiasa menulis dan tidak bisa menulis :)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya sudah beberapa kali menulis, namun sepertinya masih jauh dr sempurna dan ada yang belum selesai. Hehe jd curhat ya.. :P&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Saya mau nulis apa ya??? Hm.. Refleks saja tentang apapun yg ada di benakku. Supaya semangat berdakwah.. refresh lagi yuuk..&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Tauhid inilah misi dakwah para Rasul.. Mengajak manusia kedalam al-khoir (dien islam) hehe kutip ayat dulu.. ^^V&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pd kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf,, dan mencegah dari yang mungkar.”&lt;/i&gt; (Ali Imran/3)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Dan mengeluarkan manusia dari kegelapan (kejahiliyahan) kedalam cahaya (al islam) seperti yang digambarkan oleh ayat&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Alloh pelindung orang2 beriman: Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang2 yg kafir, pelindung2nya ialah setan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghni neraka; mereka kekal di dalamnya.”&lt;/i&gt; (Al Baqoroh/257).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;‘Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap2 umat (untuk menyerukan), Sembahlah Alloh (saja) dan jauhilah thogut itu, maka di antara umat itu ada orang2 yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang2 yang mendustakan (rasul2).&lt;/i&gt; “An Naml/36). &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwa tidak ada tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian Aku’.” &lt;/i&gt;(Al Anbiya/25)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Ayat2 ini secara tegas menyerukan agar kita berloyalitas kepada system islam bukan system thoghut. Berloyalitas pada al Haq, bukan al Bathil.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Dakwah adalah suatu langkah nyata orang yang sudah menyatakan keimanannya pada Alloh. Kalau kata orang mah untuk melahirkan kader, pendukung, simpatisan. Nah.. kader2 inilah yang akan menjadi tonggak penyangga tegaknya al islam di dunia ini. Kalau kita tidak berdakwah.. umat mana yang akan paham? Tapi, dakwah yang dilakukan bukan dalam rangka mengajak umat ber-ashobiyah, faksi, ormas, bahkan partai. Karena semua itu hanyalah instrument, buat apa diperjuangkan? Dakwah menurut saya seperti diatas tadi :) &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Begitu banyak agenda2 Yahudi, kafirin, musyrikin, yang selalu menghalang2i islam tegak (diberlakukannya al Quran). Coba lihat? Apakah islam masih terjajah? Apakah muslimin sudah hidup dengan damai (kalau inget Palestina jadi inget lagunya Brothers yg judulnya Kedamaian – hehe afwan outta topic ^^V). Sebagai seorang muslim, mukmin, harusnya hal ini menjadi cambuk dan dorongan bagi kita untuk semakin gencar lain berdakwah.. Bukan saatnya duduk diam, santai, berpangku tangan. Dari sebuah buku &lt;b style=""&gt;: Sejak risalah islam digulirkan, sudahkah targetan yang diprogramkan tercapai? Ataukah semua terlalaikan oleh kepentingan sesaat dan pribadi? Sedangkan orang lain masih berada dalam system bathil, begitu gencar dan semangatnya menyeru dan mengajak pada apa yang mereka perjuangkan. &lt;/b&gt;Innalillahi.. tersentak saat membaca paragraf ini.. Tidak perlu dijelaskan bagaimana perasaan saya, namun cukup membuat saya berpikir and rearrange all of my duty. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Selalu, dalam setiap melangkah.. hal2 yang bukan amal soleh berusaha saya hilangkan dan tinggalkan. Namun sebagai manusia, terkadang kita lupa pada tugas dan tujuan utama kita.. Padahal menjadi mukmin berarti kita telah melakukan jual beli dengan Alloh, apa yah sebutannya? Hehe musyahadah, miitsaq? Tijaroh atawa kontrak sosial? Maybe that`s all. &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang2 mukmin, diri dan harta mereka dengan memberika surga kepada mereka. Mereka berperang pada jalan Alloh, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah mnjadi) Janji yg benar dari Alloh di dalam kitab Taurat, Injil, dan al Quran. Dan siapakah yg menepati janjinya (selain) daripada Alloh? Maka bergembiralah dgn jual beli yg telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yg besar.”&lt;/i&gt; (At Taubah/111)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Wew.. padahal kalau dipikir2, pengorbanan apa yg telah kita berikan untuk izzul islam? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;apakah kita sudah mendermakan harta kita di jalan Alloh layaknya Abu Bakar dan Abdurrahman bin Auf? Apakah sudah mengikhlaskan diri kita layaknya Bilal? Sudah terbunuh layaknya para syuhada? Belum!!! Not al all. Tapi koq kita sudah terlalu PD akan hal2 kecil yg kita lakukan? (hehe.. kita?). Apakah ada nilainya di hadapan Alloh? Oleh sebab itu, setiap langkah apakah sudah berniat ibadah? Sudah berniat dakwah?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;“Hai orang2 beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/i&gt; (Al Hasyr/18)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Hai Kalian Mujahid2ah dakwah.. Hanya ada 2 pilihan bagi kita! Jadi aktor atau jadi penonton. Maju ke depan menjadi ksatria atau mundur ke belakang menjadi pecundang. “Jihad tidak akan pernah tidur, perjuangan tak akan pernah berakhir, kebatilan akan lenyap”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Pemenang mempunyai keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan. Mereka berpikir, merencanakan, bicara dan bertindak dengan sikap “InsyaAlloh saya bisa”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Rintangan Yang Ramah&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk setiap bukit yang harus kudaki,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk setiap batu yang melecetkan kakiku,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk semua darah, keringat dan kaki,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk badai yang membutakan dan panas yang membakar,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Hatiku harus mengucap SYUKUR&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Ini semua adalah hal2 yang membuatku kuat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk semua sakit hati dan air mata,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk semua penderitaan dan rasa nyeri,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Untuk hari2 yang muram dan tahun2 tanpa hasil,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Dan untuk pengharapan yang dihayati sia2,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Aku mengucapkan alhamduliLlah, sebab sekarang aku tahu&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Ini adalah hal2 yang membantuku tumbuh!&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Bukanlah hal2 yang lebih lunak dalam kehidupan,&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Yang merangsang kemauan untuk berjuang&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Tapi kesudahan dan penderitaan yang gersang&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Berbuat paling banyak untuk menjaga kehendak kita tetap hidup&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Diatas jalan setapak bertabur mawar orang yang lemah merayap&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Tetapi hati yang tabah berani mendaki tebing&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;Hmm. Segitu dulu deh, soalnya untuk menjabarkan definisi dakwah, tahapan2 dakwah, metode, teknik bla.. bla.. bukan kapasitas dan domain saya. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; banyak buku bagus yang bisa dijadikan rujukan selain al Quran. (dan puisi diatas bukan saya yg buat ^^V cuma copas dr sebuah buku).&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-8049687182559896626?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/8049687182559896626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=8049687182559896626' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8049687182559896626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/8049687182559896626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2009/01/hmmm.html' title='Hmmm...'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-7671447205163322443</id><published>2008-12-30T06:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T06:47:05.512-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Aqidah Tauhid - An Introduction (2)</title><content type='html'>&lt;h3 style="font-weight: normal;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://aqidahtauhid.blogspot.com/2007/06/aqidah-tauhid-introduction-2.html"&gt;bismillah..&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   Dalam pembahasan sebelumnya telah disinggung bahwa sumber dari tauhid adalah kalimat thayyibah, yaitu kalimat LaailaaHa illa 4jj1 wa Muhammadar-Rasuulu 4jj1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Q.S. 14:24-25, Allah menyampaikan perumpaan tentang aqidah yang kuat, yang bersumber dari kalimat thayyibah, ibarat pohon yang akarnya kuat sehingga batangnya menjulang tinggi dan menghasilkan buah-buahan, sbb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ke 27-nya, Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap amal ibadah dalam Islam terdiri dari 3 aspek, yaitu aqidah, syariat dan akhlak. Misalnya ibadah shalat, aspek aqidahnya yaitu kita meyakini bahwa shalat adalah perintah Allah yang tercantum dalam Al Quran, sedangkan aspek syariatnya yaitu kita shalat dengan mencontoh kepada Nabi Muhammad dan aspek akhlaknya yaitu kita berpakaian yang bersih dan wangi karena hendak menghadap Allah. Contoh yang lain misalnya menyembelih hewan, aspek aqidahnya kita meyakini bahwa menyembelih hewan harus dengan asma Allah sesuai Q.S. 6:121, aspek syariatnya yaitu bahwa sesuai contoh dari Nabi Muhammad, menyembelih hewan adalah pada lehernya dan aspek akhlaknya yaitu menggunakan pisau yang tajam. Setiap amal ibadah apapun pasti terdiri dari ketiga aspek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sempurnanya perumpamaan Allah dalam Q.S. 14:24-25 di atas. Akar pohon yang teguh melambangkan aqidah yang kuat yang tersimpan dalam hati. Batang pohon melambangkan syariat dan buah-buahan melambangkan akhlak. Aqidah merupakan keyakinan yang menghujam di dalam hati. Agar orang lain mengetahui tentang akidah seorang manusia, maka manusia itu harus mengikrarkannya lewat lisan (mengucapkan syahadat) dan mewujudkannya dengan pelaksanaan syariat dan akhlak. Dalam Q.S. 36:25 Allah memberi gambaran tentang kewajiban orang yang beriman/beraqidah untuk memperdengarkan keimanannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku." (Q.S. 36:25)&lt;br /&gt;dan perkataan Rasulullah: "Iman itu dibenarkan oleh hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan jasad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari konteks Q.S. 36:25, orang yang beriman harus memperdengarkan keimanannya kepada orang yang menyerunya untuk beriman, yang pastinya adalah orang yang beriman juga, yaitu para Nabi dan Rasul serta penerusnya. Sedangkan kepada orang yang ingkar, manusia tidak wajib untuk memperdengarkan keimanannya. Bahkan Amr bin Yasir ketika disiksa, dipaksa untuk menyatakan kalimat syirik dan beliau terpaksa mengucapkannya, kata Nabi Muhammad Amr bin Yasir tidak berdosa karena sebelumnya telah berikrar di hadapan Nabi dan Amr bin Yasir mengatakan kepada Nabi bahwa dia terpaksa mengucapkannya, artinya hati Amr bin Yasir tetap beriman. Perbuatan ini sesuai dengan perintah Allah melalui kisah Ashabul Kahfi dalam Q.S. 18:19 dan kisah umat Nabi Musa yang menyembunyikan keimanannya. (Q.S. 40:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun."(Q.S. 18:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firaun yang menyembunyikan imannya berkata:... " (Q.S. 40:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kisah Ashabul kahfi dan umat Nabi Musa ini Allah mengajarkan kepada kaum muslim bahwa jika tidak memungkinkan untuk beriman secara terang-terangkan, umat muslim diperintahkan untuk menyembunyikan keimanannya karena dikhawatirkan akan diganggu oleh orang-orang yang benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi jelaslah bahwa walaupun aqidah itu letaknya di hati, orang yang beriman wajib menyatakan keimanannya kepada Rasul atau penerusnya dan diperkuat pula dengan hadits Rasulullah tentang Rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, zakat,shaum dan haji bagi yang mampu. Artinya memperdengarkan keimanan dengan mengikrarkan syahadat merupakan rukun seseorang menjadi muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang beriman mengikrarkan syahadat maka baginya terikat janji untuk memproses dirinya agar mengamalkan syariat islam secara bertahap dan bersama-sama dengan masyarakat muslim yang lain. Setelah syariat itu terwujud dalam kehidupan sehari-harinya dan perbuatanya dalam beribadah tersebut tidak lagi dibuat-buat/dipaksa-paksa maka jadilah dia seorang yang berakhlak islam. Ibarat pohon yang akarnya menghujam ke tanah, apabila batangnya ditebang tentu pohon tersebut akan kembali berkembang menjadi pohon yang besar dan akan berbuah sebagaimana mestinya. Sebaliknya pohon yang akarnya buruk, walaupun pada awalnya batangnya kuat, perlahan-lahan pohon tersebut akan tumbang dan mati. Seperti dalam Q.S. 14:26 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir firman Allah tentang masyarakat yang beriman yang diperumpamakan dengan tanaman yang dari akarnya mengeluarkan tunas, lalu tegak batangnya dan menyenangkan hati penanam-penanamnya tertuang dalam Q.S. 48:29 sbb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kita untuk beriman, beraqidah tauhid dengan semurni-murni dan setulus-tulusnya tauhid dan menganugerahikan keberanian dan jalan kepada kita untuk menyatakan keimanan kita kepada orang yang berhak sesuai dengan yang ditetapkan oleh Allah dalam Al Quran dan As Sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://aqidahtauhid.blogspot.com/2007/06/aqidah-tauhid-introduction-2.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-7671447205163322443?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/7671447205163322443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=7671447205163322443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/7671447205163322443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/7671447205163322443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2008/12/aqidah-tauhid-introduction-2.html' title='Aqidah Tauhid - An Introduction (2)'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-281824242376451789</id><published>2008-12-30T06:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T06:42:34.185-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>Aqidah Tauhid - An Introduction (1)</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://aqidahtauhid.blogspot.com/2007/06/aqidah-tauhid-introduction-1.html"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;bismillah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   Selain rukun iman yang 6, pembahasan keyakinan atau keimanan dalam Islam dapat kita peroleh dengan memahami aqidah tauhid. Aqidah tauhid merupakan dasar keyakinan seorang muslim yang berfungsi sebagai syarat diterimanya ibadah kepada 4jj1 SWT. Dalam Islam, syarat diterimanya ibadah kepada 4jji ada 3, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;1. Mabda (dasarnya) adalah aqidah tauhid&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2. Manhaj (metodenya) adalah syariat Nabi Muhammad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3. Ghoyah (tujuannya) adalah mendapatkan ridlo 4jjl di dunia dan diakhirat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Aqidah tauhid sebagai syarat diterimanya ibadah berarti walaupun metode dan tujuannya benar tetapi tidak dilandasi aqidah tauhid maka ibadahnya sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah berasal dari kata bahasa Arab aqad, yang artinya perjanjian, bisa juga berarti ikatan. Sedangkan tauhid merupakan istilah Islam yang artinya ilmu yang menetapkan keyakinan-keyakinan yang diambil dari dalil-dalil yang meyakinkan, yaitu menunggalkan 4jji sebagai Rabb (Pencipta dan Pengatur),Malik (Penguasa) dan Ilah yang disembah, ditaati dan dicintai serta membenarkan ke-Wahdaniyat-an(keesaan)-Nya dalam Dzat, Sifat dan Af'al. Lawan kata dari tauhid adalah syirik, yang artinya menyekutukan (menduakan, men-tigakan, dst) 4jj1 sebagai Rabb,Malik dan Ilah atau menolak ke-Wahdaniyat-an-Nya dalam Dzat, Sifat dan Af'al.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aqidah tauhid merupakan keterikatan seorang manusia kepada 4jj1 SWT yang lahir dari perjanjian yang kokoh dan kuat, tidak main-main dan diazamkan, yang menuntut untuk dipenuhi, dipelihara dan hanya ditujukan kepada 4jji sajalah, maka sumber ilmu aqidah harus berasal dari 4jji, yaitu Al Quran. Dari ayat-ayat Al Quran lah kita bisa mengenal 4jj1 dan apa konsekuensi seseorang yang beraqidah tauhid. Ilmu aqidah tidak boleh berasal dari filsafat, karena filsafat merupakan hasil pikiran (prasangka) manusia yang karena keterbatasan akal tidak akan mungkin mencapai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia (4jj1) mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (termasuk pengetahuan tentang-Nya)" (Q.S. 96:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan 4jj1 semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain 4jj1, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga."(Q.S. 10:66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya 4jj1 Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain 4jj1, akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam."(Q.S. 10:36-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apa pun. Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami? Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta."(Q.S.6:148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)."(Q.S. 6:116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka."(Q.S. 53:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran."(Q.S. 53:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu."(Q.S. 2:147)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber tauhid adalah kalimat thayyibah yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;LaailaaHa illa 4jj1 wa Muhammadar-Rasuulu 4jj1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yang secara sederhana diterjemahkan dengan tiada ilah selain 4jj1 dan Nabi Muhammad adalah utusan 4jj1&lt;br /&gt;Kalimat LaailaaHa illa 4jj1 merupakan pernyataan tauhid yang disampaikan setiap Nabi dan Rasul 4jj1. Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan tentang tauhid, sumber tauhid dan lawannya syirik dapat ditemukan pada ayat-ayat sbb.&lt;br /&gt;Q.S. 2:22,255,256;&lt;br /&gt;Q.S. 3:2,18,64;&lt;br /&gt;Q.S. 4:51,60,87;&lt;br /&gt;Q.S. 5:60,73;&lt;br /&gt;Q.S. 6:19,56,71,102,164;&lt;br /&gt;Q.S. 7:59,65,73,85,158;&lt;br /&gt;Q.S. 9:31,129;&lt;br /&gt;Q.S. 10:90;&lt;br /&gt;Q.S. 11:14,50,61,84;&lt;br /&gt;Q.S. 16:36;&lt;br /&gt;Q.S. 13:16;Q.S. 17:22,56;&lt;br /&gt;Q.S. 18:15;&lt;br /&gt;Q.S. 19:48;&lt;br /&gt;Q.S. 20:8,14,98;&lt;br /&gt;Q.S. 22:40;&lt;br /&gt;Q.S. 23:23,32,91,116,117;&lt;br /&gt;Q.S. 25:3,55,68;&lt;br /&gt;Q.S. 27:60,61;&lt;br /&gt;Q.S. 28:70,71,72,88;&lt;br /&gt;Q.S. 34:22;&lt;br /&gt;Q.S. 35:3,13;&lt;br /&gt;Q.S. 36:23;&lt;br /&gt;Q.S. 37:35;&lt;br /&gt;Q.S. 38:65;&lt;br /&gt;Q.S. 39:6,17;&lt;br /&gt;Q.S. 40:62,65;&lt;br /&gt;Q.S. 45:23;&lt;br /&gt;Q.S. 46:28;&lt;br /&gt;Q.S. 47:19;&lt;br /&gt;Q.S. 59:22,23;&lt;br /&gt;Q.S. 60:4;&lt;br /&gt;Q.S. 64:13;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: http://aqidahtauhid.blogspot.com/2007/06/aqidah-tauhid-introduction-1.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-281824242376451789?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/281824242376451789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=281824242376451789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/281824242376451789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/281824242376451789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2008/12/aqidah-tauhid-introduction-1.html' title='Aqidah Tauhid - An Introduction (1)'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-913544611326746018</id><published>2008-12-27T20:51:00.001-08:00</published><updated>2008-12-27T20:54:49.734-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terrible..'/><title type='text'>Kebrutalan Teroris Israel, Bunuh Lebih dari 140 Muslim Gaza, Di Manakah Tentara Negeri Muslim?</title><content type='html'>&lt;span style="color: brown;"&gt;&lt;span style="font-size: 15pt; line-height: 1.3em;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/pembantaian271208pal120.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syabab.Com&lt;/b&gt; - Kebrutalan teroris Israel tak pernah berhenti membunuh kaum Muslim. Pesawat tempur penjajah Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran pada hari ini, Sabtu (27/12/08), membunuh setidaknya 140 orang warga dan melukai 200 orang lainnya. Serangan brutal teroris Israel ini dilakukan selang dua hari setelah Menlu Israel berjabat tangan dengan penguasa Mesir, seolah sebagai restu untuk melakukan pembunuhan terhadap kaum Muslim Palestina. [&lt;b&gt;plus foto&lt;/b&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat temput F-16 secara bermsaan menembakkan lebih dari 30 rudal yang ditujukan pada 30 target terpisah di Gaza, kata seorang pejabat keamanan Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TV Al-Arabiya menunjukkan cuplikan para penyelamat untuk membantu warga yang terluka akibat kebiadaban teroris Israel itu. Ratusan mayat tersebar di lantai dan kepulan asap di atas area tersebut, menyebabkan kekacauan dan kepanikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer teroris Israel tidak segera berkomentar atas serangan teroris mereka itu, yang mengikuti keputusan kabinet keamanan teroris Ehud Olmert untuk membalas dendam serangan roket Palestina di Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, setelah jeritan kaum Muslim Palestina akibat kelaparan dan blokade, derita itu terus berlanjut dengan pembantaian atas mereka. Hingga hari ini pula, para penguasa Muslim dan tentara Muslim dunia berdiam diri. Entah, apakah yang akan mereka katakan, ketika di akhirat kelak, seorang anak Palestina berkata, "mereka telah menelantarkan kami, hingga kami terbunuh..., di manakah kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/pembantaian271208pal.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para penguasa negeri Muslim, di antara mereka malah berjabat tangan dengan para pejabat tinggi Israel yang tangannya masih berlumuran dengan darah kaum Muslim itu. Seperti yang dilakukan oleh pejabat tinggi Mesir, tanpa rasa malu, telah berjabat tangan dengan Menlu Teroris Israel Tzipi Livni di Kairo, Kamis, 25/12/08 [baca:   Pengkhianatan Mubarak, Di Tengah Derita Palestina, Berjabat Tangan dengan Teroris Israel ]. Di waktu yang sama, para penguasa itu menolak untuk menolong saudara mereka yang kelaparan di Palestina. Sungguh mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali, mata kita menyaksikan, dunia pun menyaksikan kebrutalan para penjajah yang telah mencaplok negeri kaum Muslim. Darah para syuhada Palestina pun terus membasahi negeri Palestina yang di dalamnya terdapat tempat yang diberkahi itu. Di waktu yang bersamaan dunia pun bungkam, para penguasa Muslim diam, dan tentara kaum Muslim entah di mana. Di manakah amirul mukminin umat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa derita kaum Muslim tak berhenti, ketika Khilafah Islamiyyah, institusi pemersatu umat itu tiada. Di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah jiwa-jiwa Umar al-Faruq dan Shalahuddin Al-Ayubi itu? Sampai kapan derita itu terus terjadi? Lalu apa yang akan kita katakan di hadapan Muslim Palestina kelak? [mh/z/al-arabiya/syabab.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal11.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal12.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal02.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal03.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal06.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal07.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal08.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal10.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal09.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/pembantaian271208pal01.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal13.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal16.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal14.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://syabab.com/images/stories/akhbar/palestine/pembantaian271208pal15.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-913544611326746018?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/913544611326746018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=913544611326746018' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/913544611326746018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/913544611326746018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2008/12/kebrutalan-teroris-israel-bunuh-lebih.html' title='Kebrutalan Teroris Israel, Bunuh Lebih dari 140 Muslim Gaza, Di Manakah Tentara Negeri Muslim?'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-96288913266575714</id><published>2008-12-27T20:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T20:15:50.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah Ruhiyah'/><title type='text'>’Saya Lebih Baik Dari Dia’ (Ana Khairun Minhu)</title><content type='html'>Sombong, barangkali sama tuanya dengan peradaban manusia. Iblis dikutuk dan dikeluarkan dari surga juga lantaran sombong. Ia menolak bersujud kepada Adam as, manusia pertama, karena merasa dirinya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;b&gt;Allah berfirman&lt;/b&gt;:&lt;i&gt; 'Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang (yang) lebih tinggi?' Iblis berkata: 'Aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah'."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Shaad: 75--76).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;i&gt;"Ana khoirun minhu (saya lebih baik dari dia),"&lt;/i&gt; kata Iblis. Merasa diri lebih baik dari pada yang lain itulah sombong. Dan akibat sombong, iblis dikutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;b&gt;Allah berfirman&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;'Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang terkutuk, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Shaad: 77--78).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kita berlindung kapada Allah dari perbuatan sombong, baik dalam bentuk sifat, sikap maupun perilaku, karena ia dapat menjadi penghalang masuk jannah. &lt;b&gt;Rasulullah saw bersabda&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;"Tidak akan masuk jannah (surga) seseorang yang terdapat dalam hatinya sifat sombong (kibr) meskipun hanya sebesar biji sawi." &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR Muslim)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berhati-hatilah kita, karena sifat, sikap, dan perilaku merasa lebih baik, lebih mulia bisa menimpa siapa saja. Seorang tokoh yang memiliki pengikut banyak, reputasi yang luas juga berpotensi untuk menyombongkan diri lantaran ketokohannya dan pengikutnya yang banyak. Seorang yang memiliki tubuh kuat, atletis, jawara, kadang tergoda memamerkan bentuk tubuhya, disamping tidak jarang gampang terpancing perkelahian, dalam urusan kecil sekalipun, hanya lantaran merasa dirinya pendekar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Seorang rupawan juga kadang tergoda untuk membanggakan kecantikannya dan meremehkan yang tidak seganteng dan secantik dirinya, bahkan sampai mencacat bentuk fisik orang lain. Seorang hartawan sering tergoda membanggakan pakainnya yang bagus, kendaraannya yang mewah, rumahnya yang mentereng dengan melihat sebelah mata pada kaum alit yang kumal, kotor, kolot dan pinggiran. Seorang pejabat yang kebetulan pangkatnya lebih tinggi kadang merasa lebih baik dari bawahannya. Presiden merasa lebih baik dari menteri, jenderal merasa lebih baik dari kopral, direktur merasa lebih baik dari karyawan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Rasa sombong juga dapat menghinggapi ilmuwan. Ilmunya setinggi langit, titelnya profesor doktor, hafal Alquran, dapat berbicara dalam banyak bahasa. Tetapi, ia tidak sabar untuk menahan dirinya merasa lebih baik dari masyarakatnya. Seorang bangsawan, karena merasa berasal dari keturunan yang mulia, aristokrat, darah biru, kadang merasa tidak sepadan jika harus bersanding, bergaul dengan yang bukan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Bahkan sifat sombong juga dapat menimpa seorang ahli ibadah atau ulama. Sosok yang secara kasat mata (dhahir) terlihat &lt;i&gt;wara' &lt;/i&gt;(sangat hati-hati bersikap), &lt;i&gt;zuhud&lt;/i&gt; (sederhana), bertahajud setiap hari, berpuasa senin-kamis, sholat rawatibnya tidak pernah tertinggal. Karena salatnya rajin sekali hingga jidatnya hitam. Namun, ternyata ia tergoda untuk menganggap dirinya orang yang paling suci, paling baik, paling takwa. Orang lain dianggap tidak ada apa-apanya dibanding dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kisah Abu Dzar patut kiranya menjadi pelajaran. Suatu ketika beliau sedang marah kepada seorang laki-laki sampai terucap, &lt;i&gt;"Hai anak wanita hitam." Rasulullah mendengar hal itu, kemudian bersabda, "Wahai Abu Dzar, tidak ada keutamaan bagi kulit putih atas kulit hitam," &lt;/i&gt;(dalam riwayat lain ditambahkan, "melainkan karena takwa"). Mendengar hal itu Abu Dzar sangat menyesal hingga meminta orang tadi untuk menginjak pipinya. &lt;b&gt;(HR Imam Ahmad).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;i&gt;Allah SWT berfirman : "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS, Luqman: 18).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Perihal sombong, Rasulullah mendefinisikan dalam sebuah riwayat, &lt;i&gt;"Kibr (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Muslim)&lt;/b&gt;. Dua kata kunci: &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;menolak kebenaran dan meremehkan manusia, itulah sombong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;. Ketika ada rasa ingin menonjolkan dan membanggakan diri, ketika hati kita keras menerima nasihat terlebih dari yang lebih yunior, ketika pendapat kita enggan untuk dibantah bahkan tidak jarang dipertahankan dengan dalil yang dipaksakan, ketika kita tersinggung tidak diberi ucapan salam terlebih dahulu, ketika kita berharap tempat khusus dalam sebuah majlis, ketika kita tersinggung titel dan jabatan yang dimiliki tidak disebut, maka jangan-jangan virus takabbur telah meracuni diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Imam Ghozali mengajari cara mawas diri agar tidak terjebak dalam sikap merasa lebih baik. Ketika kita melihat seseorang yang belum dewasa, kita bisa berkata dalam hati: &lt;i&gt;"Anak ini belum pernah berbuat maksiat, sedangkan aku tak terbilang dosa yang telah kulakukan, maka jelas anak ini lebih baik dariku." &lt;/i&gt;Ketika kita melihat orang tua, &lt;i&gt;"Orang ini telah beramal banyak sebelum aku berbuat apa-apa, maka sudah semestinya ia lebih baik dariku."&lt;/i&gt; Ketika kita melihat seorang 'alim, &lt;i&gt;"Orang ini telah dianugerahi ilmu yang tiada kumiliki, ia juga berjasa telah mengajarkan ilmunya. Mengapa aku masih juga memandang ia bodoh, bukankah seharusnya aku bertanya atas yang perlu kuketahui?"&lt;/i&gt; Ketika kita melihat orang bodoh, &lt;i&gt;"Orang ini berbuat dosa karena kebodohannya, sedangkan aku? Aku melakukannya dengan kesadaran bahwa hal itu maksiat. Betapa besar tanggung jawabku kelak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Lantas, atas dasar apa kita membanggakan diri ? Bukankah dunia ini bersifat fana? Bukankah kekayaan, pangkat, kecantikan, keturunan, pengikut, dan ilmu merupakan anugerah Allah yang bersifat sementara dan ujian bagi setiap manusia? Perbedaan fisik manusia tidak permanen dan ditujukan untuk menguji kesabaran dan akhlak manusia. Semuanya dapat dicabut sewaktu-waktu jika Allah menghendaki. Ia pun dapat merubahnya sekejab, si cantik dapat diubah-Nya menjadi si buruk rupa, sang jagoan bisa menjadi si buta, si kaya dapat bangkrut seketika, sang pejabat menjadi penghuni penjara, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah hanya melihat ketakwaan seorang hamba. Bukan kekayaan, pangkat, fisik atau keturunan. Maka sungguh rugi kalau masih ada anak manusia yang masih merasa ana khairun minhu (saya lebih baik dari dia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Source : Roni Suarsa, di &lt;a href="http://www.al-islam.co.id/" target="_blank"&gt;www.Al-Islam.co.id&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/287405378605973885-96288913266575714?l=vindicat3.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vindicat3.blogspot.com/feeds/96288913266575714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=287405378605973885&amp;postID=96288913266575714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/96288913266575714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/287405378605973885/posts/default/96288913266575714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vindicat3.blogspot.com/2008/12/saya-lebih-baik-dari-dia-ana-khairun.html' title='’Saya Lebih Baik Dari Dia’ (Ana Khairun Minhu)'/><author><name>Diya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10232895197229027540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_PtjVPWM2n_I/SptiLZgIXcI/AAAAAAAAACw/2B3u4gaqtwk/S220/globe-in-hand.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-287405378605973885.post-4584931470152254646</id><published>2008-12-19T10:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T10:30:35.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dienul_Islam'/><title type='text'>HIJRAH..</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahwasanya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berusaha bersungguh-sungguh pada jalan Allah, mereka itulah mendapat rahmat Allah dan Allah maha pengampun lagi maha pengasih ( 2: 218 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam zaman baru itu pula kita dapat mengetahui betapa amal usaha serta langkah-langkah yang dilakukan oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya, baik menghadapi umat islam sendiri maupun berhadapan dengan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Arti Hijrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun perkataan Hijrah itu asal mulanya terambil dari pada perkataan "hadjara" yang mempunyai makna amat berbagai-bagai, menurut keadaan, kejadian dan waktu dipakainya perkataan itu. Diantara makna-makna yang terkandung di dalam perkataan "hadjra" itu adalah seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1). Hijrah di dalam makna: Menyingkiri ( sesuatu )&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti yang dimaktubkan dalam Al–Quran Surat Al–Mudatsir ayat 5 :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;.. Dan singkirilah perbuatan dosa itu"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; Al-Mudatsir ayat 5 ialah termasuk ayat2 yang terdahulu diturunkan / ayat mekkah )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2).Hijrah di dalam makna : meninggalkan dan berpaling (dari pada sesuatu),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang terkandung di dalam Al–Quran Surat Maryam ayat 46&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;..Dan tinggalkanlah kami sebentar"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;( Surat Maryam ayat 46 termasuk pula ayat2 mekkah yang pertama, menceritakan tentang riwayat Nabi ibrahim berhadapan dengan kaum musyrikin pada zamannya. Perkataan yang ada di dalam Al-Quran itu adalah bagian dari pada kata-kata orang musyrik kepada Nabi Ibrahim,,yang antaranya mengaharap kepada Nabi Ibrahim itu, supaya ia suka meninggalkan mereka buat sementara waktu. Tegasnya mereka jangan merasa terganggu di dalam penyembahan berhalanya. Ayat ini kita kutip hanyalah untuk meluaskan paham kita tentang arti hijrah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3). Hijrah di dalam makna : Menjauhkan diri ( dari sesuatu ),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang terkandung di dalam Al–Quran Surat Al–Muzammil ayat 10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;.. Dan hendaklah engkau sabar atas perkara yang mereka katakan dan hendaklah engkau ( Muhammad ) menjauhkan diri dari mereka, dengan laku dan cara (menjauhkan) yang baik."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;( Surat Al-Muzammil ayat 10 ini pun termasuk ayat mekkah yang pertama-tama diturunkan, Ayat ini mengandung makna khusus yang mengenai Nabi ( ataupun seorang muslim lainnya ), Sebab semua itu disandarkan atas penglihatan mata, pendengaran telinga,pendeknya berdasarkan atas penyelidikan dan pengetahuan serta pengalaman panca indera, yang hal ini memang tidak mudah dan sangat sukar disengajakan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, seorang muslim melihat seorang musyrik sedang menyembah berhala, yang timbul dari keyakinan, tidaklah si muslim itu akan mengajak saudaranya untuk melihat perbuatan syirik itu, kemudian baru meninggalkan tempat penyembahan berhala itu ataupun menjauhkan diri dari pada mereka ( musyrik ). Melainkan pada waktu itu ia menyaksikan perbuatan itu, maka pada waktu itu juga ia wajib meninggalkan tempat tersebut, atau menjauhkan diri dari pada mereka itu ( dengan segera waktu itu juga harus meinggalkan tempat tersebut. Ataupun menjauhkan diri dari pada mereka itu. Dengan tidak tergantung kepada adanya kawan atau tidak )).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4). Hijrah di dalam makna : Memisahkan ( sesuatu ), &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti yang dimaksudkan dalam Al-Quran Surat An
