Minggu, 25 Januari 2009

Out Of Box

Membandingkan keadaan Jakarta, Bandung dan beberapa kota besar sekitarnya dengan keadaan kota kecil (mungkin setingkat kecamatan) yang berada di pedalaman pulau luar Jawa, nampak sangat kontras bedanya. Bahkan, dapat membuat kita, sebagai muslim (apakah anda mengaku muslim?) sejenak melupakan tugas2 pokok kita sbg manusia (hamba Alloh). Bisa jadi. ALlohua`lam.

Mungkin hal ini disebabkan beberapa kondisi dan lingkungan yang berbeda tsb. Di kota kecil nan jauh, namun sebagai penghasil barang tambang terkemuka, pendapatan per kapita penduduknya terbilang besar. Bahkan untuk seorang lulusan SMU pun. Tapi itu tidak selalu, saya hanya mau bilang di kota kecil itu hampir tidak dijumpai pengemis, anak-anak jalanan, penduduk miskin yang setara dgn level kemiskinan di Jakarta, Bandung, Botabek.

Islam cukup kondusif disana. Berbondong-bondong bapak-bapak, ibu-ibu, wanita dan laki-laki mengikuti berbagai kajian (yang katanya sih umum..tapi saya tau diadakan oleh sebuah harokah bersayap partai) islami yang sangat menjamur dimana-mana. Bahkan, itu yang terlihat vokal. Dengan satu-satunya yayasan sosialnya, induk kajian tersebut dengan mudahnya menggapai berbagai lini kehidupan masyarakat kota kecil itu. Dari SD hingga SMP, radio, badan amil zakat, hingga senam sehat. Dakwah terlihat menjanjikan. Saya belum melihat respon masyarakat yang sangat baik untuk kategori sebuah partai di sebuah kota, seperti di kota kecil itu.

Memang nyaman hidup di kota impian (andai saja kota itu tidak memiliki masalah dengan air, listrik, dan mall bagi yang membutuhkan). Karena hedonisme belumlah terfasilitasi. Kecuali korupsi, kolusi dan nepotisme yang sangat terfasilitasi. Saya pikir, kota itu cukuplah memberikan lingkungan yang baik untuk perkembangan islam dan syi`ar islam. Sekali lagi, bila dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia, dimana banyak sekali kemacetan, tindakan asusila dan kriminal yang entah berapa kali terjadi per menitnya, gaya hidup hedon, pemurtadan, manusia-manusia hipokrit bla.. bla...

Namun.. bukan itu yang membuat kita berkembang. Bukan itu yang memicu semangat. Bukan itu yang melecut kesadaran. Saat melihat dunia luar, saat berinteraksi dengan pengemis, janda-janda tua, anak-anak jalanan, melewati pasar, mall, bahkan saat melihat adik-adik ABG-ABG modis.. dan berbagai objek-objek hidup atau tak hidup lainnya, justru akan terasa miris.

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Al-A’la 16-17).

Disitulah nurani terasa ditusuk-tusuk. Perubahan seperti apa sebenarnya yang kita inginkan? Kita? Bukan.. ALloh.

Tidak cuma berpikir akan “Makan apa kita besok?” tapi cobalah untuk berpikir “Apa yang bisa kita lakukan besok?” dan bukan hanya berpikir “Apakah mall buka besok?” tapi sedikitlah berpikir “Apakah hukum-hukum Alloh masih diinjak-injak besok?”. Bukan juga “Bagaimana nasib kita?” tetapi “Bagaimana nasib saudara-saudara kita sesama muslim?” Dan juga bukan “Siapa dia?” tapi.. “Siapa kita?” hehehe aneh ya... :D
Ngga aneh juga sih.. Siapa kita? Apa kita mau disebut the dead body? Iya lah.. dead body, kerjaannya apa? Manusia yang tidak bermanfaat buat manusia lain (apalagi buat Tuhannya) kata-kata apa yang pantas selain “daging berjalan”? hihihi. Begitu banyak perumpamaan terhadap manusia di dalam alQuran..

“Dan kalau Kami Menghendaki sesunggunya Kami Tinggikan derjatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dihulurkan lidah dan jika kamu biarkannya dia menghulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Cerita-cerita demikian bermaksud agar manusia memikirkannya.” (al-A’raf, 7: 176)

Dan untuk yang mengambil pelindung selain Alloh:

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti labah-labah yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah labah-labah kalau mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabut, 29: 41)

Melihat keluar. Keluar Kotak. Inilah kenyataan teman. Bukan sekedar bekerja, bercanda, memenuhi kebutuhan pribadi. Terlalu jauh dari kenyataan, bisa membuat hati kita mengeras. Sekeras batu. Sehingga pernahkah kalian berpikir di belahan dunia sana masih banyak orang-orang yang hidup dengan tidak layak. Bahkan tidak layak pula untuk disebut hidup. Pernahkah kalian berpikir di belahan dunia sana para saudara-saudara kita sedang berperang demi izzul islam. Apakah kita merasa cukup dengan apa yang kita punya sehingga tidak peduli pada tujuan kita diciptakan?

Betapa banyak tugas bagi hamba-hamba yang mengaku menauhidkan Alloh. Begitu berat beban yang dipikul mereka yang berjuang dijalan islam. Akankah kita menjadi penonton atau menjadi pemain walau hanya 1/10.000.000.000 bagian andil yang kita sisipkan. Bahkan.. sebuah semangat pun sangat berharga dalam sebuah kemenangan. Melihat kenyataan yang sangat menyedihkan.. apakah islam bisa menang? Kapan islam akan menang? Yaa.. memang tidak akan menang kalau kita tidak melakukan apapun. Tidak cuma berpikir, membayangkan, tapi juga bergerak. Hidup adalah perjuangan :)
Allah berfirman:

“Musa berkata kepada kaumnya, ‘Minta tolonglah kalian kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al A’raf 128).

Ayat ini menunjukkan bahwa kemenangan akan diberikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa. Maksudnya adalah Islam dan umatnya. Dan ini pasti terjadi cepat atau lambat, sebab Allah tidak pernah mengingkari janji. Allah berfirman: “innallaaha laa yukhliful mii’aad (sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji.)” Ali Imran 9.

“berilah kabar gembira kepada umatku dengan kemenangan, ketenangan di negerinya, pertolongan Allah, dan kemulyaan agamanya, siapa yang menjadikan amal akhiratnya untuk dunia, maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat” (HR. Imam Ahmad no 20273).

Duuh.. saya ni cerita apa ya? Hehehe..
Eh, tapi walking-walking bagus juga untuk kesehatan ^^V

------------------------------------------------------

Untuk semua yang merasa masih di dalam kotak :)
Share This
Subscribe Here

0 komentar:

 

Site Info

Followers

Tidak Ada Dien Yang Diridhai Allah Selain Islam Copyright © 2010 HN-newby L-F is Designed by ri-cka
In Collaboration with smooTBuuz